Cari Pendapatan Alternatif, Pekerja Swasta Jual Makanan Online Selama Pandemi Ilustrasi UMKM. (Foto: depkop.go.id).

MerahPutih.com - Kondisi pandemi COVID-19 yang melanda Indonesia dan selama penerapan pembatasan sosial skala besar (PSBB) di berbagai wilayah, membuat para pekerja swasta banting setir jadi penjual makanan online untuk mendapatkan penghasilan.

Hasil riset Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LD FEB) Universitas Indonesia memaparkan sebanyak 24 persen pekerja swasta beralih menjadi mitra platform GoFood selama pandemi COVID-19.

Persentase pekerja swasta tersebut menempati urutan pertama kategori profesi selain menjadi mitra GoFood selama pandemi untuk mencari penghasilan alternatif dengan menjadi UMKM kuliner digital.

Baca Juga:

Prank Daging Kurban Sampah Berujung Bui

Kemudian disusul dengan profesi ibu rumah tangga sebanyak 22 persen, tidak ada pekerjaan lain 17 persen, bapak rumah tangga lima persen, pelajar/mahasiswa empat persen, buruh tiga persen, dan profesional tiga persen.

Peneliti LD FEB UI Alfindra Primaldhi memaparkan, jumlah pengusaha baru juga meningkat, proporsi mitra baru yang tidak punya pengalaman usaha sebelumnya meningkat hampir dua kali lipat menjadi 43 persen.

Sementara itu sebelum pandemi, mitra yang belum pernah menjalankan usaha dan memutuskan untuk bergabung menjadi mitra usaha GoFood hanya 26 persen dan yang sudah pernah menjalankan usaha 74 persen.

Hasil riset menunjukan, 71 persen responden bergabung menjadi mitra GoFood karena pandemi COVID-19. Tetapi, dampak pandemi mengakibatkan harga bahan baku meningkat dan pelanggan berkurang bagi UMKM.

Ilustrasi transaksi online
Ilustrasi transaksi onlinntarae. (Foto: Antara).

UMKM, lanjut ia, mengalami masalah utama produksi adalah peningkatan harga bahan baku sebesar 34-61 persen. Selain itu, UMKM juga mengalami masalah penjualan, khususnya mengalami penurunan pelanggan sebesar 49-73 persen.

“Kondisi PSBB juga berdampak pada proses penjualan, khususnya karena tidak ada kepastian akhir dari PSBB, terjadi pembatasan jam operasional, dan tidak bisa menerima pelanggan di tempat," ujar Alfindra.

Baca Juga:

Belum Periksa Djoko Tjandra, Kejagung: Yang Penting Dieksekusi Dulu



Alwan Ridha Ramdani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH