CekFakta.com, Aplikasi Penguji Hoaks Kolaborasi 22 Media Siber Ilustrasi Fake News. (Pixabay)

MerahPutih.com - Peran media melawan berita hoaks kian gencar dengan peluncuran situs CekFakta.com. Platform pengecek fakta, atau lazim disebut fact checker itu hasil kolaborasi Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) bersama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo).

Situs CekFakta.com ini digagas 22 media siber anggota AMSI. Proyek kolaborasi ini bermula dari kekhawatiran media siber terhadap berita bohong yang mempengaruhi pendapat publik.

"Sebagai besar media online mencoba menangkal hoax, tapi, masih dilakukan sendiri-sendiri," kata Sekretaris Jenderal AMSI Wahyu Dhyatmika, yang juga Pemimpin Redaksi Tempo, saat peluncuran di Jakarta, dilansir Antara.

cekfakta
Tampilan situs CekFakta.com.

Hoax yang dikumpulkan oleh Mafindo akan ditaruh di sebuah tempat yang terkoneksi dengan redaksi masing-masing media. Redaksi media akan melakukan verifikasi terhadap informasi-informasi tersebut.

Hasil verifikasi akan masuk ke database bernama Yudistira dan akan ditampilkan di media-media tersebut. Database Yudistira tersebut akan terhubung dengan CekFakta.com.

CekFakta.com selain mengumpulkan hoax, juga akan memberikan verifikasi terhadap informasi beserta referensi dari sumber-sumber yang relevan. "Kami akan terbuka soal sumber untuk memeriksa fakta," kata Wahyu.

Kepercayaan Media Turun

Sementara itu, Direktur Jenderal IKP (Informasi dan Komunikasi Publik) Kementerian Komunikasi dan Informatika R Niken Widiastuti mengatakan tingkat kepercayaan masyarakat kepada media arus utama mengalami peningkatan pada kurun 2017-2018.

Menurut Niken, di era digital saat ini ada pola komunikasi khusus dengan model 10:90. "Artinya 10 persen orang memproduksi hoaks kemudian 90 persen sisanya tanpa disuruh ikut menyebarkan hoaks," kata dia.

Data pengguna internet di Indonesia saat ini sekira 106 juta jiwa dari 262 juta jiwa penduduk aktif menggunakan internet. Dengan kondisi tersebut, banyak informasi yang diterima masyarakat termasuk berita-berita bohong atau hoaks.

Hoax. Foto: Pixabay
Hoax. Foto: Pixabay

"Namun, dengan maraknya berita-berita bohong, tingkat kepercayaan masyarakat terhadap media arus utama terus meningkat. Begitu pun kepercayaan masyarakat kepada pemerintah," tutur Niken.

Niken menambahkan kepercayaan masyarakat terhadap platform menurun dari minus 2 menjadi minus 5. "Jadi, marilah kita menyehatkan dunia maya seperti kita menyehatkan dunia nyata," kata Niken.

Kemenkominfo, kata dia, telah memiliki platform stop hoaks dan siap bekerja sama dengan semua pihak termasuk pelaku industri media dan masyarakat antihoaks termasuk platform CekFakta.com.

"Penanganan hoaks merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu, Kominfo siap untuk berkolaborasi menangkal hoaks, demi menyehatkan dunia maya," tandas pejabat eselon 1 Kemenkominfo itu. (*)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH