Cara Mencegah Bunuh Diri: Datang, Duduk, Dengarkan Kenali ciri-ciri orang ingin bunuh diri untuk upaya preventif. (Foto: Pixabay/Foundry)

GAGASAN bunuh diri kerap kali muncul pada orang-orang dengan riwayat depresi. Namun, kita bisa membantu menyelamatkan mereka dengan pencegahan bunuh diri yang tepat. Psikolog dan Suicidologist Indonesia, Benny Prawira M.Psi mengatakan dengan mengetahui tanda-tandanya upaya preventif lebih mudah dicegah.

Tanda awal yang bisa kita ketahui adalah jika mereka mulai menarik diri dari pergaulan. Apabila awalnya mereka cukup aktif di sosial media, mereka juga akan menghilang dari dunia maya. Pun jika mereka muncul, unggahan mereka lebih menggambarkan sikap pesimis. Tentang bagaimana mereka ingin mati atau tidak ingin dilahirkan.

Baca Juga:
7 Langkah Bijak Jauhkan Pikiran Bunuh Diri
diri
Dengarkan apa yang menjadi beban pikirannya (Foto: Pixabay/Peggy_Marco)

Orang-orang yang bertendensi bunuh diri juga cenderung mengabaikan kesehatannya. Kebiasaan tersebut misalnya merokok, konsumsi alkohol atau mengebut di jalanan. "Kalau mereka punya kebiasaan merokok atau minum alkohol sebelumnya, mereka akan merokok lebih banyak atau minum alkohol dengan dosis lebih tinggi," tuturnya.

Benny menambahkan semakin banyak tanda yang muncul maka semakin tinggi risiko mereka untuk menempuh bunuh diri. Lalu bagaimanakah cara kita mencegah tindakan bunuh diri?

Pertama yakni dengan mencari tahu penyebab ia depresi. "Pikiran bunuh diri muncul saat seseorang merasa kesepian, menjadi korban bullying dan tidak adanya dukungan dari keluarga," ujar Benny.

Selanjutnya yakni dengan menggali lebih dalam dan memberi kesempatan mereka untuk bercerita. "Bisa jadi mereka malu dan tidak punya tempat untuk cerita. Tahan semua asumsi. Kalau dia mulai cerita kita baru bisa melihat tanda-tanda bunuh diri pada mereka," jelas Benny.

Ajukan beberapa pertanyaan seperti 'Apakah kamu merasa dirimu tidak menarik?' 'Apakah kamu sedang merasa tidak berguna?' 'Apakah kamu merasa sendirian'.

Baca Juga:
Waspadai Copycat Suicide, Bunuh Diri Dipicu Figur Publik Dunia
diri
Tunjukan empati pada seseorang yang menunjukan gejala bunuh diri. (Foto: Pixabay/Anemone123)

"Kita juga bisa secara frontal menanyakan 'Apakah kamu ada pikiran untuk bunuh diri?' dan 'kalau ada pikiran bunuh diri kamu ngapain aja? Siapa yang kamu hubungi'. Itu bisa membantu kita dalam membuat safety planning," urainya.

Ketika kita menunjukkan empati, mereka tahu bahwa emosinya ditangkap dengan baik. Peluang mereka untuk melanjutkan misi bunuh diri pun bisa diminimalisir atau bahkan dihilangkan. Namun, pastikan kamu menyesuaikan emosimu dengannya serta perhatikan gestur. "Jangan sampai emosi kita tidak sesuai dan kita terlihat tidak peduli," saran Benny.

Datang, duduk, dengarkan. Tiga mantra sakti itu bisa membantu kita mencegah teman atau kerabat yang berkeinginan untuk mengakhiri hidupnya. "Hanya dengan mendengarkan kita bisa lihat seberapa jauh iesikonya."

Selanjutnya, segera temui bantuan profesional seperti psikolog atau psikiater agar pengendalian pencegahan bunuh diri berkelanjutan. Lalu bagaimana jika ternyata mereka belum sampai tahap berkeinginan bunuh diri?

"Mending overestimate ternyata dugaan salah daripada underestimate malah membunuh," tukasnya. (avia)

*Depresi jangan dianggap enteng. Jika Anda pernah memikirkan atau merasakan tendensi bunuh diri, mengalami krisis emosional, atau melihat teman atau kerabat yang memperlihatkan tendensi tersebut, amat disarankan menghubungi dan berdiskusi dengan pihak terkait, seperti psikolog, psikiater, maupun klinik kesehatan jiwa.

Baca Juga:

3 Kata yang Kerap Diucapkan Orang yang Ingin Bunuh Diri

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH