Cara Tingkatkan Imun Anak selama Pandemi Selalu menjaga kesehatan anak-anak selama masa pandemi. (Foto: Unsplash/Kevin Gent)

SISTEM kekebalan tubuh atau imunitas menjadi tameng terbaik dalam melawan COVID-19. Termasuk anak-anak, yang memiliki faktor risiko penularan.

Di tengah kondisi pandemi saat ini para orang tua menghadapi kecemasan terkait kesehatan anak-anak mereka. Kecemasan diperkuat dengan penelitian baru yang menunjukkan bahwa anak-anak bisa menjadi sumber penularan COVID-19 yang potensial.

Baca Juga:

Makanan yang Harus Dihindari Selama Masa Kehamilan

anak
Kesehatan anak-anak di masa pandemi menjadi salah satu fokus yang tak bisa diabaikan. (Foto: Pexels/Daria Shevtsova)

Meskipun para ahli memperingatkan bahwa perlu lebih banyak data untuk menentukan apakah anak-anak mampu menyebarkan virus dengan cara yang sama seperti yang mereka lakukan pada influenza. Tetap saja orangtua merasakan pentingnya menjaga sistem kekebalan tubuh atau imun anak-anak agar tetap sehat dan cukup kuat untuk melawan pandemi.

Dr. Shanna Kowalsky, seorang ahli epidemiologi rumah sakit asosiasi anak dan asisten profesor klinis Pediatrik dan Penyakit Menular Icahn School of Medicine di Mount Sinai, New York City, mengatakan bahwa aktivitas bergerak lebih banyak di dalam ruangan menjadi faktor dalam meningkatkan risiko penularan COVID-19.

"Saat seorang terlalu sering berada di dalam ruangan, risiko (penularan COVID-19) bagi orang-orang secara umum akan lebih tinggi. Sekarang lebih penting daripada sebelumnya untuk memastikan bahwa kita mengikuti langkah-langkah pemeliharaan dan perawatan kesehatan secara umum," katanya, dilansir dari YahooLife (25/8).

Apa sebenarnya yang dimaksud dengan pemeliharaan dan perawatan kesehatan secara umum? Apa hal paling efektif yang dapat dilakukan orangtua untuk membantu meningkatkan sistem imun anak-anak?

Baca Juga:

Alasan Anak Tak Boleh Minum Susu Kental Manis

anak
Buah dan sayuran dapat membantu memberikan keseimbang pada tubuh. (Foto: Pixabay/congerdesign)

Sebagai permulaan, tambahkan beberapa buah dan sayuran ke dalam menu makanan sehari-hari mereka. Konsumsi makanan yang sehat dan seimbang, meliputi buah-buahan, sayur-sayuran, gandum utuh, produk olahan susu rendah lemak, dan protein rendah lemak (seperti kacang-kacangan dan biji-bijian). Padukan bahan makanan dengan warna, bentuk, rasa, dan tekstur yang bervariasi. Kemudian tentukan porsi sajian yang tepat. Sebaiknya mengurangi makanan yang kaya lemak jenuh, gula, kalori, dan sodium. Anak-anak juga harus banyak istirahat dan aktivitas fisik serta olahraga teratur.

Selanjutnya, orangtua tidak perlu menunda pemeriksaan kesehatan anak-anak secara rutin, meskipun ada kekhawatiran jika datang ke klinik kesehatan. Untuk tujuan mencegah anak-anak sakit, tetaplah melakukan pemeriksaan kesehatan karena tenaga medis profesional juga telah mengikuti protokol untuk meminimalkan kontak antar pasien secara signifikan.

“Ada kecenderungan di era COVID-19 ini orangtua enggan pergi ke dokter untuk pemeriksaan rutin tahunan mereka. Sebagai langkah pemeliharaan kesehatan, orangtua harus tetap mengetahui kondisi terkini seluruh anggota keluarga dengan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, misalnya terkait pemberian vaksin. Apalagi kita sedang mendekati musim flu,” papar dia.

Pandemi juga menyerukan orangtu untuk mengadopsi beberapa kebiasaan demi mengurangi risiko penularan, termasuk sering mencuci tangan, menjaga jarak minimal satu meter dengan lawan bicara jika memungkinkan, memakai masker sesuai usia, dan mengajar anak-anak untuk tidak menyentuh wajah atau memasukkan jari mereka ke dalam mulut jika belum mencuci tangan.

Baca Juga:

Jus Sayur, Lebih Nikmat dan Tetap Berkhasiat

anak
ASI memberikan kekebalan tubuh pada bayi. (Pexels/NIKOLAY OSMACHKO)

Imunitas yang tidak kalah berharga adalah Air Susu Ibu (ASI) untuk anak di bawah 2 tahun. Seperti diketahui sejak lama, ASI menyimpan banyak manfaat.

Sejak dini, ibu menyusui dapat mentransfer beberapa kekebalan kepada bayi yang belum mendapatkan vaksinasi sendiri. Seiring waktu, sistem kekebalan mereka menjadi lebih kuat dan tidak terlalu bergantung, dan memerlukan asupan bergizi sehat dan seimbang dari luar.

“Jika seorang anak diberikan imunisasi sesuai tahap perkembangan usianya, sistem kekebalan mereka berkembang lebih baik ketika berusia 3 bulan,” kata Dr. Nina Shapiro, profesor bedah kepala dan leher di UCLA. Sistem imun bayi masih sedikit belum matang dibandingkan dengan anak usia 4 atau 6 tahun, tapi jelas jauh lebih kuat daripada bayi baru lahir.

Bagaimana dengan pemberian suplemen dan multivitamin anak-anak?

"Tidak ada cara untuk meningkatkan sistem kekebalan seseorang dengan suplemen apapun," tegasnya.

Dr Shapiro mengakui bahwa suplemen, selama tidak dikonsumsi dalam dosis tinggi, umumnya tidak berbahaya dan mungkin memiliki semacam efek plasebo. Namun, suplemen tersebut tidak diperlukan di luar kasus anak-anak yang kekurangan vitamin.

“Tidak ada bukti bahwa suplemen apapun akan meningkatkan sistem kekebalan Anda, juga tidak benar jika disebut memiliki efek langsung,” tukasnya.

Dr Shapiro menekankan pentingnya pemakaian masker pada anak-anak saat berada di tempat umum. “Ini sangat sederhana; mencegah masuk angin, penyebaran flu, dan penyebaran COVID-19,” tutupnya. (ahmad dhani)

Baca Juga:

Kenali Penyakit Lain Anak yang Terkena COVID-19



Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH