[HOAKS atau FAKTA]: Rektor UIC Bogor Tweet Tiap Keluarga di DKI Dapat Bansos Rp1,2 Juta Bantuan sembako sebagai bantuan pangan akibat wabah COVID-19 di kawasan RW 03 Kebon Kacang, Jakarta, Minggu (12/4/2020). ANTARA FOTO/Reno Esnir/aww.?

Merahputih.com - Rektor Universitas Ibnu Chaldun Bogor, Musni Umar membuat geger linimasa. Cuitannya yang meretweet sebuah pemberitaan berjudul 'Pemerintah Pusat Mulai Distribusi Bansos ke 1,2 Juta Keluarga di DKI' viral. Ia menulis:

Sebaiknya pemerintah pusat membagi sembako di Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur dan diluar Jawa. Sebab di DKI setiap keluarga sudah diberi paket bantuan sebesar Rp1,2 juta. Hanya penyaluran bantuan bertahap.

Berdasarkan penelusuran tim anti hoaks Mafindo, apa yang dicuitkan Musni Umar merupaan konten yang salah. Menurut anggota TGUPP Anies Baswedan, bansos yang diberikan Pemprov DKI Jakarta selama masa PSBB adalah sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga. Dana Rp600 ribu itu juga tidak diberikan dengan uang tunai, melainkan dengan barang. Jumlah yang ditetapkan ialah sebesar Rp149.500, dan akan diberikan sebanyak 4 kali atau senilai Rp598.000. Sementara sisa uangnya tetap ada di APBD.

Angka-angka itu kredibel, dan akan kembali ke kocek DKI jika berlebih. Ia juga menyatakan angka ini bisa diverifikasi oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) di kemudian hari.

“Angka pengeluaran riil yang Rp149.500 per paket ini yang akan dipertanggungjawabkan kemudian. Jadi bukan diumpetin apalagi dikorupsi. Soal kredibilitas penyalurannya bagaimana nanti akan dinilai kemudian oleh audit BPK,” beber Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) DKI Jakarta Tatak Ujiyati melalui di akun Facebook-nya. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
12 Juta Kali Pelanggaran Protokol Kesehatan Terjadi Selama Pandemi
Indonesia
12 Juta Kali Pelanggaran Protokol Kesehatan Terjadi Selama Pandemi

Polisi masih terus berupaya menegakkan aturan disiplin protokol kesehatan pencegahan penyebaran virus corona di seluruh Indonesia.

Polisi Buru Pelaku Pembakaran Halte Transjakarta Sarinah yang Terekam CCTV
Indonesia
Polisi Buru Pelaku Pembakaran Halte Transjakarta Sarinah yang Terekam CCTV

"Penyidik masih terus bekerja," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus

 Geng Motor Kembali Berbuat Ulah, Perwira Polisi Ditabrak Hingga Terluka
Indonesia
Geng Motor Kembali Berbuat Ulah, Perwira Polisi Ditabrak Hingga Terluka

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, korbannya adalah Wakasat Sabhara Polres, AKP Revi Mingga.

Semakin Bertambah, Korban Meninggal akibat Virus Corona di Tiongkok Sudah 132
Berita
Semakin Bertambah, Korban Meninggal akibat Virus Corona di Tiongkok Sudah 132

Satu kasus baru ditemukan di Daerah Otonomi Tibet di wilayah barat daya Tiongkok.

DPP PDIP Tunda Pengumuman Calon Kepala Daerah Solo, Ada Apa?
Indonesia
DPP PDIP Tunda Pengumuman Calon Kepala Daerah Solo, Ada Apa?

"Ya kami sudah diberitahu DPP PDIP kalau tanggal 19 Februari akan diumumkan delapan rekomendasi di daerah kota/kabupaten di Jawa Tengah," ujar Bambang

Ratusan WNA Dilarang Masuk Indonesia
Indonesia
Ratusan WNA Dilarang Masuk Indonesia

Alasan penolakan di antaranya karena pernah berada di episentrum penyebaran virus corona di Tiongkok.

Pidato Perpisahan, Trump Tetap Tolak Kemenangan Biden
Dunia
Pidato Perpisahan, Trump Tetap Tolak Kemenangan Biden

Dalam pidato yang direkam, Trump mengagungkan berbagai keberhasilan masa kepresidenannya yang dia banggakan. Seperti kesepakatan perdamaian Timur Tengah.

Pimpinan DPRD Kesal Anies Buka Dahulu Panti Pijat Dibandingkan Sekolah
Indonesia
Pimpinan DPRD Kesal Anies Buka Dahulu Panti Pijat Dibandingkan Sekolah

Tempat hiburan malam sangat rentan potensi penularan virus corona

Besok Prabowo Bakal Ditetapkan Jadi Ketum Gerindra
Indonesia
Besok Prabowo Bakal Ditetapkan Jadi Ketum Gerindra

Muzani menjelaskan, jumlah peserta kongres mencapai 2.500 hingga 3.000 orang

Sekitar 25 Juta Orang Indonesia Mengidap Penyakit Autoimun
Indonesia
Sekitar 25 Juta Orang Indonesia Mengidap Penyakit Autoimun

Penyakit Autoimun menduduki peringkat ketiga penyakit mematikan di dunia. Bahkan, di Indonesia penderita Autoimun antara 5 sampai 10 persen.