Cegah Wabah Corona, Google Minta 8.000 Karyawan Bekerja dari Rumah Waspada penyebaran virus corona, Google mengimbau keryawannya untuk bekerja dari rumah (Foto: pixabay/_freakwave_)

BEKERJA dari rumah memang bukan hal umum lagi, karena ada beberapa perusahaan yang menerapkan hal itu. Khususnya diperusahaan-perusahaan teknologi dengan gaya bekerja digital.

Namun, lain cerita saat bekerja dari rumah menjadi sebuah keharusan, hal itu lantaran dampak dari wabah virus corona. Langkah itu salah satu upaya pencegahan meluasnya virus tersebut.

Baca Juga:

Deretan Musisi Ternama Dunia Batal Konser di Indonesia Gara-Gara Corona

Seperti yang dilansir dari laman ubergizmo, hal itu dilakukan oleh google Irlandia. Di mana Google Irlandia meminta 8.000 orang karyawannya bekerja dari rumah. Kebijakan ini terpaksa dilakukan karena alasan kesehatan.

Google tak ingin kesehatan karyawannya terancam virus corona (Foto: propakistani

Langkah tersebut berangkat dari adanya seorang karyawan Google Irlandia, yang dilaporkan mengalami gejala seperti flu, yang merupakan salah satu tanda kemungkinan awal seseorang terinfeksi virus corona.

Kendati penyakit flu yang dialami oleh karyawan Google Irlandia itu bisa saja sekadar flu biasa, namun Google Irlandia tak mau ambil risiko penularan penyakit secara masif pada karyawannya.

Sebagai sebuah tindakan pencegahan, Google Irlandia pun akhirnya menginstruksikan para karyawannya bekerja dari rumah.

Baca Juga:

Gandeng TikTok, WHO Cegah Informasi Hoaks Seputar Virus Corona

Namun belum diketahui berapa lama para karyawannya diharuskan bekerja dari rumah. Tapi disisi lain, keputusan tersebut pun dapat menjadi sebagai uji coba, apakah para karyawan tetap bisa bekerja dengan maksimal di tengah kondisi darurat seperti ini.

Selain google, Twitter pun menganjurkan ribuan karyawannya untuk bekerja dari rumah (Foto: sea mashable)

Selain Google, Twitter juga mengimbau 5.000 karyawannya untuk bekerja dari rumah. Imbauan itu diumumkan guna mencegah penyebaran virus corona yang sudah meluas ke puluhan negara.

Adanya imbauan itu, menjadikan Twitter sebagai perusahaan Amerika Serikat pertama yang mengumumkan kebijakan bekerja dari rumah saat wabah virus corona yang mengkhawatirkan.

Kebijakan itu diumumkan menyusul dibatalkannya kehadiran CEO Twitter Jack Dorsey pada konferensi South by Southwest di Austin, Texas, lantaran kekhawatirannya terhadap virus corona. (Ryn)

Baca Juga:

Paket Spesial dari Apple untuk Pegawai yang Terdampak Virus Corona

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH