Cegah Virus Corona, Ini yang Harus Dilakukan Angkutan Umum di Jakarta Warga beraktivitas menggunakan masker di kawasan Bunderan Hotel Indonesia, Jakarta, Senin (2/3/2020). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/wsj.

MerahPutih.com - Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub meminta kepada perusahaan angkutan umum untuk meningkatkan pencegahan penularan virus corona pada transportasi publik di ibu kota.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dishub DKI Syafrin Liputo, dalam Surat Edaran Nomor 10 / SE / 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19) pada Angkutan Umum di Wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Baca Juga:

Indonesia Persulit Masuknya Turis dari Tiga Negara Penderita Corona Terbesar

Surat Edaran ini sebagai tindak lanjut dan implementasi dari Peraturan Gubernur Nomor 161 Tahun 2019 tentang Gerakan Masyarakat Hidup Sehat dan Instruksi Gubernur Nomor 16 Tahun 2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Risiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID-19).

"Kami harap seluruh perusahaan angkutan umum di wilayah DKI Jakarta dapat melaksanakan tindakan dan upaya peningkatan kewaspadaan terhadap penyebaran atau penularan COVID-19 di transportasi publik," kata Syafrin di Jakarta, Kamis (5/3).

Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: MP/Asropih)
Kepala Dishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. (Foto: MP/Asropih)

Syafrin mengimbau kepada perusahaan angkutan umum untuk menyediakan alat pengukur suhu tubuh. Alat itu dihadirkan untuk mengecekek suhu tubuh para penumbang.

"Menyediakan alat thermal gun untuk mendeteksi dan memantau suhu tubuh penumpang," papar.

Penyedia jasa angkutan umum juga, lanjut Syafrin, melaksanakan pembersihan kendaraan yang keluar dan masuk area penyimpanan kendaraan atau pool dengan desinfektan khusus, sebelum dan sesudah beroperasi.

Baca Juga:

Anak Buah Mark Zuckerberg Didiagnosa Corona, Kantor Facebook Ditutup

Kemudian, kata Syafrin, mereka memberikan edukasi tentang tata cara dan penggunaan masker yang benar kepada penumpang, pengemudi, dan pegawai.

"Menyediakan sabun cuci tangan dan wastafel atau tempat cuci tangan maupun cairan higienis atau pembersih tangan dengan alkohol 70-80 persen untuk tangan bagi penumpang, pengemudi, dan pegawai," tuturnya.

Terakhir Syafrin meminta perusahaan angkutan umum untuk tidak mengeluarkan pernyataan di media sosial terkait virus corona yang dapat menimbulkan kecemasan masyarakat. (Asp)

Baca Juga:

Anak Buah Anies Enggak Mau Nyatakan Ada Pasien Positif Corona di Jakarta


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH