Catat! Jadwal Pencairan BLT BBM di Kota Bandung Penyaluran BLT BBM di Kota Bandung. (Humas Pemkot Bandung)

MerahPutih.com - Pemerintah mulai menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada sekitar 20,6 juta keluarga penerima manfaat di Indonesia, termasuk di Kota Bandung. Penyaluran BLT ini sebagai bentuk pengalihan subsidi BBM.

Penyaluran BLT BBM di Bandung, berdasarkan data PT Pos Indonesia tercatat ada sebanyak 76.497 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang akan menerima BLT BBM.

Baca Juga

Gibran Siap Salurkan BLT BBM, Totalnya Capai Rp 14 Miliar

Bantuan ini disalurkan oleh Kementerian Sosial bekerja sama dengan PT Pos Indonesia. Proses penyaluran bantuan untuk warga Kota Bandung ini sudah dilakukan sejak Kamis (8/9)

Ketua Satgas Penyaluran BLT Kompensasi BBM Kantor Pos Bandung, Doni Meilana mengungkapkan, besaran BLT BBM yang diberikan adalah Rp 150.000 per bulan selama empat bulan dari September hingga November yang dilakukan dalam dua tahap.

Tahap pertama dilakukan pada September sebesar Rp 300.000 (September dan Oktober). Tahap kedua direncanakan dilakukan pada bulan November sebesar Rp 300.000 (November dan Desember). Serta mendapatkan program bantuan tunai sembako sebesar Rp 200.000 per KPM.

Ia mengatakan, pada hari pertama penyaluran PT. Pos Kota Bandung telah menyalurkan kepada 11.873 KPM di Kota Bandung.

"Kita targetkan penyaluran kepada 11.770 KPM. Sesuai target dari Kementerian Sosial yang harus selesai selama 10 hari, kita akan selesaikan selama 7 hari ke depan," katanya.

"Supaya masih ada waktu untuk kita siapkan bagi penerima yang belum mengambil," imbuhnya

Baca Juga

Pemberian BLT BBM Supaya Kemiskinan Ekstrem Tak Melonjak

Ia menerangkan, ada tiga cara penyaluran BLT BBM, yaitu melalui Kantor Pos terdekat, disalurkan di komunitas setempat (Kecamatan, Desa/ Kelurahan), dan disalurkan langsung ke rumah penerima manfaat bila penerima manfaat termasuk pada disabilitas, lanjut usia, atau sakit.

"Untuk pengambilan di Pos Bandung selama dua hari ini kita fasilitasi untuk 3 kecamatan yaitu Kecamatan Sumur Bandung, Regol dan Astanaanyar. Untuk lokasi lain itu tergantung pihak kecamatan dan kelurahan mau tempatnya di mana," ujarnya.

Adapun tahapan proses verifikasi KPM dari BLT BBM pada saat akan menerima bantuan ini, yaitu melalui face recognition, scan barcode cekpos digital yang terdapat pada SP KPM.

Selain itu, apabila penerima manfaat diwakili oleh keluarga, maka akan diinput Nomor Induk Kependudukan (NIK) yang mewakili, juga foto diri KPM atau yang mewakili, dan khusus untuk KPM difabel difoto seluruh badan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Sosial Kota Bandung, Soni Bakhtiyar mengatakan Pemkot Bandung akan melakukan pengawasan penyaluran BLT BBM dan sembako berkoordinasi dengan Kantor Pos, camat, dan lurah.

"Dinsos akan menurunkan tim monitoring dan TKSK untuk membantu mengawasi. Kita pastikan dan awasi mekanisme penyalurannya," ujarnya.

Hadirnya BLT BBM dan sembako tersebut tentunya membantu masyarakat menghadapi dampak kenaikan BBM. Salah satunya diungkapkan oleh Gufron, warga Kecamatan Regol.

Ia mengaku sangat terbantu dengan hadirnya BLT ini. BLT akan dipakai untuk membeli kebutuhan pokok dan biaya sekolah anaknya.

"Alhamdulillah sangat membantu, kebetulan ini akan digunakan buat beli beras sebagian dan untuk biaya sekolah anak saya," kata pria yang berprofesi sebagai ojek online tersebut.

Hal serupa juga dikatakan Muhammad Rifki. Pria yang sehari-hari berjualan tauge di Pasar Andir tersebut mengatakan uang BLT yang diterimanya akan digunakan untuk menambah modal usahanya.

"Alhamdulillah ya buat nambah-nambah ekonomi, sebagian nanti buat tambah usaha, sebagian lagi buat nambahin beli sembako," katanya. (Imanha/Jawa Barat)

Baca Juga

Warga Bandung Mulai Terima Rp 500 Ribu BLT BBM dan Sembako

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Ketua DPRD Sebut Banyak PR yang Dikerjakan Pj Gubernur dari Warisan Anies
Indonesia
Ketua DPRD Sebut Banyak PR yang Dikerjakan Pj Gubernur dari Warisan Anies

DPRD DKI Jakarta telah mempunyai tiga nama sebagai calon Pejabat (Pj) Gubernur menggantikan Anies Baswedan yang lengser pada 16 Oktober 2022 mendatang.

Krisis dan Kerawanan Pangan Global Meningkat
Dunia
Krisis dan Kerawanan Pangan Global Meningkat

Krisis ketahanan pangan menambah tekanan lebih lanjut pada 60 persen negara berpenghasilan rendah pada atau mendekati kesulitan utang.

Survei LSI: Ganjar Duduki Peringkat Teratas Elektabilitas Capres 2024
Indonesia
Survei LSI: Ganjar Duduki Peringkat Teratas Elektabilitas Capres 2024

Elektabilitas Ganjar Pranowo masih tertinggi dalam temuan sejumlah lembaga survei, termasuk Lembaga Survei Indonesia (LSI). Dalam rilis survei terbaru LSI, elektabilitas Ganjar masih di atas Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.

Ribuan Warga Solo Sambut Kirab Obor ASEAN Para Games
Indonesia
Ribuan Warga Solo Sambut Kirab Obor ASEAN Para Games

Torch relay APG 2022 dimulai dari Purwosari menuju Stadion Sriwedari merupakan tempat bersejarah penyelenggaraan PON pertama di Indonesia.

Wakil Rakyat Tolak Mentah-Mentah Usul Menteri Menyambi Jabatan Kepala IKN 
Indonesia
Wakil Rakyat Tolak Mentah-Mentah Usul Menteri Menyambi Jabatan Kepala IKN 

Kepala badan otorita yang bertanggung jawab nantinya memerlukan fokus lebih dalam membangun IKN.

Penambahan Kasus Harian COVID-19 di Bawah Angka 1.500
Indonesia
Penambahan Kasus Harian COVID-19 di Bawah Angka 1.500

Pemerintah melaporkan penambahan 1.445 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir.

[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Merusak Organ Tubuh Pada Anak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Vaksin COVID-19 Merusak Organ Tubuh Pada Anak

Beredar sebuah cuitan oleh akun @RENIEKA2012 dengan klaim bahwa Vaksin Covid-19 menyebabkan kemandulan dan merusak organ dalam anak anak.

Mayoritas Pemilih PKS Ingin Mengusung Anies Jadi Capres
Indonesia
Mayoritas Pemilih PKS Ingin Mengusung Anies Jadi Capres

Mayoritas pemilih Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepincut dengan sosok Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Mereka disebut ingin agar orang nomor satu di ibu kota itu diusung menjadi capres di Pilpres 2024 mendatang.

Muncul Kasus Penyakit Mulut dan Kuku, Peternak Sapi di Sukoharjo Mulai Resah
Indonesia
Muncul Kasus Penyakit Mulut dan Kuku, Peternak Sapi di Sukoharjo Mulai Resah

Peternak sapi di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, resah seiring munculnya temuan kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di sejumlah daerah

Eks Menkes Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDI
Indonesia
Eks Menkes Terawan Dipecat dari Keanggotaan IDI

Pemberhentian Terawan merujuk pada keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI.