Cegah Kejadian Berulang, Pemerintah Thailand Perketat Pengawasan Gua Tham Luang Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha (Foto: sputniknews)

MerahPutih.Com - Operasi penyelamatan 12 anggota tim sepak bola remaja Thailand dan pelatihnya berlangsung dramatis.

Selama tiga hari tim penyelamat yang terdiri penyelam dan sejumlah ahli terkait seperti pakar gua berjibaku mengeluarkan anak-anak tim sepak bola dari dalam perut gua membuahkan hasil yang manis. Semuanya keluar dengan selamat dan dalam kondisi yang sehat serta stabil.

Tim penyelamat yang terdiri dari anggota pasukan elit angkatan laut Thailand dan puluhan penyelam dari sejumlah negara di dunia bekerja ekstra keras melewati lorong dan cekungan gua untuk membawa anak-anak itu ke mulut gua demi mendapat perawatan lebih lanjut.

Sejumlah media barat memuji aksi penyelamatan anak-anak yang terjebak di Gua Tham Luang sebagai salah satu misi paling sulit dalam sejarah. Bahkan para ahli dari NASA sebagaimana dilansir CNN menyebutkan tingkat kesulitan dalam menyelamatkan anak-anak tersebut sesulit pendakian Mount Everest.

Saman Kunam pahlawan dibalik keberhasilan misi penyelamatan
Mendiang Saman Kunam menjadi pahlawan dalam misi penyelamatan anak-anak di Gua Tham Luang (Foto: sputniknews.international)

Dibalik keberhasilan tersebut, perhatian dunia juga tertuju kepada seorang pensiunan angkatan laut Thailand Saman Kunam. Saman Kunam meninggal saat hendak membawa tabung oksigen kepada tim penyelamat yang berada di dalam gua Tham Luang.

Demi mencegah kejadian yang membetot perhatian dunia itu terulang lagi, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha mengatakan pihaknya akan melakukan tindakan ekstra untuk melindungi wisatawan yang ingin mengunjungi gua Tham Luang.

PM Prayuth Chan-ocha memperingatkan bahwa tindakan keamanan harus dilakukan di dalam dan di luar gua.

"Di masa depan, kami harus memantau pintu masuk dan keluar ke goa. Goa ini telah menjadi terkenal di dunia, kami harus memasaang lebih banyak lampu di dalamnya dan memasang rambu-rambu," kata Prayuth kepada wartawan di Bangkok, Selasa (10/7).

Ia mengatakan bahwa gua tersebut berbahaya dan akan menutupnya bagi kalangan umum untuk sementara waktu hingga semua proses selesai.

Misi penyelamatan dilaksanakan pada hari Minggu dan empat anak laki-laki dibawa keluar hari itu, serta empat lainnya pada hari Senin. Para pejabat berharap lima orang terakhir termasuk si pelatih akan keluar pada hari Selasa.

Sebagaimana dilansir Antara dari Reuters, ke-12 anak laki-laki dan pelatih sepak bola mereka hilang pada 23 Juni ketika mereka menjelajahi gua setelah latihan sepak bola, tepat sebelum hujan turun hujan mengguyur kompleks gua.

Proses evakuasi anak-anak yang terjebak di Gua Tham Luang
Proses evakuasi anak-anak yang terjebak di Gua Tham Luang (Foto: sputniknews)

Para penyelam Inggris menemukan 13 orang, berkerumun di sebuah tepian berlumpur di sebuah ruangan yang tergenang sebagian, berjarak beberapa kilometer di dalam kompleks itu pada Senin pekan lalu.

Pengunjung disarankan untuk tidak masuk gua selama musim hujan karena diketahui rawan banjir.

Pekan lalu, Otorita Pariwisata Thailand (TAT) menyampaikan pihaknya berencana untuk mempromosikan gua Tham Luang sebagai objek wisata setelah ditampilkan begitu jelas dalam berita.

"Gua ini menjadi menarik bagi wisatawan lokal dan asing," kata Karuna Dechatiwong, direktur TAT di provinsi Chiang Rai.(*)

Baca berita menarik lainnya dalam artikel: Misi Sukses: Tim Sepak Bola Remaja Thailand dan Pelatihnya Keluar dengan Selamat



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH