Cegah Mudik,  ASN Pemkot Surabaya Harus Kerja Cegah Kerumunan Saat Lebaran Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pemkot Surabaya dilarang mudik saat Lebaran Idul Fitri tahun ini. Para diperintahkan tetap berdinas menjaga beberapa titik keramaian yang potensi kerumunan warga untuk mengantisipasi sebaran virus Covid-19.

"Ada larangan bagi ASN untuk mudik, ya fungsinya tetap bekerja untuk berjaga tetap (berdinas) di waktu hari libur nanti berlaku seluruh OPD (organisasi perangkat daerah)," tegas Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi di Balai Kota, Surabaya, Rabu (28/4).

Baca Juga:

Di Tengah Larangan dari Pemerintah, Hampir 19 Juta Warga Ngotot Mudik Lebaran

Ia menegaskan, saat libur Lebaran ini tidak ada penarikan mobil dinas, sebab ASN tetap bekerja untuk melakukan sosialisasi larangan mudik ke masyarakat dan ikut menjaga titik keramaian seperti tempat wisata, taman, pasar, mall, terminal dan lainnya.

"Pemerintah Kota Surabaya semuanya akan tetap bekerja di hari libur, sehingga mobil itu tetap berfungsi sebagai mobil dinas semestinya," tutur Eri.

Eri menegaskan, saat masa larangan mudik, para ASN tidak menerima permohonan dari masyarakat untuk mengurus perizinan.

"Pemkot Surabaya juga tetap membuka lokasi wisata. Namun, tetap menerapkan protokol kesehatan, yakni halnya jumlah pengunjung hanya 50 persen dari total kapasitas, lalu pengunjung wajib menggunakan masker dan tidak berkerumun," ucapnya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Humas Kota Surabaya)
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. (Foto: Humas Kota Surabaya)

Eri menjelaskan, para camat maupun lurah akan turun langsung ikut bersosialisasi terkait larangan mudik tersebut. Terlebih Indonesia mendapat pengalaman buruk bahwa di setiap masa libur panjang selalu kebobolan dengan penambahan kasus yang tinggi.

"Untuk itu kita maksimalkan sosialisasi kembali ke seluruh masyarakat agar yang akan mudik bisa mengurungkan niatnya dulu. Sehingga tidak berbarengan. Sebab kalau bebarengan akan menimbulkan kerumunan, menimbulkan massa yang akhirnya lengah menjaga protokol kesehatan," ungkap Eri. (Andika Eldon/ Surabaya)

Baca Juga:

Santri Dilarang Mudik Lebaran, Menag Sebut untuk Cegah Bahaya Lebih Besar

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
BMKG Tegaskan Info Gempa Magnitudo 8,5 Akibat Kesalahan Sistem Kanal SMS
Indonesia
BMKG Tegaskan Info Gempa Magnitudo 8,5 Akibat Kesalahan Sistem Kanal SMS

BMKG bersama Kominfo sedang melakukan penelusuran dan investigasi lebih mendalam terhadap penyebab kesalahan sistem SMS (short message service) hingga tersebar informasi gempa berpotensi tsunami.

Ratusan Warga Lereng Merapi Tolak Mengungsi
Indonesia
Ratusan Warga Lereng Merapi Tolak Mengungsi

Sebanyak 365 warga di kawasan rawan bencana (KRB) III atau berjarak 3 km dari puncak Gunung Merapi.

Pengguna KRL Terus Menurun Sejak Peningkatan Kasus COVID-19
Indonesia
Pengguna KRL Terus Menurun Sejak Peningkatan Kasus COVID-19

KAI Commuter juga melanjutkan pelaksanaan tes antigen secara acak terhadap pengguna kereta rel listrik

Pemerintah Tak Pasang Target Waktu Bereskan Konflik di Papua
Indonesia
Pemerintah Tak Pasang Target Waktu Bereskan Konflik di Papua

Bukan Papua terorisnya dan bukan orang-orang Papua teroris

Ketua DPD Tegaskan Pejabat Yang Disuntik Vaksin Booster Lukai Perasaan Rakyat
Indonesia
Ketua DPD Tegaskan Pejabat Yang Disuntik Vaksin Booster Lukai Perasaan Rakyat

"Kita mendengar banyak daerah mengeluhkan kekosongan stok vaksin. Maka Pemda sebagai pelaksana vaksinasi harus betul-betul bijaksana dalam menentukan sasaran vaksinasi," kata LaNyalla.

Karena COVID-19, Tentara Korut Tembak Pria Korsel dan Bakar Mayatnya
Dunia
Karena COVID-19, Tentara Korut Tembak Pria Korsel dan Bakar Mayatnya

Pasukan Korea Utara menembak mati seorang pejabat perikanan Korea Selatan yang hilang awal pekan ini.

Guru di Atas 60 Tahun Dipastikan Tak Bakal Lolos Seleksi PPPK
Indonesia
Guru di Atas 60 Tahun Dipastikan Tak Bakal Lolos Seleksi PPPK

Seleksi PPPK dengan kapasitas sebanyak satu juta guru tersebut merupakan seleksi yang demokratis

H+1 Lebaran Wisata Ragunan Buka, Hanya untuk Warga DKI
Indonesia
H+1 Lebaran Wisata Ragunan Buka, Hanya untuk Warga DKI

Wisata Taman Margasatwa Ragunan (TMR), Jakarta Selatan buka menerima kunjungan masyarakat pada H+1 Idulfitri 1442 Hijriah/2021 Masehi.

DPD Ingatkan Nasib Guru Honorer Tidak Boleh Terkatung-katung
Indonesia
DPD Ingatkan Nasib Guru Honorer Tidak Boleh Terkatung-katung

Pengabdian para guru honorer yang telah bekerja puluhan tahun dengan pendapatan yang kecil harus menjadi atensi.

Dua Pentolan Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq Masih Berstatus Saksi
Indonesia
Dua Pentolan Aksi Tuntut Pembebasan Rizieq Masih Berstatus Saksi

Mereka diperiksa atas dugaan pelanggaran protokol kesehatan pencegahan COVID-19 saat aksi tuntut pembebasan Rizieq Shihab. Kedua pentolan aksi 1812 itu masih berstatus sebagai saksi.