Cari Korban Banjir Bandang Sentani, Anggota TNI Temukan Peti Berisi Uang Milik Gereja Gidi Prajurit TNI mengevakuasi korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3) (Dokumen Pendam XVII/Cenderawasih)

Merahputih.com - Anggota Yonif RK 751/VJS mengamankan peti berisi uang yang mengapung ketika menyisir dan mencari korban banjir bandang di Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Minggu (17/3).

Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf Muhammad Aidi mengatakan anggota Yonif RK 751/VJS itu terdiri dari Kopda Boni, Praka Obeth, dan Pratu Kreku.

"Jadi, saat mereka melaksanakan penyisiran dalam rangka pencarian korban bencana banjir bandang di BTN Sosial Sentani, Pratu Kreku menemukan dan mengamankan peti yang berisi uang milik Gereja Gidi Sosial Sentani sekitar pukul 02.00 dini hari," katanya.

Pada peti itu terdapat tulisan perpuluhan dan persembahan. Setelah diperiksa, didalam peti tersebut berisi sejumlah uang yang sudah bercampur dengan lumpur.

"Peti berisi uang tersebut dibawa ke barak dan dipindahkan dari jaring alat untuk menangkap ikan untuk dibersihkan. Setelah uang dibersihkan dan dijemur, selanjutnya Kopda Boni melaporkan kejadian tersebut kepada Wadanyon Mayor Inf Yahya Ginting," katanya.

Banjir bandang di Papua. Foto: Twitter

Kini sejumlah uang tersebut masih diamankan oleh Kopda Boni anggota Kipan A Yonif RK 751/VJS.

"Wadanyon kemudian melaksanakan koordinasi dengan pihak gereja Gidi dalam rangka pengembalian uang sesuai dengan jumlah nominal yang telah ditemukan," tegas dia seperti dikutip Antara.

Adapun nominal uang yang ditemukan dalam bentuk pecahan sebagai berikut, pecahan 100 ribu sebanyak Rp1.900.000, pecahan 50 ribu sebanyak Rp850.000, pecahan 20 ribu sebanyak Rp420.000, pecahan 10 ribu sebanyak Rp460.000 dan pecahan 5 ribu sebanyak Rp405.000.

"Lalu pecahan uang 2 ribu sebanyak Rp256.000, pecahan seribu sebanyak Rp145.000 pecahan uang logam sebanyak Rp2.500, semuanya total berjumlah Rp4.438.500," katanya. (*)


Tags Artikel Ini

Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH