Wisata Dunia

Catat, Aturan Unik Traveling di Berbagai Negara

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 13 Januari 2024
Catat, Aturan Unik Traveling di Berbagai Negara

Dilarang meludah di Barcelona. (Foto: Unsplash/Logan Armstrong)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

BEPERGIAN ke luar negeri bisa menjadi petualangan yang menyenangkan sekaligus mendapatkan pengalaman baru. Namun, satu hal yang jangan sampai terlupakan, yakni mempelajari aturan traveling yang dimiliki negara tersebut.

Terkadang, hal yang biasa dilakukan di Indonesia belum tentu boleh dilakukan di negara lain. Jangan sampai kamu berurusan dengan aparat setempat karena melanggar peraturan lokal. Dilansir laman Travel Noire, berikut beberapa aturan unik di berbagai negara.

Baca juga:

Panduan Lengkap Daftar Barang yang Harus Dibawa saat Traveling

Catat, Aturan Unik Traveling di Berbagai Negara
Jangan mengenakan sepatu hak tinggi di Acropolis. (Foto: Unsplash/Laura Choutte)

1. Dilarang meludah di Barcelona

Meludah di depan umum umumnya dianggap kasar dan menjijikkan. Tak terkecuali di Barcelona. Bahkan laku ini juga ilegal.

Kota ini memiliki undang-undang yang melarang meludah di jalanan, trotoar, atau ruang publik lainnya. Undang-undang ini bertujuan mencegah penyebaran penyakit dan menjaga kota tetap bersih dan menarik.

Selain itu, jika ketahuan meludah, kamu bisa dikenakan denda hingga 3.000 Euro atau sekitar Rp 51 juta. Jadi, jika ingin membersihkan tenggorokan, gunakanlah tisu atau buang ditempat sampah.

2. Membuang permen karet sembarangan di Singapura

Singapura kota metropolitan yang terkenal dengan kebersihannya. Namun, ada perubahan yang mengejutkan terhadap permen karet.

Penjualan permen karet dilarang untuk menjaga penampilan ruang publik tetap bersih. Membawa dalam jumlah kecil untuk penggunaan pribadi diperbolehkan, tapi penting untuk membuangnya secara bertanggung jawab.

Jika kamu ketahuan menempelkan atau membuang di trotoar atau angkutan umum, bersiaplah menghadapi denda yang besar.

3. Menggunakan sepatu hak tinggi di Acropolis, Yunani

Jika berencana mengunjungi Acropolis yang ikonik di Athena, kamu harus mempertimbangkan kembali pilihan alas kaki. Yunani telah melarang sepatu hak tinggi di situs bersejarah untuk melindungi monumen kuno dari kerusakan. Jadi, lebih baik mengenakan sepatu kets jika ingin pergi ke sana.

Baca juga:

Tak Terpisahkan, Wisata Kuliner Bagian Penting Traveling

Catat, Aturan Unik Traveling di Berbagai Negara
Dilarang memberi makan merpati di Venesia. (Foto: Unsplash/Dadalan Real)


4. Lindungi kucing di Roma

Selain menjadi pemandangan umum di gang-gang gelap, kucing liar juga berada di bawah perlindungan hukum. Menyakiti atau mengganggu kucing di Roma merupakan pelanggaran hukum. Oleh karena itu, pikirkan lagi jika kamu ingin mengusir kucing ketika sedang berwisata.

5. Dilarang memberi makan merpati di Venesia

Piazza San Marco di Venesia adalah alun-alun yang dipenuhi turis, penduduk lokal, dan merpati yang mencari makanan ringan. Memberi makan merpati di alun-alun tersebut dilarang keras.

Pihak berwenang Venesia tidak ragu menegakkan hukum ini dengan memberikan denda besar. (and)

Baca juga:

Tip Fesyen Bayi Praktis untuk Traveling

#Wisata #Wisata Dunia #Travel
Bagikan
Ditulis Oleh

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.

Berita Terkait

Indonesia
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Ancol kini menggelar promo tiket masuk seharga Rp 35 ribu. Nantinya, pengunjung mendapatkan voucher makan senilai Rp 20 ribu.
Soffi Amira - Kamis, 15 Januari 2026
Promo Ancol 2026: Tiket Masuk Rp 35 Ribu, Gratis Voucher Makan Rp 20 Ribu
Indonesia
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Larangan pergerakan kapal pada malam hari di wilayah perairan Taman Nasional (TN) Komodo.
Wisnu Cipto - Jumat, 09 Januari 2026
Syahbandar Larang Kapal Wisata Labuan Bajo Berlayar Malam Hari
Indonesia
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Menjadi representasi transformasi layanan kereta api dari sekadar moda transportasi menjadi bagian dari ekosistem pariwisata.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Januari 2026
Kereta Panoramic Jadi Favorit Wisata Nataru 2025-2026, Pelanggan Capai 11.819 Orang
Indonesia
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Aktivitas perjalanan di Cirebon selama Nataru mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus meningkatnya minat perjalanan wisata berbasis kereta api.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Cirebon Jadi Tujuan Pariwisata Baru saat Nataru 2026, KAI Catat 274 Ribu Penumpang Kereta Api Turun dan Naik
Indonesia
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Perjalanan dengan kereta api kini dimaknai sebagai momen menikmati waktu, suasana, dan keindahan alam di sepanjang jalur rel.
Dwi Astarini - Jumat, 02 Januari 2026
Penumpang KA Panoramic Tembus 150 Ribu Orang per Tahun, Bukti Naik Kereta Jadi Tren Baru Berlibur
Foto Essay
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Suasana warga piknik bersama keluarga menikmati matahari terbenam di Pantai Pattaya, Chonburi, Thailand, Sabtu (20/12/2025).
Didik Setiawan - Sabtu, 27 Desember 2025
Menikmati Keindahan Senja di Pantai Pattaya, Wajah Lain Wisata Alam Thailand
Indonesia
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Untuk itu, ia mendesak Pemprov DKI agar lebih masif dalam menyebarkan informasi pembukaan ini melalui berbagai kanal resmi pemerintah
Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Desember 2025
Teater Bintang Planetarium Buka Sampai April 2026, Fasilitas Canggih Siap Bikin Pemuda Jakarta Pintar
Indonesia
Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Kebocoran tersebut merupakan masalah besar ketiga yang dihadapi museum yang paling banyak dikunjungi di dunia tersebut dalam beberapa bulan terakhir.
Dwi Astarini - Selasa, 09 Desember 2025
  Setelah Kemalingan, Museum Louvre Alami Kebocoran yang Merusak Koleksi Buku
Indonesia
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Ketiadaan standar harga yang jelas sering kali dimanfaatkan untuk mematok tarif semaunya sehingga wisatawan kapok liburan di Banten
Wisnu Cipto - Selasa, 25 November 2025
Ketok Harga Bikin Orang Kapok Liburan di Banten, DPRD Desak Regulasi Tarif Wisata
Fun
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Survei SiteMinder 2026 mencatat 59% wisatawan RI menginginkan layanan hotel berbasis AI untuk pengalaman menginap lebih efisien.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 24 November 2025
Wisatawan Indonesia Andalkan Fitur AI untuk Rekomendasi dan Layanan Hotel
Bagikan