Central Data Technology Gugat Anak Usaha Multi Buana Grup Senilai Rp16 Miliar Logo PT Central Data Technology. Foto: Istimewa

MerahPutih.com - PT Central Data Technology mengajukan gugatan wanprestasi terhadap PT Buana Artha Tekno Sains (BATS) ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut), Selasa (13/4)

Gugatan ini diajukan lantaran PT Buana Artha Tekno Sains yang merupakan bagian dari Multi Buana Grup tak kunjung membayar atas jual beli yang terjadi antara kedua perusahaan.

Baca Juga

PN Jakarta Utara Gelar Sidang Putusan PT FNS

"PT Central Data Technology pada akhirnya memutuskan menempuh upaya hukum melalui gugatan wanprestasi terhadap PT Buana Artha Tekno Sains untuk memenuhi kewajiban pembayaran," kata kuasa hukum PT Central Data Technology, Oktavia Anggriani.

Oktavia memaparkan, gugatan ini diajukan lantaran PT Buana Artha Tekno Sains belum membayar pesanan pembelian sejumlah barang dari PT Central Data Technology dengan nilai total Rp13,2 miliar.

Pesanan pembelian atau Purchase Order (PO) tersebut ditandatangani oleh Eko Pujiyanto selaku Direktur PT Buana Artha Tekno Sains, dimana dalam PO tersebut terdapat ketentuan mengenai pembayaran PO akan dilakukan secara penuh dalam waktu 30 hari kerja sejak berita acara serah terima (BAST) yang telah ditandatangani pada tanggal 31 Desember 2019. Namun, sampai saat ini PT Buana Artha Tekno Sains belum melakukan pembayaran secara signifikan.

"PT Central Data Technology sudah beberapa kali memberikan surat peringatan maupun somasi tetapi hal tersebut diabaikan oleh PT Buana Artha Tekno Sains," katanya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (13/4).

Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Foto: Facebook
Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara. Foto: Facebook

Dalam petitum gugatannya, PT Central Data Technology meminta PN Jakut menyatakan PT Buana Artha Tekno Sains telah melakukan perbuatan wanprestasi atas kesepakatan jual beli berdasarkan pesanan pembelian tertanggal 6 Desember 2019.

Atas hal tersebut, PT Central Data Technology meminta PN Jakut menghukum PT Buana Artha Tekno Sains melunasi kewajibannya sebesar Rp16,6 miliar yang terdiri dari kewajiban pokok sebesar Rp 11,7 miliar dan denda Rp4,89 miliar.

"Kami juga meminta agar PN Jakut menyatakan sah dan berharga sita jaminan yang diletakkan dalam perkara ini dan menghukum tergugat untuk membayar uang paksa atau dwangsom kepada penggugat sebesar Rp 10 juta untuk setiap hari keterlambatan yang dilakukan tergugat dalam melunasi kewajibannya," pungkasnya.

Direktur PT Buana Artha Tekno Sains, Eko Pujiyanto belum merespon konfirmasi dari wartawan mengenai gugatan tersebut. (*)

Baca Juga

Pegawai hingga Hakim Positif Corona, PN Jakarta Utara Ditutup

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Anies Mengecat Atap Rumah Warga untuk Antisipasi Banjir
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Gubernur Anies Mengecat Atap Rumah Warga untuk Antisipasi Banjir

Akun Facebook bernama Fitriani Habibah membuat posting dengan klaim yang menyatakan bahwa Anies Baswedan mengecat atap rumah warga untuk mengantisipasi banjir di Jakarta.

Polda Metro Bekuk Tiga Kelompok Penimbun Obat dan Tabung Oksigen
Indonesia
Polda Metro Bekuk Tiga Kelompok Penimbun Obat dan Tabung Oksigen

Polda Metro Jaya mengamankan tiga kelompok yang diduga melakukan penimbunan obat-obatan terapi penanganan COVID-19 dan tabung oksigen.

Anies Terbitkan Ingub, Targetkan Formula E Digelar Juni 2022
Indonesia
Anies Terbitkan Ingub, Targetkan Formula E Digelar Juni 2022

"Terselenggarannya lomba formula E dengan target waktu Juni 2022," lanjut Anies.

[HOAKS atau FAKTA]: Setelah Divaksin, Terjadi Ledakan Jumlah Penyakit HIV dan Kanker
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Setelah Divaksin, Terjadi Ledakan Jumlah Penyakit HIV dan Kanker

Gambar yang diunggah adalah sebuah diagram yang berisi berbagai nama penyakit dan gangguan yang terjadi pada manusia, yang diklaim disebabkan oleh vaksin.

Terduga Pelaku Kekerasan Seksual di KPI Berpotensi Dijerat Pasal Berlapis
Indonesia
PPKM Darurat Diperpanjang, Kapolri Minta Penyaluran Bansos Dipercepat
Indonesia
PPKM Darurat Diperpanjang, Kapolri Minta Penyaluran Bansos Dipercepat

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk melakukan percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos).

Jadi Tersangka Kasus Pornografi, Artis GA Terancam Dipenjara 12 Tahun
Indonesia
Jadi Tersangka Kasus Pornografi, Artis GA Terancam Dipenjara 12 Tahun

Artis GA terancam pidana penjara setelah ditetapkan menjadi tersangka kasus video panas.

Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19
Indonesia
Pemkot Tangerang Sulap Mobil Dinas Jadi Mobil Jenazah COVID-19

"Untuk evakuasi jenazah ke TPU Selapajang, baik COVID-19 maupun non corona," ujar Arif di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Kamis (15/7).

Amien Rais Cs Ngotot Persidangan Kasus Laskar FPI di Pengadilan HAM
Indonesia
Amien Rais Cs Ngotot Persidangan Kasus Laskar FPI di Pengadilan HAM

Sebelumnya, perwakilan TP3 menemui Presiden Jokowi, Selasa (9/3) siang. Selain Amien Rais yang memimpin rombongan TP3, terlihat juga hadir Abdullah Hehamahua, Kiai Muhyiddin, dan Marwan Batubara.

Komnas HAM Beri Kesempatan Pimpinan KPK Lain untuk Klarifikasi TWK
Indonesia
Komnas HAM Beri Kesempatan Pimpinan KPK Lain untuk Klarifikasi TWK

Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nurul Ghufron telah memberikan klarifikasi kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) terkait proses tes wawasan kebangsaan (TWK),