Cara Polri Ajak Masyarakat Sadar Bahaya Narkoba Lemdiklat Polri ajak masyarakat berantas narkoba (Foto: Pixabay/1966666)

NARKOBA adalah salah satu masalah yang selalu hadir di setiap negara. Di Indonesia, berdasarkan data BNN tahun 2018, penyalahgunaan narkoba terus meningkat sekitar 1,77 persen atau 3,3 juta pengguna di rentang usia 10-50 tahun.

Melihat hal tersebut, Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri menggelar sosialisasi dan penyelarasan program rehabilitasi narkoba. Program ini dilaksanakan mulai bulan Oktober hingga November mendatang di seluruh wilayah di Indonesia.

Baca juga:

5 Fakta Happy Five, Narkoba Penjerat Para Artis

Wakil Kepala Lemdiklat Polri Irjen Pol Boy Rafli Amar menjelaskan kalau program ini adalah upaya untuk memberikan kesadaran ke masyarakat akan bahaya narkoba. Dengan begitu Polri dan masyarakan bisa bekerja sama untuk memberantas penyalahgunaan narkoba.

Saat program sosialisasi di Jakarta (Foto: Pusdiklat Polri)
Saat program sosialisasi di Jakarta (Foto: Pusdiklat Polri)

"Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat agar terhindar dari jeratan narkoba. Jadi jika mempunyai salah satu anggota keluarga yang kecanduan narkoba, laporlah ke pihak berwenang supaya di rehabilitasi," katanya saat konferensi pers di Hotel Mahattan, Jakarta Selatan, Rabu (23/10).

Baca juga:

Kabar Baik, Pecandu Narkoba yang Menyerahkan Diri Takkan Dipidana

Menurut Boy, kejahatan narkoba adalah penyakit masyarakat yang harus segera diselesaikan. Oleh karena itu, dengan adanya rehabilitasi maka jumlah penggunaan narkoba bisa ditekan. Salah satu tempat yang bisa melakukan rehabilitasi adalah Rumah Sakit Bhayangkara.

Saat konferensi pers program rehabilitasi narkoba (Foto: MP/Muchammad Yani)
Saat konferensi pers program rehabilitasi narkoba (Foto: MP/Muchammad Yani)

"Tujuan program ini agar masyarakat jangan ragu-ragu menggunakan sarana rehabilitasi baik yang ada di lingkungan Polri, di pemerintah daerah maupun instansi swasta yang telah punya pelayanan rehabilitasi narkoba,” tutur Boy Rafli.

Kepala BNNP DKI Jakarta Brigjen Pol Tagam Sinaga menambahkan masyarakat tak perlu takut akan biaya untuk rehabilitasi. Karena rehabilitasi yang dibuat oleh pemerintah tak dipungut biasa sepersenpun.

"Datang aja ke BNN. Tidak dipungut bayaran. Negara sudah membayar ini," katanya.

Baca juga:

Tahapan-Tahapan Rehabilitasi Narkoba yang Perlu Kamu Ketahui


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH