Caplok Partai Demokrat, Moeldoko Dianggap Picu Keributan Peserta KLB saat menghubungi Moeldoko dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

MerahPutih.com - Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas ikut berkomentar terkait kisruh pencaplokan Partai Demokrat oleh Moeldoko dan kawan-kawan.

Menurut Abbas, di tengah-tengah persoalan pandemi COVID-19 dan krisis ekonomi yang dihadapi saat ini, MUI prihatin dengan diselenggarakannya Kongres Luas Biasa (KLB) yang dipimpin Moeldoko.

Baca Juga

Datangi Kantor Menkumham Yasonna, AHY Bawa Bukti KLB Moeldoko Abal-abal

"Hal ini sudah pasti akan melahirkan keributan dan kegaduhan baru dalam dunia perpolitikan di tanah air," kata Abbas kepada MerahPutih.com di Jakarta, Senin (8/3).

Abbas melanjutkan, dalam kondisi saat ini, masyarakat ingin situasi yang tenang tentram dan damai. Ia tidak ingin pemerintah tetutama presiden Jokowi terseret-seret dan diseret-seret ke dalam persoalan ini.

"Padahal beliau sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara saat ini sedang sibuk," jelas Abbas.

Voting suara pemilihan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, (5/3/2021). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)
Voting suara pemilihan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Hotel The Hill Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat, (5/3/2021). (ANTARA/Nur Aprilliana Br Sitorus)

Menurut Abbas, supaya masalah ini tidak berlarut-larut, Moeldoko sebaiknya belajar dengan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri.

Di mana, saat Megawati menghadapi masalah di internal partainya di PDI (Partai Demokrasi Indonesia) dengan Soerjadi, ia memilih mendirikan partai baru dengan mengubah nama partainya yang semula PDI menjadi PDI perjuangan ( PDIP).

"Harusnya Moeldoko mengikuti seperti yang ditempuh Megawati tersebut," sebut Abbas.

Abbas meyakini, Indonesia membutuhkan suasana aman tentram dan damai.

"Kita bisa fokus dalam menghadapi dan mengatasi dua masalah besar yang kita hadapi saat ini yaitu krisis ekonomi dan pandemi COVID-19," tutup Abbas. (Knu)

Baca Juga

Dua Kubu Demokrat Berpotensi Bentrok, Kantor Kemenkumham Dijaga Ketat Polisi

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
[HOAKS atau FAKTA]: Thermometer Gun Merusak Otak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Thermometer Gun Merusak Otak

Video itu bersumber dari Facebook sony.h.waluyo.

250 Ribu Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin COVID-19
Indonesia
250 Ribu Tenaga Kesehatan Sudah Divaksin COVID-19

Kita memiliki 30 ribu vaksinator yang ada di kurang lebih 10 ribu puskesmas

AstraZeneca Kedaluwarsa Juni, Pemprov DKI Percepat Vaksinasi
Indonesia
AstraZeneca Kedaluwarsa Juni, Pemprov DKI Percepat Vaksinasi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal mempercepat program vaksinasi COVID-19 dari AstraZeneca menyusul akan memasuki masa kedaluwarsa pada bulan Juni.

[HOAKS atau FAKTA]: Din Syamsuddin Berambisi Jadi Wapres Gantikan Maruf Amin
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Din Syamsuddin Berambisi Jadi Wapres Gantikan Maruf Amin

pada 18 Agutus 2020 lalu, Din Syamsuddin dan sejumlah tokoh mendeklarasikan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), yang digelar di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

Diciduk KPK, Penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Gubernur Nurdin Bisa Dicabut
Indonesia
Diciduk KPK, Penghargaan Bung Hatta Anti Corruption Gubernur Nurdin Bisa Dicabut

Dewan juri BHACA 2017 lainnya, Bivitri Susanti, menjelaskan penarikan penghargaan memiliki prosedur tersendiri.

Menhub Tinjau Progres Proyek Pusat Kegiatan Masyarakat di Terminal Tirtonadi Solo
Indonesia
Menhub Tinjau Progres Proyek Pusat Kegiatan Masyarakat di Terminal Tirtonadi Solo

Proyek bersumber APBN tersebut akan melengkapi fungsi terminal selain sebagai pusat transportasi juga untuk pariwisata dan edukasi.

Bom Meledak di Katedral Makassar, PGI Minta Umat Tenang
Indonesia
Bom Meledak di Katedral Makassar, PGI Minta Umat Tenang

Peristiwa ledakan di depan katedral terjadi saat umat Kristen di Indonesia merayakan Minggu Palmarum, peristiwa masuknya Yesus ke Jerusalem sebagai Mesias.

Dinilai Lebih Banyak Mudaratnya, Penerapan Ganjil Genap Mesti Ditunda
Indonesia
Dinilai Lebih Banyak Mudaratnya, Penerapan Ganjil Genap Mesti Ditunda

Penerapan ganjil genap di Jakarta yang mulai berlaku penindakan Kamis (6/8) menuai kritikan.

Polisi Ingatkan Simpatisan Rizieq Bandara Soetta Objek Vital Nasional
Indonesia
Polisi Ingatkan Simpatisan Rizieq Bandara Soetta Objek Vital Nasional

Polisi menyebut ada aturan dimana tidak boleh masyarakat sampai mengganggu aktivitas di sana

Sekolah Harus Kerja Sama dengan Puskesmas Sebelum Belajar Tatap Muka
Indonesia
Sekolah Harus Kerja Sama dengan Puskesmas Sebelum Belajar Tatap Muka

Sekolah-sekolah yang akan membuka belajar tatap muka mulai Januari 2021 perlu bekerja sama dengan puskesmas.