Candu Notifikasi Bagian dari Eksploitasi Teknologi Halau candu notifikasi dengan cara sederhana (Foto: Unsplash/Jamie Street)

NOTIFIKASI pada gawai memengaruhi produktivitasmu saat beraktivitas. Tak sedikit yang meluangkan waktu untuk sekadar memeriksa notifikasi meski tidak memiliki pemberitahuan apapun. Biasanya, terjadi setiap 15 menit sekali atau kurang. Kebiasaan ini mengganggu konsentrasimu saat beraktivitas. Sebagian penelitian juga menunjukkan media sosial menyebabkan gangguan kesehatan mental yang berujung pada kecanduan teknologi.

Nah, tahukah kamu apa yang membuat banyak orang menjadi kecanduan melihat notifikasi setiap waktu? Pada dasarnya, perusahaan teknologi akan memanfaatkan kelemahan manusia sebagai pengguna dan konsumen dalam memperoleh keuntungan.

Baca juga:

Lakukan Liburan Detoks Digital untuk Menghilangkan Kecanduan Gawai

Tristan Harris, mantan ahli desain Google memberikan peringatan tentang kerentanan psikologi manusia akibat eksploitasi teknologi. Perusahaan teknologi terkemuka seperti Google, Apple dan Facebook direkomendasikan untuk menyehatkan dunia digital seperti yang dilansir dari cnbc. Untuk menghindari kecanduan notifikasi ini, kamu bisa menerapkan langkah sederhana yang direkomendasikan cnbc ini.

1. Lakukan penjadwalan cek notifikasi

Candu Notifikasi Bagian dari Eksploitasi Teknologi
Mengatur penjadwalan memeriksa gawai secara berkala (Foto: Pinterest/Makeuseof)

Kesadaran diri dalam menjadwalkan waktu memeriksa notifikasi bisa membantumu dalam mengurangi atau menghindari candu teknologi.

Jadikan sebagai alarm untuk mengatur waktu periksa notifikasi secara berkala, misalnya mula-mula 15 menit sekali, bertambah menjadi 45 menit atau setiap jam dan seterusnya.

Beritahu kerabat terdekat kalau kamu mungkin akan lebih lambat dalam merespon pesan untuk menghindari kecemasan orang sekitar.

2. Nonaktifkan pemberitahuan gawai

Candu Notifikasi Bagian dari Eksploitasi Teknologi
Mematikan notifikasi gawai untuk meningkatkan produktivitas diri (Foto: Unsplash/Alejandro Escamilla)

Mengaktifkan notifikasi seringkali mengganggu konsentrasimu. Maka dari itu, matikan seluruh notifikasi gawai dari akun media sosial.

Aktifkan notifikasi hanya untuk menerima pesan, telepon atau email saja. Notifikasi media sosial bisa kamu tunda hingga waktu luang tersedia.

Baca juga:

Berikut Beberapa Kiat Bermanfaat untuk Kurangi Penggunaan Gawai pada Anak

3. Sortir aplikasi terpenting

Candu Notifikasi Bagian dari Eksploitasi Teknologi
Menghapus aplikasi yang tidak penting (Foto: MP/Gladys Yovanca)

Mempertimbangkan aplikasi yang paling terpakai dan menghapus yang tidak penting. Banyak pengguna yang secara tidak sadar mengunduh aplikasi tidak penting sehingga memengaruhi perilaku yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Jika diperlukan, kamu bisa menghapus aplikasi pilihanmu dan mengaksesnya melalui browser web.

4. Jauhkan diri dari gawai

Candu Notifikasi Bagian dari Eksploitasi Teknologi
Menjauhkan diri dari gawai untuk meningkatkan produktivitas (Foto: Unsplash/Austin Distel)

Berada di dekat gawai akan terus menerus mengganggu aktivitasmu. Biasanya, orang yang kecanduan gawai akan memeriksa notifikasi setiap waktu. Tak jarang, orang memeriksa notifikasi ketika bangun atau sebelum tidur. Menjauhkan diri dari gawai juga bisa mencegahmu dari kerusakan mata, melancarkan siklus tidur dan lebih produktif.

Dalam lansiran cnbc, kerentanan manusia dalam memprediksi langkah selanjutnya atau disebut bad forecasting. Notifikasi pada akun media sosial menarik perhatianmu untuk memperpanjang waktu penggunaan. Sama halnya dengan menyebarkan artikel pada akun media sosialmu sebagai prediksi awal.

Baca juga:

6 Tips Sederhana Agar Kamu Terlepas dari Ketergantungan 'Gadget'

Sesungguhnya, media sosial sedang berupaya untuk mengajak relasimu agar terlibat juga dan menghabiskan waktu lebih lama. Selanjutnya, pengguna gawai yang kecanduan merasa takut ketinggalan informasi terkini sehingga memeriksa notifikasi menjadi keharusannya.

Eksploitasi teknologi yang paling sukses ialah memengaruhi otak manusia dalam memberikan tanggapan secara cepat sehingga kemampuan berpikir sebelum bertindak menjadi lemah. (dys)



Ananda Dimas Prasetya