Cegah Kecurangan Ujian Masuk Universitas, Internet Seluler Nasional Dimatikan Negara Sudan mematikan internet seluler skala nasional untuk cegah kecurangan ujian (Foto: pixabay/foundry)

SAAT ujian masuk universitas, tak semua peserta jujur dan melakukan tindak kecurangan. Hal itulah yang membuat sebuah negara di Afrika mematikan internet seluler untuk mencegah kecurangan dalam ujian masuk universitas.

Selama bulan September, lebih dari 500.000 lulusan sekolah menengah di Sudan, akan mengikuti ujian masuk universitas. Untuk mencegah peserta atak melakukan kecurangan, internet seluler akan dimatikan secara nasioanl selama tiga jam setiap hari.

Baca Juga:

Krisis Demokrasi Melanda Universitas Nasional

Langkah yang diambil oleh Sudan bertujuan untuk memberantas kecurangan peserta ujian masuk universitas (Foto: pixabay/tjevans)

Seperti yang dilansir dari laman odditycentral Sudan memiliki sejarah panjang dalam mematikan internetnya, selama protes untuk menggangu koordinasi peserta. Tapi, tahun ini Sudan menggunakan penutupan internet sebagai langkah mencegah 'kecurangan skala besar' selama ujian masuk universitas.

Pada tanggal 16 September lalu tepatnya pukul 08.00 Waktu setempat, masyarakat Sudan menyadari bahwa meskipun sudah membayar tagihan tepat waktu, layanan internet seluluer mereka tidak berfungsi.

Usai menerima ribuan pengaduan, operator internet mengumumkan bahwa pemerintah telah memerintahkan penghentian internet seluler setiap hari hingga 24 September, sebagai cara untuk mencegah peserta ujian masuk Universitas melakukan kecurangan saat ujian.

Baca Juga:

Daftar 30 Universitas Terbaik di Indonesia

Menurut kantor berita EFE, pihak berwenang Sudan sudah mengadopsi tindakan kontroversial, untuk mencegah kecurangan ujian berskala besar yang terjadi tiga tahun lalu. Yakni ketika soal ujian bocor secara online, dan Kementerian Pendidikan harus menyelenggarakan sesi ujian kedua.

Sudan akan matikan internet seluler tiga jam sehari hingga tanggal 24 September 2020 (Foto: pixabay/nikolayhg)

Terkait langkah mencegah kecurangan tersebut, setiap hari antara pukul 08.00 - 11.00 pagi, internet seluler dimatikan secara nasional. Hal itu mengakibatkan sekitar 13 juta pelanggan data seluler tidak bisa mengakses web di seluruh dunia lewat ponsel pintar mereka.

Namun, tindakan tersebut hanya memengaruhi internet seluler saja. Sementara lembaga penting pemerintah, bank dan perusahaan yang menggunakan koneksi kabel tetap bisa beroperasi.

Dalam beberapa tahun terakhir, ada sejumlah teknik pencegahan kecurangan yang dilakukan, namun penutupan internet harian skala nasional di Sudan, diperkirakan merupakan cara yang paling ekstrem. (Ryn)

Baca Juga:

Universitas di Jerman Tawarkan Beasiswa untuk Orang-Orang Malas

Kredit : raden_yusuf

Tags Artikel Ini

Raden Yusuf Nayamenggala

LAINNYA DARI MERAH PUTIH