Cegah Dampak Buruk, Orangtua Dampingi Anak Bermedia Sosial Orang tua harus selalu mendampingi anak-anak saat mengakses media jejaring sosial. (Foto: Pixabay/terimakasih0)

ORANGTUA disarankan untuk selalu mendampingi anak-anak mereka saat mengakses media jejaring sosial (medsos) mengingat kedekatan anak-anak dan remaja generasi Z yang akrab dengan teknologi. Demikian seperti disampaikan psikolog anak dan remaja Vera Itabiliana Hadiwidjojo.

Perilaku anak dan remaja yang mengakses media sosial tanpa pendampingan akan berdampak buruk terhadap kondisi psikologis mereka, termasuk kepada keluarga.

BACA JUGA:

Bunda, Begini Cara Menumbuhkan Jiwa Sosial pada Anak

Berikut tips pendampingan anak dan remaja dari Vera Itabiliana Hadiwidjojo, seperti dikutip Antara.

1. Berteman dengan anak di medsos

Berteman dengan anak di media sosial sangat bagus. (Foto: Pixabaya/geralt)
Berteman dengan anak di media sosial sangat bagus. (Foto: Pixabaya/geralt)

Vera mengatakan orangtua perlu menjadi teman anak dalam media sosial. Mereka dapat saling mengikuti (follow) melalui akun masing-masing. Namun, Vera meminta orang tua untuk menjadi teman yang diam.

"Berteman, tapi jangan pernah memberi komen dalam unggahan anak, bahkan memberi like sekalipun,” katanya.

Vera mengatakan pertemanan itu sangat penting untuk menghindari anak merasa risih, tidak memiliki ruang, tidak nyaman, serta merasa diawasi.

“Jangan sampai anak membuat akun baru dalam medsos agar tidak dilihat oleh kita,” katanya.

2. Ikuti juga orang-orang yang di-ikuti anak

Ikuti orang-orang yang diikuti anak untuk mengetahui pengaruh terhadapnya. (Foto: Pixabay/Erik_Lucatero)
Ikuti orang-orang yang diikuti anak untuk mengetahui pengaruh terhadapnya. (Foto: Pixabay/Erik_Lucatero)

Menurut Vera, apa yang diikuti anak dalam media sosial dapat mempengaruhinya. Dengan pemantauan itu, orang tua akan tahu siapa saja yang diikuti anak. Tapi, seperti prinsip utama, orang tua perlu tetap menjadi teman yang diam.

3. Diskusikan masalah di dunia nyata

Kamu bisa berdiskusi dengan anak di dunia nyata. (Foto: Pixabay/StockSnap)
Kamu bisa berdiskusi dengan anak di dunia nyata. (Foto: Pixabay/StockSnap)

“Kalau ada unggahan anak yang aneh misalnya unggahan foto yang terlalu vulgar atau akun lain yang diikuti anak tidak baik, coba diskusikan dengan anak secara langsung dan edukasi dia, misalnya mengenai cyber bullying,” ujar Vera.

4. Jadi teman anak di dunia nyata

Tetap prioritaskan pertemanan di dunia anak dibanding dengan dunia maya. (Foto: Pixabay/rawpixel)
Tetap prioritaskan pertemanan di dunia anak dibanding dengan dunia maya. (Foto: Pixabay/rawpixel)

Vera mengatakan komunikasi dengan anak merupakan kunci penting, terutama pada kehidupan nyata dibanding sekadar menjadi teman dalam dunia maya.

“Jadilah teman baiknya. Jangan jadi orang tua yang diktaktor sehingga anak tidak kapok dan merasa nyaman untuk terbuka kepada kita,” katanya. (*)

Baca Juga:

Mengapa Ibu Harus Percaya Diri ketika Menyusui?


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH