Cawapres Jokowi Dimunculkan di Akhir Pendaftaran Agar Tak Pecah Kongsi? Presiden Joko Widodo kembali menggelar pertemuan dengan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis, Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/7) malam. Foto: PDI Perjuangan

Merahputih.com - Pengamat Politik Voxpol Center, Pangi Syarwi menilai PDI Perjuangan sedang mempraktekkan politik 'last minute' dengan menutup rapat nama Cawapres Jokowi.

Padahal sebelumnya, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri menyebut sudah mengetahui sosok yang menjadi pendamping Presiden RI ke-7 itu.

"PDIP main startegi di last minute. Ini politik saling kunci, kalau diumumkan sekarang nanti dikhawatirkan pecah koalisi," kata Pangi di DPP PDIP Menteng Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Dia menduga, nama Cawapres Jokowi akan muncul jelang detik-detik terakhir penutupan pendaftaran Capres dan Cawapres 10 Agustus mendatang. "Injury time paling tepat menjaga koalisi. Tujuannya di last minute adalah agar ada ucapan tidak ada lagi diskusi dan kompromi," ujarnya.

Presiden Joko Widodo kembali menggelar pertemuan dengan Ketum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Istana Batu Tulis Bogor, Jawa Barat, Minggu (8/7) malam. Foto: PDI Perjuangan

Strategi yang sama juga pernah digunakan saat Pilkada DKI lalu. "Persis di DKI, kalau ada nama dari awal nanti ada yang menjahili koalisi," imbuhnya.

Sebelumnya, Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri bertemu Presiden Jokowi di Istana Batu Tulis Bogor, Jabar, Minggu (8/7) malam.

Usai pertemuan itu, Megawati mengakui sudah diberitahu siapa sosok yang bakal mendampingi Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Hanya saja, namanya masih dirahasiakan menunggu waktu yang tepat.

"Pengumuman dilakukan pada momentum tepat, dan dalam cuaca yang cerah, secerah ketika matahari terbit dari timur. Jadi tunggu saja dan sabar," ujar Megawati Soekarnoputri. (Fdi)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH