Cek New Normal di Boyolali, Mendag: Pasar Tradisional Harus Dibuka untuk Gerakkan Ekonomi Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengecek pelaksanaan new normal di Pasar Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (1/7). (MP/Ismail)

MerahPutih.com - Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menegaskan, geliat ekonomi di pasar tradisional telah pulih kembali setelah diberlakukan new normal. Meskipun demikian, protokol kesehatan tetap diberlakukan untuk menjamin keselamatan pedagang dan pembeli.

Demikian diungkapkan Agus usai meninjau penerapan new normal di Pasar Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (1/7).

Baca Juga:

DPRD DKI Minta Anies Terapkan New Normal di Jakarta

"Awalnya memang ada penurunan penjualan karena COVID-19. Saya lihat optimistme ada perbaikan (aktivitas ekonomi). Ke depan pasar tradisional sudah aktif berjualan," ujar Agus.

Menurutnya, kunci new normal yaitu pelaksanan protokol kesehatan menggunakan masker sehingga semua nyaman.

"Dari sini saya mengapresiasi Bupati Boyoli (Seno Samodro) dalam menjalankan protokol kesehatan pasar tradisional di Boyolali sangat baik," katanya.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengecek pelaksanaan new normal di Pasar Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (1/7). (MP/Ismail)
Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengecek pelaksanaan new normal di Pasar Boyolali, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Rabu (1/7). (MP/Ismail)

Ia menegaskan protokol kesehatan kunci semua dalam melaksanakan kegiatan aktivitas perdagangan dan aktivitas sosial. Kemudian antisipasi apabila ada klaster yang terkana positif, pasar tradisional ditutup dan melakukan sterilisasi.

"Rapid test diperlukan untuk membuka kembali pasar. Itu untuk pastikan semua pedagang tetap sehat," tutur dia.

Baca Juga:

Hadapi New Normal, Garuda Indonesia Fokus Pada Layanan Kargo

Ia menambahkan, sesuai arahan presiden, semua keselamatan dan kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam menjalan aktivitas perdagangan maupun sosial. Hal itu sebagai kunci utama keberhasilan new normal.

"Pasar tradisional harus dibuka untuk menggerakkan sendi-sendi perekonomian di era new normal," pungkas dia. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca Juga:

New Normal, Okupansi KA Prameks Solo-Yogyakarta Capai 100 Persen





Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH