Catatan Legislator PDIP Terkait Satu Tahun Pandemi COVID-19 Ilustrasi vaksin COVID-19. Foto: Pixabay

MerahPutih.com - Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Rahmad Handoyo mengapresiasi, kinerja pemerintah dalam mengatasi pandemi COVID-19.

Pengendalian COVID-19 ini tidak hanya tugas pemerintah pusat tetapi menjadi tanggung jawab gotong royong bersama. Baik, pemerintah daerah dan rakyat sendiri juga termasuk elemen masyarakat.

"Sehingga ini yang akan menjadikan berhasil tidaknya pengendalian," kata Rahmad, Selasa, (2/3).

Baca Juga

Ratusan Atlet Jalani Vaksinasi COVID-19

Hal tersebut disampaikan oleh Rahmad menyikapi setahun pandemi COVID-19 di Indonesia. Nah, untuk benar-benar terbebas dari pandemi COVID-19, masih membutuhkan kerja keras. Dia berkaca dari pelaksanaan kebijakan PSBB hingga sekarang PPKM skala mikro.

Kebiasaan baru itu mudah dilaksanakan tetapi tidak semudah dilaksanakan di daerah. Lalu merubah prilaku, budaya seperti, mencuci tangan, menjaga jarak, memakai masker itu yang muda. "Tetapi di lapangan masih banyak sekali rakyat kita yang abaikan," ujar Rahmad.

vaksin
Ilustrasi vaksin. Foto: Pixabay

Hal tersebut, dipersulit lantaran hingga saat ini masih banyak masyarakat yang beranggapan jika COVID-19 tidak ada dan tidak berbahaya.

"Inilah tantangan yang menyebabkan belum bisa mengendalikan seluruhan meskipun pemerintah sudah baik mengeluarkan keputusan ya kalau tidak sama-sama dengan masyarakat ya saya rasa masih butuh pertimbangan," kata Rahmad.

Dengan demikian, lanjut Rahmad, ke depan tetap perlu dilakukan pengendalian yang lebih massif dengan terus membumikan protokol kesehatan dan kebiasaan baru.

"Nah catatan ini perlu kita untuk pengendalian kedepan," imbuhnya.

Baca Juga

DPR Pastikan Vaksinasi Anggota Dewan Tak Ditutup-tutupi

Rahmad juga menyambut baik, upaya pemerintah dalam menakan angka naiknya kasus COVID-19 dengan mempersingkat jadwal libur dan cuti bersama. Menurutnya, pemerintah sudah sangat bijak menerapkan hal tersebut.

"Nah dari data itu lah pemerintah memutuskan untuk tahun 2021 di lakukan memperpendek dalam rangka pengendalian COVID-19. Kalau tidak di perpendek data menunjukkan setiap libur panjang jadi pergerakan penduduk yang mudik dan liburan berimplikasi ke peningkatan COVID-19," kata Rahmad. (Pon)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum
Indonesia
Perbandingan Kerumunan Rizieq Vs Jokowi Versi Praktisi Hukum

Massa yang berkerumum pada saat Presiden Jokowi melintas di sepanjang jalan menuju ke Bendungan Napun Gete, adalah massa spontan

Hari Ini, Polisi Periksa David NOAH
Indonesia
Hari Ini, Polisi Periksa David NOAH

Pengacara David NOAH, Hendra PS mengatakan, kliennya meminjam uang dari LY dalam kapasitasnya selaku direktur komunikasi di sebuah perusahaan sehingga peminjaman uang antara David dan LY adalah murni urusan bisnis.

Garuda Indonesia Terlilit Hutang Rp70 Triliun dan Kas Negatif Rp41 Triliun
Indonesia
Garuda Indonesia Terlilit Hutang Rp70 Triliun dan Kas Negatif Rp41 Triliun

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, langkah penyelamatan Garuda adalah akan fokus pada bisnis penerbangan domestik dengan melayani perjalanan masyarakat antarpulau di Tanah Air.

Tjahjo Perintahkan Semua Kantor Pemerintah Punya Tim Penanganan COVID-19
Indonesia
Tjahjo Perintahkan Semua Kantor Pemerintah Punya Tim Penanganan COVID-19

Jika terdapat pegawai yang terkonfirmasi positif, Tim Penanganan COVID-19 harus cepat melakukan beberapa tindakan.

Wapres Sesalkan Potensi Wakaf Uang Rp180 T setahun Belum Disentuh
Indonesia
Wapres Sesalkan Potensi Wakaf Uang Rp180 T setahun Belum Disentuh

Hari ini pemerintah meluncurkan Gerakan Nasional Wakaf Uang.

Kapolda Metro Pastikan Seluruh Korban Kebakaran Adalah Napi
Indonesia
Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Dimulai Bulan Depan
Indonesia
Pembangunan Jalan Tol Jogja-Solo Dimulai Bulan Depan

Komisaris Utama PT Jogjasolo Marga Makmur, Anang menjelaskan, proyek sepanjang 96 km ini rencananya mulai digarap pada November 2020 dan bisa beroperasi paling lambat 2023.

Panglima TNI Beri Perhatian Khusus dalam Penerapan Prokes di DIY
Indonesia
Panglima TNI Beri Perhatian Khusus dalam Penerapan Prokes di DIY

anglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto memastikan jajarannya bakal membantu mengawasi kepatuhan penerapan protokol kesehatan secara ketat khususnya terhadap warga di 55 RT di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Personel Pengejar Kelompok Ali Kolera Poso Segera Diganti
Indonesia
Personel Pengejar Kelompok Ali Kolera Poso Segera Diganti

Dari data pihak kepolisian, saat ini anggota kelompok MIT Poso masih tersisa sembilan orang.

Kemendagri Jawab Isu Terdapat Cip di E-KTP untuk Menyadap dan Melacak Orang
Indonesia
Kemendagri Jawab Isu Terdapat Cip di E-KTP untuk Menyadap dan Melacak Orang

Di media sosial ramai unggahan video terkait pembongkaran cip di KTP elektronik yang disebutkan dapat dipergunakan pihak kepolisian untuk melacak keberadaan seseorang.