Catat, Mulai Tanggal Ini Sanksi Langgar Protokol Kesehatan Diberlakukan di Kota Cirebon Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis (masker putih) monitoring pelaksanaan protokol kesehatan di mall Cirebon Super Blok (CSB). (Foto: MP/Mauritz)

MerahPutih.com - Tindakan tegas diberikan Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Cirebon bagi pelanggar protokol kesehatan, mulai 1 Oktober.

Pengusaha diminta untuk menerapkan protokol kesehatan secara disiplin untuk menghindari penerapan kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

“Pengelola harus membantu saya, supaya saya tidak ditekan untuk melakukan PSBB lagi,” tegas Wali Kota Cirebon Nashrudin, usai melakukan monitoring pelaksanaan protokol kesehatan di mall Cirebon Super Blok (CSB), Jalan Ciptomangunkusumo, Kota Cirebon, Sabtu, (26/9).

Baca Juga:

Pemkab Cirebon Siap Fasilitasi Pilkades Berbasis Digital

Dijelaskan Azis, Pemda Kota Cirebon sudah menyiapkan rancangan jika terjadi kejadian terburuk terkait penyebaran COVID-19. Termasuk kemungkinan penerapan kembali PSBB atau pembatasan operasional usaha di Kota Cirebon.

Namun, lanjut Azis, pihaknya masih belum menerapkan PSBB maupun pembatasan operasional usaha di Kota Cirebon. Ada pun yang dilakukan saat ini hanya pembatasan aktivitas dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

Untuk itu, Azis meminta pengelola usaha di Kota Cirebon untuk secara disiplin menaati protokol kesehatan. Kepada pengelola CSB maupun mal dan pusat perekonomian lainnya di Kota Cirebon, Azis memberikan waktu hingga 1 Oktober untuk melakukan sosialisasi dan pembenahan penerapan protokol kesehatan. Kalau 1 Oktober masih melanggar, Pemda Kota Cirebon akan bertindak tegas.

“Kalau perlu saya sendiri yang akan menutupnya,” tegas Azis.

Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi me-launching Tim Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan COVID-19. (Foto: MP/Mauritz)
Ilustrasi - Kapolresta Cirebon Kombes Pol M Syahduddi me-launching Tim Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan COVID-19. (Foto: MP/Mauritz)

Saat melakukan monitoring di CSB mal, Azis satu per satu memasuki restoran dan tenant (penyewa) yang ada di kawasan CSB. Azis juga mengingatkan agar setiap tenant mematuhi protokol kesehatan. Seperti membatasi orang yang masuk ke toko mereka, lakukan jaga jarak dan selalu mengingatkan kepada pengunjung untuk menggunakan masker. Bahkan Azis sempat menegur sejumlah tenant yang tidak menerapkan jaga jarak bagi pengunjung mereka.

"Jangan pernah mengatakan rugi untuk menyisihkan beberapa kursi," tegas Azis. Masih ada kerugian yang lebih besar jika protokol kesehatan tidak dijalankan yaitu terjadinya peningkatan jumlah orang yang terpapar COVID-19. Terlebih saat ini tingkat penyebaran COVID-19 di Kota Cirebon cukup tinggi.

Baca Juga:

Bupati Cirebon Dukung Pengembangan E-Sport

Sementara itu, Nining Heryanti, Operational Supervisor CSB mengungkapkan, pihaknya telah melakukan pembatasan jumlah pengunjung yang masuk ke mall mereka.

“Tim kami setiap hari juga melakukan kontrol dan mengingatkan kepada setiap tenant,” ungkap Nining.

Nining juga mengaku akan mematuhi apa yang diminta Wali Kota Cirebon Nashrudin Azis untuk melakukan sosialisasi dan penerapan protokol kesehatan secara disiplin di lingkungan CSB mall. (MP/Mauritz)

Baca Juga:

Polresta Cirebon Bentuk Tim Penindak Pelanggar Protokol Kesehatan COVID-19

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Terima BLT Rp1,2 Juta, Karyawati Ingin Beli Sepeda dan Make Up
Indonesia
Terima BLT Rp1,2 Juta, Karyawati Ingin Beli Sepeda dan Make Up

"Wah menarik (tuh beli sepeda)," ungkap wanita yang bertempat tinggal di Tangerang Selatan ini.

Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan
Indonesia
Tindakan Rasisme Relawan Jokowi Dinilai Rusak Pondasi Kebangsaan

"Karena ia telah memberi contoh yang tidak baik dan merusak pondasi kebangsaan yang berdemokrasi serta persatuan bangsa," tutup Gurun.

Wartawan Merahputih.com Hilang saat Meliput Demo Tolak UU Cipta Kerja
Indonesia
Wartawan Merahputih.com Hilang saat Meliput Demo Tolak UU Cipta Kerja

Jurnalis MERAHPUTIH.COM atas nama Ponco Sulaksono yang bertugas meliput aksi Demonstrasi Penolakan UU Omnibus Law di kawasan Monas Gambir Jakarta Pusat.

Swasta Berlomba Kembangkan Vaksin COVID-19, Menristek: Pemerintah Tidak Campur Tangan
Indonesia
Swasta Berlomba Kembangkan Vaksin COVID-19, Menristek: Pemerintah Tidak Campur Tangan

Indonesia sedang membentuk tim pengembangan vaksin nasional

DPR: THR Harus Tetap Dibayarkan, Tak Ada Pengecualian
Indonesia
DPR: THR Harus Tetap Dibayarkan, Tak Ada Pengecualian

Kemnaker telah melakukan dialog dengan Apindo dan para pengusaha

Eks Sekretaris MA Nurhadi Diadili Pekan Depan
Indonesia
Eks Sekretaris MA Nurhadi Diadili Pekan Depan

Nurhadi disangka melanggar Pasal 12 A atau Pasal 11 UU Pemberantasan Tipikor dan Pasal 12B.

Sejak Akhir Maret, Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet 3.630 Orang
Indonesia
Sejak Akhir Maret, Pasien Sembuh COVID-19 di RSD Wisma Atlet 3.630 Orang

924 orang berstatus positif COVID-19 dari hasil pengujian pemeriksaan sampel lendir

Pelajar Ditangkap karena Ikut Demo, Kapolda Metro Panggil Seluruh Kepala Sekolah
Indonesia
Pelajar Ditangkap karena Ikut Demo, Kapolda Metro Panggil Seluruh Kepala Sekolah

Kepolisian mengamankan sekitar 2.667 orang yang didominasi 70% para pelajar dari Bogor, Subang, Jakarta, Bekasi, Tangerang, maupun Cilegon dalam demonstrasi menolak Undang-undang Cipta Kerja

[HOAKS atau FAKTA]: Ketua KPU Bisa Menangkan Donald Trump Seperti Jokowi
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Ketua KPU Bisa Menangkan Donald Trump Seperti Jokowi

Faktanya, gambar itu adalah gambar hasil editan atau suntingan.

Pemerintah Akui Kewalahan Hadapi COVID-19
Indonesia
Pemerintah Akui Kewalahan Hadapi COVID-19

Ketua Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19, Doni Munardo mengakui, pemerintah kewalahan menghadapi virus COVID-19 yang sudah berlangsung kurang lebih selama 10 bulan.