Cancerophobia, Fobia dengan Penyakit Kanker Cancerophobia, fobia yang takut dengan penyakit kanker secara berlebihan (Foto: Pexels/Pixabay)

PENYAKIT kanker memang menakutkan dan menyakitkan. Kanker merupakan salah satu penyakit yang sangat serius. Peluang sembuhnya sangat sedikit, apalagi jika sudah mencapai stadium akhir. Wajar jika banyak orang yang takut terkena penyakit ini.

Ketakutan terkena penyakit kanker bahkan termasuk salah satu fobia. Namanya ialah Cancerophobia. Mungkin fobia ini jarang terdengar di Indonesia. Tapi pada kenyataannya fobia kanker memang benar-benar ada. Demikian menurut laman Go Dok.

Kondisi ini memang tidak berbahaya bagi mereka yang enggak menderita kanker. Tapi jika fobia ini terjadi pada penderita penyakit kanker, proses penyembuhan akan menjadi semakin sulit.

1. Ketakutan yang dialami penderita atau bukan penderita kanker

Fobia ini terjadi pada penderita dan bukan penderita kanker (Foto: Pexels/Kat Jayne)

Bagi bukan penderita kanker, mereka akan merasa takut berlebihan jika mendengar penyakit kanker. Bahkan bertemu dengan penderita kanker saja mereka bisa mengalami serangan panik atau panic attack. Lalu jika suatu saat mereka terkena gejala penyakit kanker atau penyakit lainnya, mereka juga akan merasa panik dan takut.

Sementara untuk penderita kanker yang mengidap fobia ini akan mengalami rasa takut abnormal dengan penyakit yang diderita. Sampai-sampai jika sudah berhasil sembuh dari kanker, pengidap canceropobhia akan selalu mengalami ketakutan terkena penyakit kanker kembali.

2. Gejala penderita cancerophobia sangat berlebihan dalam mencegah penyakit kanker

Mereka bisa melakukan tes berulang kali untuk membuktikan enggak terkena kanker (Foto: Pexels/Pixabay)

Banyak banget gejala yang dialami penderita canceropobhia. Mereka akan sangat berlebihan menempuh berbagai langkah untuk mencegah kanker. Contohnya mereka menjadi berlebihan menyikapi gejala kesehatan terkait kanker seperti tumbuhnya benjolan di tubuh.

Hasilnya mereka akan melakukan tes kesehatan kanker berkali-kali. Kemudian penderita canceropobhia juga akan menghindari makanan dan minuman yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker. Akhirnya, berbagai produk yang bisa mengobati kanker juga akan mereka gunakan secara berlebihan.

Di sisi lain, fobia ini bisa menjadi sangat berbahaya bagi mereka yang terbukti mengalami gejala kanker. Mereka akan menolak melakukan pengobatan kanker karena enggak mau percaya atau menerima kenyataan dengan kondisi yang mereka alami.

3. Penyebabnya karena kepercayaan dan trauma

Mereka juga percaya akan diwariskan penyakit ini dari anggota keluarga yang mengidap kanker (Foto: Pexels/Alexander Dummer)

Tentu setiap fobia memiliki penyebab. Cancerophobia terjadi karena kepercayaan si penderita akan menurunnya penyakit ini dari anggota keluarga. Jika seseorang memiliki anggota keluarga dengan riwayat penyakit kanker, enggak menutup kemungkinan orang tersebut bisa mengidap fobia ini. Karena dia percaya penyakit tersebut akan diwariskan kepada dirinya.

Selain itu, canceropobhia juga terjadi karena adanya trauma di masa lalu. Jika seseorang pernah menyaksikan efek penyakit kanker kepada penderitanya, suatu saat orang itu bisa mengalami fobia ini. Juga bagi para penderita kanker, yang bisa saja trauma dan mengalami canceropbhia setelah pulih dari penyakit mereka itu karena takut terulang kembali. (ikh)

Baca juga: Mr. P Berubah Warna Tanda Gejala Kanker?

Kredit : digdo

Tags Artikel Ini

Ikhsan Digdo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH