Camat Tanah Abang Sebut Ratusan Pedagang yang Ditertibkan Tak Pernah Takut Corona Aktivitas pedagang di trotoar Blok G Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (19/5/2020) (ANTARA/Fauzi Lamboka)

MerahPutih.com - Ratusan pedagang Pasar Tanah Abang ditutup paksa oleh petugas gabungan dari TNI/Polri dan Pemkot Jakarta Pusat. Para petugas melakukan tindakan tegas lantaran para pedagang telah melanggar Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Ada 400-an ditutup paksa saja toko dan kios-kiosnya yang di Jati Baru Raya, Blok F, dan Blok G," kata Camat Tanah Abang Yasin Pasaribu kepada wartawan, Jumat (22/5).

Baca Juga:

Tak Ingin Kecolongan, Kementerian Perhubungan Perketat Jalur Mudik Jelang Idulfitri

Yasin mengaku, saat dilakukan penertiban, para pedagang mengaku sudah tidak khawatir terpapar virus corona yang mengancam akibat kerumuman di pasar.

"Mereka itu mana takut sama corona-coronaan, kalau takut pasti engga bakalan buka lapaknya," ujaranya.

Meski demikian, menghadapi para pedagang dan pelanggan yang bandel, pihaknya menambah personel yang ditugaskan berpatroli di pasar tersebut.

"Tetap kita upayakan penertiban dan pengawasan di lapangan, kita kuatkan jumlah kita dari Satpol PP, TNI dan Polri," tutupnya.

Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/5/2020) ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.
Warga berbelanja pakaian yang dijual pedagang kaki lima di Jalan Jati Baru II, Tanah Abang, Jakarta, Senin (18/5/2020) ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Heru Novianto mengatakan, tiga pilar Kota Jakarta Pusat hanya memberikan teguran dan imbauan persuasif agar masyarakat khususnya pedagang tidak lagi berjualan di tengah PSBB.

"Jadi kita stand by di titik-titik tertentu itu apabila ada yang buka langsung kita akan berikan tindakan," kata Heru.

Sementara itu, Asisten Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Pusat Denny Ramdhany mengatakan, inspeksi di Tanah Abang itu merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh tiga pilar untuk mengurai kerumunan massa.

"Alhamdulillah terlihat hari ini kita minimalisir hari ini pelanggaran-pelanggaran PSBB itu. Kalau pun masih kita temukan pelanggaran kita akan ambil tindakan, hari ini alhamdulillah masih bisa persuasif, masyarakat masih bisa mendengar (menuruti imbauan 3 pilar agar tidak berkerumun)," kata Denny.

Baca Juga:

Jubir Wapres Ingatkan Umat Muslim Ikuti Fatwa MUI, NU dan Muhammadiyah Salat Id di Rumah

Seperti yang diketahui, seminggu jelang lebaran aktivitas masyarakat di Pasar Tanah Abang meski PSBB tetap ramai untuk membeli baju baru.

Berdasarkan pantauan, para pedagang tetap berjualan layaknya pada hari-hari normal tanpa PSBB.

Tidak sedikit juga pengunjung membawa anak-anaknya untuk ikut berbelanja di tengah kerumunan orang banyak yang dapat dikategorikan melanggar aturan PSBB karena lebih dari 5 orang.

DKI Jakarta kembali memperpanjang PSBB hingga 4 Juni 2020 dan disebut Anies sebagai PSBB penghabisan.

Meski sudah ada Pergub 41/2020 yang mengatur sanksi bagi pelanggar PSBB, namun nampaknya masih banyak masyarakat tetap beraktivitas di luar ruangan dan berkerumun lebih dari lima orang meski menggunakan masker. (Knu)

Baca Juga:

Pemerintah Jangan Jadikan Alasan Pandemi Corona untuk Tunda Pilkada Serentak


Tags Artikel Ini

Zulfikar Sy

LAINNYA DARI MERAH PUTIH