Cantiknya Sape Sono Madura Sape sono yang berkulit mulus. (Foto: instagram@novaariyanto.na)

PASTI belum tahu sape sono itu apa? Baiknya datang ke Madura dan nonton langsung fashion show sape sono. Biasanya sape sono muncul saat ada perayaan-perayaan besar, seperti dalam Festival Kemilau Madura 2018 yang diselenggarakan satu tahun sekali untuk memperingati hari jadi pulau tersebut.

Menurut laman Arah Destinasi sekilas sapi-sapi ini tidak berbeda dengan sapi-sapi lain. Namun, jika didekati, kulit dan bulu sape sono sangat mulus dan halus. Kok bisa ya? Mukri, salah satu pawang sape sono yang diajak bicara saat penyelenggaraan Festival Kemilau Madura 2018 berkisah, setiap hari sape sono diberi makan santan dari satu butir kelapa, ditambah gula aren, dan kunyit. Hasilnya, kulit dan bulu sapi jadi kuning kecoklatan dan sangat halus.

sape sono
Biasanya sapi-sapi ini didandani denganmahkota dan baju. (Foto: instagram@rin_pho)

Sape sono memang cantik, apalagi setelah didandani dengan mahkota dan baju yang dominan warna emas, merah, hitam, serta sulam benang emas yang membuat efek berkilauan ketika tertimpa cahaya matahari. Mahkota dan hiasan sape sono biasa disebut panggonong. Asal tahu saja, harga satu set panggonong rata-rata Rp10 juta. Untuk sapi-sapi unggulan bisa menggunakan hiasan yang harganya sampai Rp35 juta.

Sape sono menurut Mukri memiliki gen khusus yang menyebabkan pembawaannya tenang. Meski demikian, tidak semua sapi sono bisa berlenggak-lenggok mengikuti irama musik. Sedari kecil, keturunan sape sono diseleksi ketat. Sapi yang lolos seleksi, sejak usia dua atau tiga tahun harus menjalani latihan cukup berat. Mereka belajar menaikan kaki di atas balok kayu panjang hingga berjam-jam.

Jadi, jangan heran jika sape sono yang dipertontonkan dan menunggu tampil, betah berdiri diam dengan dua kaki depan diletakkan di atas pijakan kayu yang lebih tinggi dibandingkan dengan kaki belakang. “Biar ada suara mobil kencang, mereka akan tetap tenang. Sangat jinak dan bisa diajak foto setiap saat,” ujar Mukri.

sape sono
Sape sono ikut fashion show. (Foto: instagram@lintangrowe)

Latihan lain yang tak kalah sulit, adalah belajar berjalan mengikuti iringan musik setapak demi setapak, dengan langkah mendekati garis lurus, hingga pinggul bisa bergoyang sempurna. Keseimbangan dan kekompakan dengan pasangan juga terus dilatih.

Biasanya, terang Mukri, sape sono bisa beraksi hingga sekitar usia 15 tahun. Semakin cantik dan ahli berlenggok, semakin mahal harga sape sono. Percaya atau tidak, satu ekornya bisa mencapai lebih dari Rp200 juta.

Sape sono merupakan salah satu tradisi masyarakat Madura. Meski tidak sepopuler karapan sapi, namun kontes kecantikan sapi betina ini menarik ditonton. Jauh sebelum kontes dimulai, biasanya sape sono sudah bersiap dengan kaki depan diletakan lebih tinggi di atas kayu. Dengan sabar mereka menunggu giliran beraksi.

sape sono
Sape sono adalah kontes kecantikan sapi di Madura. (Foto: instagram@dhista)

Dua pawang mengendalikan masing-masing tali panjang di belakang sape sono. Biasanya satu grup sape sono datang lengkap dengan dua pawang dan pemain musik tradisional. Ketika kontes dimulai, masing-masing grup memainkan musik sendiri, dan sape sono berjalan setapak demi setapak, berlenggak-lenggok mengikuti irama musik. Dua pawang di belakang pun bergoyang dengan gerakan yang sungguh menghibur.

Kontes sapi sono berawal dari kebiasaan para petani yang memandikan sapi betinanya usai membajak sawah. Setelah bersih, sapi-sapi itu diikat di pohon, berjejer, hingga menyerupai kontes. Dari situ, munculah kontes atau lomba kecil-kecilan antar pemilik sapi. Kontes kecil-kecilan itu akhirnya menjadi besar dan menjadi tradisi yang dijalankan hingga sekarang. (*)

Kredit : paksi

Tags Artikel Ini

Paksi Suryo Raharjo