Cara Biar Sok-Sokan Jago Gowes Padahal Lagi Mager Prinsip dasar gowes atau bersepeda itu senang dan gembira. (Pixabay: Skeeze)

GRUP whatsapp komunitas kadang jadi ajang pembuktian. Entah mau tampil terkeren. Terlihat paling royal. Kadang ingin tampak jago. Paling sering, seolah-olah paling ngerti kemudian mengoceh banyak hal-hal kayaknya seru.

Baca juga: Patut Ditiru, Beberapa Artis Hollywood ini Gemar Bersepeda

Nah, di komunitas sepeda biasanya pergelutan soal upgrade spesifikasi dan paling jago atau jauh gowes sering muncul. Dua hal itu malah lebih rame ketimbang ilmu tentang keamanan gowes, mengoptimalkan cadence, dan pengetahuan dasar tentang sepeda.

Kalau kamu lagi agak malas atau capek tapi teman sekomunitas ngajak Gobar (Gowes Bareng) jangan nyerah dulu. Kamu tetap bisa tampil seolah jago, terdepan, dan kuat gowes jauh meski sumpah mati malas banget.

Gowes
Bersepeda rombongan semakin seru karena bisa senang bersama sambil olahraga. (Pixabay: Antranias)

Caranya, pertama, seminggu sebelum jadwal gobar kamu sering unggah kegiatan bersepeda dengan foto lama. Seolah-olah seperti lagi latihan rutin. Terus, biar keliatan beda fotonya gimana?

Gampang. Potong aja bagian penting foto. Lalu buat mirror agar foto tampak lain dan baru. Ingat jangan banyak diedit. Terus, ketika unggah di stories jangan kebanyakan info. Kasih aja emoticon. Unggah berkala agar terlihat benar-benar latihan.

Kedua, tiga hari jelang Gobar, bilang di grup kalau kamu enggak bisa berangkat bareng. Kasih alasan rasional. Jangan bilang karena malas. Nanti citra jago dan terkuat gowes pudar.

Ketiga, kamu tinggal pilih lokasi pertemuan (meeting point). Kalo bisa kamu harus sampai duluan daripada rombongan. Sekali lagi agar dianggap jago. Ingat, titik temu jangan kejauhan sama titik akhir atau tujuan akhir gowes. Biar tenaga masih penuh dan kan emang lagi malas makanya jarak pendek aja.

Lalu, dari rumah ke titik pertemuan gimana? Yaelahh, lipat aja sepeda terus pesan ojek online mobil. Enggak perlu repot. Biar aja teman-teman rombongan gowes sampai gempor.

Gowes
Bersepeda di pagi hari membuat badan lebih segar. (Pixabay: Hellix-Games)

Keempat, sesaat akan sampai di titik pertemuan buat dirimu keluar keringat. Bisa juga ketika sudah tiba duluan. Selain terlihat seperti habis gowes, pemanasan atau buat badan jadi berkeringat dan hangat sangat baik ketika akan lanjut gowes bareng.

Begitu teman-teman tiba, kamu terlihat seakan-akan super ngebut karena sampai duluan. Keren kan!

Nah, jangan-jangan kamu malah udah sering kayak begini lagi. Ingat, langkah-langkah itu akan lebih lega di jiwa kalau dilakukan dengan jujur. Bilang aja emang lagi malas dan nanti nyusul pakai ojek online.

Emang enggak capek bohong terus. Bila kebohongan terus dilakukan bisa jadi semacam toxic bahkan terakumulasi jadi pembohongan patologis (pathological lying).

Baca juga: Sepeda Lipat Hingga BMX, Mana Jenis yang Cocok Buatmu?

Kebohongan patologis, menurut psikiatri Timothy J Legg, dikuitp healthline.com, juga dikenal sebagai mitomania dan pseudologia fantastica, atau perilaku kronis dari kebohongan kompulsif atau kebiasaan .

Salah satu cara mengurangi kebiasaan tersebut menurut J Legg dengan bersikap sportif apa adanya dengan kekurangan atau ketidaksempurnaan. Jujur saja dan tak perlu ditutup-tutupi.

Kamu kan sudah jadi pesepeda. Berolahraga. Dan semangat paling utama olahraga tentu sportivitas. Mulai sportif kepada diri sendiri kuy! (*)

Baca juga: Ini Penjelasan Gear 1, 2, 3 dan 6 di Sepeda Brompton



Yudi Anugrah Nugroho

LAINNYA DARI MERAH PUTIH