Cegah Faham Radikal, BNPT Kunjungin Pesantren Ngruki Boy Rafli Amar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme. (Foto: BNPT).

MerahPutih.com - Mencegah faham radikal dan aksi terorisme, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) terus melakukan silaturahmi kebangsaan pada Pondok Pesantren. Salah satunya dengan membangun silaturahmmi di Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Solo atau Surakarta, Jawa Tengah.

Ketua Yayasan Ponpes Al-Mukmin Ngruki Mualif Rosyidi mengatakan, pembinaan dan pendidikan santri merupakan wujud dari implementasi cita-cita negara yang dimuat dalam konsitutsi negara Undang-Undang Dasar 1945.

“Tempat anak-anak belajar nasionalisme, patriotisme dan kebhinnekaan itulah di pondok pesantren, kiprah para santri ikut mewujudkan cita-cita mewujudkan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa," jelas dia, Sabtu (29/8).

Baca Juga:

LPSK Minta Korban Terorisme Ajukan Permohonan Perlindungan

Ia mengklaim, banyak lulusan pesantrennya yang menjadi aparatur negara baik anggota Polri, TNI hingga pekerja swasta di bank.

"Kami melatih para santri untuk menjadi mandiri dan sederhana,” ujar Mualif.

Eksistensi dan peran dari Ponpes Al-Mukmin yang telah berdiri sejak tahun 1972 diakui Kepala BNPT Boy Rafli Amar, sebagai salah satu aset Indonesia yang mengamanahkan konstitusi negara. Terlebih sebanyak 1500 santri dan anak asuh yang saat ini menimba ilmu di Ponpes Al-Mukmin menandakan pengasuhan tunas bangsa yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

"Inilah keunggulan dan kesempatan membentuk akhlak generasi muda Indonesia," jelas Boy.

Kepala BNPT Boy Rafly Amar
Kepala BNPT Boy Rafli Amar. (Foto: BNPT).

Ia berharap, figur anak didik selain unggul di ilmu agama, juga cinta kepada bangsa dan negara Republik Indonesia.

"Harus dijaga bersama sampai ke generasi baru dan mendatang yang kuat peranannya dalam menyatukan negara Indonesia sangat beragam,” ujar Boy yang berpangkat Komjen ini.

Ia mengingatkan, peran dan perjuangan alim ulama dalam sejarah Kemerdekaan RI 75 tahun silam di tengah keberagaman Indonesia yang tidak bisa dipungkiri. Pondok pesantren diharapkan, membentuk generasi penerus yang penuh toleransi, tahan akan godaan kegiatan yang sarat akan kesia-siaan dan berkarakter kebangsaan.

"Karena anak-anak kita banyak yang kehilangan jati diri. Kita isi alam kemerdekaan dengan hal-hal positif dan konstruktif,” ujar Boy. (Knu)

Baca Juga:

PP Korban Terorisme Sudah Diteken, LPSK Ambil Langkah Cepat


Tags Artikel Ini

Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH