Cegah Penularan COVID-19, Santri di Pesantren Tebuireng Dilarang Dijenguk KH Abdul Hakim Mahfudz saat dengan tim medis di area Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. ANTARA/Dokumen

Merahputih.com - Pondok Pesantren Tebuireng, Jawa Timur, menerapkan aturan melarang sementara waktu bagi wali murid untuk menjenguk santri di pesantren demi mencegah penularan COVID-19.

"Kami memahami besarnya kerinduan wali santri terhadap anaknya, terutama santri baru yang mulai mondok 30 Agustus lalu. Tapi demi keselamatan bersama, protokol kesehatan harus dipatuhi semua pihak," ujar Juru Bicara Gugus Tugas Pesantren Tangguh Tebuireng Nur Hidayat di Jombang, Minggu (28/9).

Baca Juga:

Warga yang Merasa Tertular Virus Corona Jangan Minum Obat Sendiri

Pesantren saat ini menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat. Hal ini dilakukan mengingat hingga kini masih di masa pandemi COVID-19.

Pesantren Tebuireng Jombang juga telah menggelar evaluasi terhadap kedisiplinan warga pesantren dalam pemenuhan protokol kesehatan. Evaluasi tersebut dilakukan terhadap seluruh elemen yang terlibat dalam kegiatan operasional rutin pesantren.

Evaluasi tersebut digelar dengan tiga langkah utama. Selain pengetatan terhadap larangan sambangan (menjenguk santri) oleh wali santri, juga peningkatan disiplin santri dan warga pesantren dalam pemenuhan protokol kesehatan.

Bahkan, terdapat sanksi membaca satu juz Kitab Suci Al-Quran bagi santri yang tidak memakai masker saat beraktivitas di luar kamar.

Santri Pondok Pesantren Tebuireng di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, bersiap pulang ke daerah asal pada Jumat (27/3/2020). Pengurus Pesantren Tebuireng memulangkan santri untuk meminimalkan risiko penu

Langkah ketiga, adalah deteksi dini terhadap setiap santri yang memiliki keluhan sakit. Hal ini dilakukan dengan melibatkan pembina kamar santri dan tim pusat kesehatan pesantren.

Deteksi dini ini penting dilakukan, mengingat potensi penyebaran virus di lingkungan pesantren juga masih mungkin terjadi.

"Perkembangan global dan nasional selama enam bulan terakhir membuktikan, siapapun bisa terkena virus ini. Jadi deteksi dini terhadap gejala khusus yang mengarah merupakan langkah penting dalam memutus mata rantai penyebaran COVID-19," ucap dia.

Dalam sepekan terakhir, Pesantren Tebuireng Jombang juga telah melakukan karantina ulang beberapa santri yang memiliki gejala khusus serta memberikan treatment untuk pemulihan mereka.

"Tapi, sejauh ini tidak satu pun santri yang terkonfirmasi positif," ujar dia.

Pesantren juga melakukan uji cepat antigen kepada seluruh warga pesantren untuk mendeteksi ada tidaknya warga pesantren yang terkena virus ini. Uji cepat antigen tersebut diyakini memiliki validitas sekitar 90 persen dalam mendeteksi keberadaan COVID-19.

Baca Juga:

Alat Rapid Test Corona Mulai Digunakan, Pemerintah Klaim Hasilnya Banyak yang Negatif

Dalam uji cepat tersebut, sebagaimana dikutip Antara, juga diikuti seluruh santri termasuk jajaran pengurus bahkan keluarga pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang. Dengan itu, diharapkan bisa sedini mungkin mencegah penyebaran virus ini.

"Dengan ikhtiar dan 'taqarrub' maksimal, semoga seluruh warga pesantren dijauhkan dari wabah ini," kata Nur Hidayat. (*)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
UU Ciptaker Tuai Polemik, KIP Minta Sosialisasi Draf UU Secara Benar
Indonesia
UU Ciptaker Tuai Polemik, KIP Minta Sosialisasi Draf UU Secara Benar

Presiden atau pemerintah membuka ruang partisipasi masyarakat setelah pengesahan UU Cipta Kerja di DPR dengan membuka dan mempermudah akses masukan dari masyarakat.

Anies Akui Banyak Anak di Jakarta Terpapar Corona
Indonesia
Anies Akui Banyak Anak di Jakarta Terpapar Corona

Hal itu dikatakan Anies melalui chanel Youtube resmi Pemprov DKI dalam memperingati Hari Anak Nasional.

Gerindra Tuding PKS Penyebab Mandeknya Pemilihan Wagub DKI
Indonesia
Pandemi, Dividen BUMN di 2021 Dipatok Rp26,1 Triliun
Indonesia
Pandemi, Dividen BUMN di 2021 Dipatok Rp26,1 Triliun

Dampak panderni COVID-19 yang cukup berat dirasakan oleh BUMN yang bergerak di sektor perhubungan, pariwisata dan industri manufaktur.

Masyarakat Masih Takut, Pengunjung Mal di Jakarta Hanya 30 Persen
Indonesia
Masyarakat Masih Takut, Pengunjung Mal di Jakarta Hanya 30 Persen

Sedangkan di hari libur masyarakat yang berkunjung paling banyak mencapai 40 persen.

  Teror Penembakan Rutan Cipinang, Polisi Belum Temukan Proyektil
Indonesia
Teror Penembakan Rutan Cipinang, Polisi Belum Temukan Proyektil

"Kami juga belum bisa memastikan itu tembakan karena proyektil diduga sudah disapu petugas pembersih di sana," ujar Argo.

Masjid Agung Keraton Surakarta Mulai Adakan Salat Jumat
Indonesia
Masjid Agung Keraton Surakarta Mulai Adakan Salat Jumat

MUI tetap meminta pada pengelola tempat ibadah agar waspada akan penularan virus corona.

Sambut Baik Pencabutan Gugatan Asimiliasi, Menkumham: Waktunya Kita 'Move On'
Indonesia
Sambut Baik Pencabutan Gugatan Asimiliasi, Menkumham: Waktunya Kita 'Move On'

Gugatan atas kebijakan asimilasi dan integrasi saat wabah COVID-19 itu dilayangkan oleh sekelompok advokat Kota Solo

Pilwakot Solo 2020 Diusulkan Diundur
Indonesia
Pilwakot Solo 2020 Diusulkan Diundur

"Ya jika melihat fakta tersebut Pilkada itu sebaiknya ditunda dan diundur hingga 2024 untuk seluruh daerah," kata Rudy

Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.
Indonesia
Indonesia Masih Cari Utang Rp900 Triliun Sampai Akhir Tahun.

Dengan adanya skema bagi beban antara Bank Indonesia (BI) dan pemerintah menjadi sangat penting karena bakal menjaga sustainabilitas fiskal.