Cara Kurangi Tantrum Pada Anak Yang Kecanduan Gadget Perhatikan cara-cara membatasi gawai pada anak. )Foto: pixabay/eharmony)

GAWAI merupakan kebutuhan sebagian besar orang, tak terkecuali anak-anak. Anak-anak dan remaja cenderung memiliki durasi screen time yang lebih lama dari orang dewasa. Apabila seorang anak memiliki durasi bermain gadget dalam waktu yang cukup lama, dapat dikatakan mereka kecanduan gawai.

Anak-anak yang kecanduan gawai cenderung menunjukkan tantrum saat gawai mereka diambil. Reaksi yang biasa timbul biasanya marah, sedih, ataupun muncul perilaku agresif seperti memukul.

Psikolog Rena Masri mengatakan, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi tantrum pada anak yang kecanduan gawai adalah dengan membuat perjanjian terlebih dahulu. "Sebelum memberikan gadget, orang tua sudah mengatakan terlebih dahulu berapa lama ia boleh bermain dengan gadgetnya," ujar Rena.

Sekitar lima hingga sepuluh menit sebelum waktunya habis, sebaiknya orang tua mengingatkan anak bahwa waktu bermain gawai sebentar lagi akan usai. "Jadi orang tua juga tidak tiba-tiba langsung mengambil gadget dari anak," ucapnya.

gawai
Anak-anak yang kecanduan gawai cenderung menunjukkan tantrum. (Foto: pixabay/rawpixel)

Pada waktu yg telah disepakati, orang tua boleh mengambil gawai dari anak. Jika anak menangis atau marah, jelaskan bahwa kita sudah membuat kesepakatan dan saat ini waktu untuk bermain gawai telah selesai. Hal tersebut bisa kembali dilakukan di waktu main gawai berikutnya.

Tujuan dibuatnya kesepakatan agar anak disiplin dalam menggunakan gawai, paham fungsi gawai, tahu berapa lama waktu penggunaannya, dan tahu tempat penggunaan gawai. Rena menuturkan, langkah tersebut dilakukan untuk menghindari anak menggunakan gawai terlalu lama.

Ketika anak mulai menunjukkan gejala tantrum, orang tua dapat memberikan penjelasan mengenai emosi yang muncul pada anak. "Saat anak merasa marah atau emosi orang tua bisa berkata seperti 'kamu sedih ya?' 'kamu kesal ya?' , dan lain-lain. Kalimat tersebut menunjukkan bahwa orang tua mengerti sang anak," papar Rena.

Selanjutnya, berikan waktu pada anak untuk menurunkan emosinya. Jika anak sudah tenang, orang tua dapat memberikan penjelasan kembali tentang kesepakatan yg telah dibuat dan harus disepakati. (avia)

Kredit : iftinavia

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH