Kesehatan
CDC Masukkan Jepang ke Daftar Risiko Tinggi untuk Dikunjungi CDC memasukkan Jepang ke daftar risiko tinggi untuk bepergian. (pexels-satoshi-hirayama)

BADAN pencegahan dan penanggulangan penyakit AS (CDC) menambahkan lebih banyak destinasi dalam daftar risiko tinggi untuk dikunjungi akibat COVID-19, Senin (7/2).

Daftar risiko tinggi untuk dikunjungi, level 4 dalam kategori CDC, kini berisikan 135 negara. Daftar itu akan terus berkembang seiring dengan penyebaran cepat varian omicron ke seluruh dunia. Pada Januari lalu, daftar level 4 ‘hanya’ berisi 80 destinasi. Dengan tambahan terbaru ini, seperti dilansir CNN Travel, daftar level 4 berjumlah paling banyak di antara semua level keamanan CDC.

BACA JUGA:

Menekuni Hobi, Kunci Jaga Kesehatan Mental saat Pandemi

Badan AS itu membagi tingkat keamanan destinasi berdasarkan jumlah kasus baru COVID-19 dalam 28 hari terakhir. Level 4 merupakan daftar destinasi dengan risiko tinggi dengan catatan 500 kasus per 100 ribu populasi dalam 28 hari terakhir. CDC menyarankan pelancong menghindari bepergian ke destinasi yang masuk level 4.

Pekan ini, CDC menambahkan dua negara kepulauan ke daftar level 4. Jepang di Asia dan Kuba di Karibia. Destinasi yang ada di level 4 tersebar di seluruh penjuru dunia. Beberapa destinasi yang baru dimasukkan ke daftar pekan ini termasuk Armenia, Republik Demokrasi Kongo, Israel, Libia, dan Oman.

Kuba
Selain Jepang, CDC juga memasukkan Kuba pekan ini. (pexels-yuting-gao)

Sejumlah destinasi favorit pelancong, seperti Australia, Kanada, Prancis, Peru, Singapura, dan Spanyol, telah lebih dahulu ada di daftar level 4 CDC. Inggris bahkan telah berada dalam daftar sejak Juli 2021.

Sementara itu, untuk daftar level 3, yang berlaku untuk destinasi dengan 100-500 kasus per 100 ribu populasi dalam 28 hari, mendapat tiga tambahan pekan ini, yaitu Bangladesh, Montserrat, dan Afrika Selatan.

Destinasi berisiko moderat dan rendah

selandia baru
Selandia Baru yang diketahui memiliki aturan ketat perjalanan ada di level moderat.(Foto: pexels-tim-grundtner)

CDC juga mencatat sejumlah destinasi memiliki risiko moderat (level 2) dengan catatan 50-99 kasus per 100 ribu populasi dalam 28 hari terakhir. Hanya ada lima negara dalam level 2 ini. Pakistan merupakan tambahan terbaru dalam daftar yang juga memasukkan Selandia Baru. ‘Negeri Kiwi’ diketahui sebagai negara yang memberlakukan aturan ketat dalam hal perjalanan wisata.

Sementara itu, negara dengan jumlah kasus kurang dari 50 per 100 ribu populasi dalam 28 hari terakhir dimasukkan CDC dalam kategori level 1, risiko rendah. Hanya ada tujuh negara di daftar risiko rendah dan tak ada penambahan untuk pekan ini. Indonesia saat ini ada dalam daftar level 1 CDC bersama dengan Tiongkok yang tengah menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin.

Daftar destinasi dengan penyebaran COVID-19 ini amat membantu para pelancong menetapkan tujuan mereka. Dr Leana Wen, seorang analis medis di CNN yang juga profesor manajemen dan kebijakan kesehatan publik di George Washington University Milken Institute School of Public Health, mengatakan laju transmisi amat penting menjadi pertimbangan saat memutuskan untuk bepergian ke suatu destinasi. Meski demikian, ia menyebut faktor lain juga perlu menjadi pertimbangan. “Laju transmisi bisa menjadi salah satu pemandu. Hal lain yang perlu dipertimbangkan yakni tindakan pencegahan apa yang diperlukan ketika sampai di tujuan. Hal yang ketiga ialah jenis kegiatan yang akan dilakukan di sana,” jelas Wen.

Ia membandingkan aktvitas mengunjungi bar tertutup yang penuh pelanggan dengan berbaring di pantai dan menjauh dari kerumunan. “Itu akan sangat jauh berbeda. Keduanya memiliki tingkat risiko yang jauh berbeda,” imbuhnya.

Dalam panduan mereka, CDC menyarankan para pelancong untuk menghindari bepergian sampai benar-benar menerima dosis lengkap vaksin. Wen pun mengamini syarat tersebut. Ia menyebut pelancong yang belum menerima dosis lengkap vaksin amat mungkin terjangkit COVID-19. “Pelancong wajib mengenakan masker berkualitas, seperti N95, KN95 atau KF94, saat berada di dalam ruang yang penuh sesak dengan orang lain yang belum diketahui status vaksinnya,” sarannya.(dwi)

Penulis : Dwi Astarini Dwi Astarini
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Blink Khawatirkan Kesehatan Jisooo BLACKPINK, YG Entertainment Beri Tanggapan
ShowBiz
Perempuan Tak Perlu Takut Lagi Hiperpigmentasi
Fun
Perempuan Tak Perlu Takut Lagi Hiperpigmentasi

Hiperpigmentasi ditandai dengan kemunculan noda hitam akibat sinar UV.

Hybe Bagikan Detail Webtoon dan Novel Web BTS, TXT, dan ENHYPEN
ShowBiz
Hybe Bagikan Detail Webtoon dan Novel Web BTS, TXT, dan ENHYPEN

Cerita asli yang akan dirilis perama kali ialah 7Fates: Chakho dengan BTS.

CEO Xbox Beri Pesan Penting Kepada Para Gamer
Fun
CEO Xbox Beri Pesan Penting Kepada Para Gamer

Ia menyampaikan pesan tersebut pada Event DICE Award 2022.

Kolaborasi Hadirkan Perlindungan bagi Pengguna Layanan Supir Profesional
Fun
Kolaborasi Hadirkan Perlindungan bagi Pengguna Layanan Supir Profesional

Perlindungan ini menyediakan proteksi dari risiko kehilangan hingga kerusakan.

Benteng Takeshi Digarap Ulang untuk Prime Video
Hiburan & Gaya Hidup
Benteng Takeshi Digarap Ulang untuk Prime Video

Banyak proyek lokalisasi Jepang yang akan digarap Amazon.

God of War Ragnarok Hadirkan Mode 120hz di PlayStation 5
Fun
God of War Ragnarok Hadirkan Mode 120hz di PlayStation 5

menghadirkan berbagai opsi untuk kamu yang ingin mainkan gim terbaru God of War Ragnarok dengan lebih nyaman.

Peserta Pendatang Baru Siap Jadi Kuda Hitam di IBrC 2022
Fun
Peserta Pendatang Baru Siap Jadi Kuda Hitam di IBrC 2022

Banyak pendatang baru yang terlihat begitu terampil di IBrC 2022.

Elon Musk Katakan Twitter Siap Tambah Karyawan Baru
Fun
Elon Musk Katakan Twitter Siap Tambah Karyawan Baru

Setelah PHK besar-besaran, sekarang Twitter cari karyawan besar-besaran.

Kolaboramie, Proses Kreatif Kolab Mi di Ideafest 2022
Fun
Kolaboramie, Proses Kreatif Kolab Mi di Ideafest 2022

Indomie berusaha mendukung dan memajukan bisnis lokal melalui kolaborasi bersama mereka.