Image
Author by : ANTARA FOTO

Ribuan nelayan mengikuti aksi unjuk rasa di depan Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (17/1). Pasca audiensi terbuka Aliansi Nelayan Indonesia (ANNI) bersama Presiden Joko Widodo dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti membahas perizinin kembali cantrang untuk kapal nelayan di Istana Negara Jakarta mencapai titik terang. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Image
Author by : ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Dengan menaikin mobil komando, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menemui ribuan nelayan yang tengah berunjuk rasa di depan Istana Negara Jakarta. Dalam pertemuan dengan Presiden Joko Widodo, aliansi nelayan juga meminta kepastian hukum Pemerintah akan legalisasi penggunaan cantrang untuk nelayan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Image
Author by : ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Nelayan kembali diperbolehkan menggunakan alat penangkapan ikan (API) ) yang masuk dalam kelompok pukat tarik berkapal tersebut, namun dengan persyaratan nelayan tidak boleh menambah jumlah kapal dan harus mematuhi peraturan tentang cantrang yang telah ditentukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Image
Author by : ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti juga menyatakan kebijakan kembali diperbolehkannya penggunaan cantrang untuk nelayan hanya berlaku di wilayah perairan Jawa, diantaranya Batang, Kota Tegal, Rembang, Pati, Juwana, dan Lamongan. Susi Pudjiastuti menegaskan agar keputusan itu dihormati dan dijalankan sebaik-baiknya tanpa melakukan kecurangan dalam bentuk apapun. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

Image
Author by : ANTARA FOTO

Pemerintah berharap kepada nelayan dapat beralih alat tangkap ikan dari cantrang ke alat yang lebih ramah lingkungan. Selama proses pelonggaran tersebut, pengalihan alat tangkap ikan pengganti cantrang juga terus dilakukan. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari


Rizki Fitrianto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH