Cegah Stigma Negatif, Pegawai KPK Kembali Minta Hasil TWK Gedung KPK. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengirimkan permohonan keterbukaan informasi yang baru kepada Pejabat Pengelola Informasi dan Data (PPID) KPK.

Data yang diminta kali ini adalah yang diserahkan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) kepada KPK, di Kantor Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) pada Selasa (27/4).

Data dan informasi tersebut diserahkan melalui seremoni penyerahan hasil Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dari BKN ke KPK yang dihadiri oleh banyak pihak. Data ini juga ditunjukan dalam rapat yang dihadiri oleh Pimpinan, Dewas dan Pejabat Struktural pada tanggal 5 Mei 2021.

Baca Juga

Pegawai KPK Pertanyakan Keterlibatan Berbagai Lembaga dalam Keputusan Kepegawaian

Data itu berhubungan dengan keputusan Pimpinan KPK yang menetapkan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) untuk dialihkan menjadi ASN. Ia memahami jika di dalam data tersebut ada sifat pribadi yang berhubungan dengan hasil milik orang lain.

“Jika dalam lembar yang sama ada data orang lain, dapat dihitamkan sehingga tidak terbaca lagi, saya hanya ingin melihat data saya,” kata Kepala Satuan Tugas Pembelajaran Antikorupsi nonaktif, Hotman Tambunan, dalam keterangan tertulis, Rabu (30/6).

Sebab, kata dia, data hasil tes memang bersifat pribadi sehingga termasuk dalam kategori data dan informasi yang dikecualikan sebagaimana Pasal 17 huruf g dan h UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Maka dengan permintaan data ini, Hotman memberikan persetujuan tertulis kepada petugas untuk membuka, membaca dan membuat salinannya dalam rangka pemrosesan permintan ini sebagaimana dipersyaratkan Pasal 18 ayat (2) huruf a UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Informasi Publik.

Hotman membuat permintaan baru, agar segera bisa melihat hasil yang menyatakan dirinya TMS menjadi pegawai KPK lagi. Permintaan data ini tidak menggugurkan permintaan sebelumnya yang terdiri dari delapan poin.

Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)
Logo KPK. (Antara/Benardy Ferdiansyah)

“Saya menghormati proses koordinasi KPK ke BKN dalam permintaan data, permintaan ini supaya KPK bisa memberikan data yang sudah ada di KPK kepada kami,” ujarnya.

Hasil ini, menurut Hotman, penting untuk diketahui sebab atas hasil tersebut, memberikan dampak yang signifikan kepada pegawai. Pertama, para pegawai dinyatakan tidak memenuhi syarat dan diminta menyerahkan tugas dan tanggung jawab kepada atasan langsung.

Kedua, pegawai mendapat stigma sebagai warga negara yang tidak taat, tidak setia dan/atau tidak bisa dibina lagi karena bermasalah dalam syarat kesetiaan dan ketaatan pada Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Pemerintah yang sah.

"Sehingga tidak memenuhi syarat untuk menjadi ASN atau setidak-tidaknya menjadi warga Negara yang harus dibina dulu secara khusus dan diassess lagi untuk memenuhi syarat menjadi ASN," bebernya.

Hotman menegaskan, poin tersebut merupakan penghukuman yang mendasarkan pada hasil TWK. Sehingga sudah sewajarnya yang dihukum harus mengetahui alasan-alasan penghukuman.

Baca Juga

Ketersediaan Tempar Tidur Kosong di RSD Wisma Atlet Diperkirakan Tinggal Hitungan Hari

“Asesmen TWK ini telah mendapat atensi publik yang sangat besar dan untuk menghindari berbagai opini yang tidak perlu, dan pemenuhan prinsip-prinsip transparansi, maka salinan data dan informasi tersebut kami rencanakan untuk dibuka seluas-luasnya kepada publik,” ujarnya.

Sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku, Hotman meminta salinan hasil tersebut dalam bentuk salinan atau foto copy yang dilegalisir disahkan oleh KPK. Hotman berharap dengan permintaan baru ini, KPK bisa segera memberikan hasil TWK kepada pegawai.

“Semoga kali ini KPK tidak mencari alasan lain untuk tidak memberikan hasil kepada kami, karena kami berhak melihat hasil kami sendiri,” tutup Hotman. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
KPK Mulai Usut Proyek Infrastruktur Bermasalah di Kabupaten Bogor
Indonesia
KPK Mulai Usut Proyek Infrastruktur Bermasalah di Kabupaten Bogor

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengusut proyek infrastruktur bermasalah di bawah kepemimpinan Bupati nonaktif Bogor Ade Yasin. Dalam mengusut itu, tim penyidik memeriksa sejumlah saksi dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor. Saksi yang diperiksa ialah Kepala Dinas PUPR Soebiantoro, PPK Bina Marga Dinas PUPR Heru Haerudin, tiga PNS Dinas PUPR Gantara Lenggana, Aldino Putra Perdana, serta R. Indra Nurcahya, dan Kabid Bina Marga Krisman Nugraha.

APBD Kota Yogyakarta 2022 Fokus Pengembangan Infrastruktur Pariwisata
Indonesia
APBD Kota Yogyakarta 2022 Fokus Pengembangan Infrastruktur Pariwisata

Anggaran belanja akan difokuskan untuk mengembangkan infrastruktur pariwisata.

Polisi Tilang 472 Pelanggar di 13 Titik Ganjil Genap Baru DKI
Indonesia
Polisi Tilang 472 Pelanggar di 13 Titik Ganjil Genap Baru DKI

"Total (pengendara yang ditindak) 472 pelanggar," ujar Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Jamal Alam dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (22/6).

Putusan Hakim Buat Nia Ramadhani Bercucuran Air Mata, Suaminya Tak Bisa Berkata-kata
Indonesia
Putusan Hakim Buat Nia Ramadhani Bercucuran Air Mata, Suaminya Tak Bisa Berkata-kata

Tindak pidana sejenis yang dilakukan terdakwa di wilayah hukum cukup tinggi

KPK Limpahkan Berkas Perkara RJ Lino ke Pengadilan Tipikor Jakarta
Indonesia
KPK Limpahkan Berkas Perkara RJ Lino ke Pengadilan Tipikor Jakarta

KPK melimpahkan berkas perkara mantan Direktur Utama (Dirut) PT Pelindo II Richard Joost Lino atau RJ Lino ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta.

522 Orang Terkonfirmasi Positif COVID-19 dalam 24 Jam
Indonesia
522 Orang Terkonfirmasi Positif COVID-19 dalam 24 Jam

Kementerian Kesehatan terus menguatkan strategi untuk menangani pandemi COVID-19 di Indonesia.

Baru 16,4 Juta Warga Mendapatkan 2 Kali Suntik Vaksin COVID-19
Indonesia
Baru 16,4 Juta Warga Mendapatkan 2 Kali Suntik Vaksin COVID-19

Tercatat, jumlah penerima vaksinasi dosis pertama mencapai 42.344.675 jiwa.

Hingga Radius 29 Kilometer di Sungai Aare, Eril Tak Kunjung Ditemukan
Indonesia
Hingga Radius 29 Kilometer di Sungai Aare, Eril Tak Kunjung Ditemukan

Pencarian Eril yang dilakukan oleh otoritas swiss telah mencakup 29 kilometer wilayah sungai Aare.

Dishub Solo Klaim Mobilitas Warga Turun 40 Persen Selama PPKM Level 4
Indonesia
Dishub Solo Klaim Mobilitas Warga Turun 40 Persen Selama PPKM Level 4

Dinas Perhubungan (Dishub) Solo, Jawa Tengah mencatat mobilitas warga Solo turun 40 persen selama PPKM Darurat dan PPKM level 4.

Bekas Pegawai KPK, Mantan Deputi BI dan Wamenlu Berebut Kursi Komisioner OJK
Indonesia
Bekas Pegawai KPK, Mantan Deputi BI dan Wamenlu Berebut Kursi Komisioner OJK

Keputusan panitia seleksi bersifat final, mengikat, dan tidak dapat diganggu gugat.