Calon ASN KPK Perempuan Ditanya 'Bersedia Jadi Istri Kedua atau Tidak?' KPK. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Sejumlah pertanyaan janggal muncul ketika para pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengikuti Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sebagai syarat alih status menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Sumber internal di KPK mengungkapkan, muncul pertanyaan yang tidak etis terhadap seorang pegawai perempuan lembaga antirasuah. Pegawai perempuan itu ditanya soal saat pacaran sudah melakukan apa saja.

"Ia yang memang belum menikah menerima pertanyaan dari pewawancara: 'Kenapa belum menikah mbak di usia segini?' 'Apakah masih punya hasrat?' 'Bersedia menjadi istri kedua atau tidak?' Udah pernah punya pacar? Berapa kali? 'Kalau pacaran ngapain aja'," ungkap sumber internal KPK, Jumat (7/5).

Baca Juga:

Sejumlah Alasan Tes Kebangsaan Calon ASN KPK Dinilai Salah Kaprah

Menurut sumber ini, pertanyaan tersebut di luar konteks terkait wawasan kebangsaan. Bahkan dianggap telah menyinggung martabat seorang perempuan. Apalagi, pegawai perempuan itu merupakan orang berpendidikan yang sudah bertahun-tahun menjadi bagian dari KPK.

Informasi yang diterima tersebut juga linier dengan cuitan mantan Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. Lewat cuitan di akun Twitternya, Febri membeberkan soal pertanyaan yang menyinggung perempuan dalam tes wawasan kebangsaan.

"Apakah pertanyaan ini pantas & tepat diajukan pada Pegawai KPK untuk mengukur wawasan kebangsaan? 1. Kenapa belum menikah?, 2. Apakah masih punya hasrat?, 3. Bersedia ndak jadi istri kedua? 4. Kalo pacaran ngapain aja?," kata Febri melalui akun twitter miliknya, Kamis (6/5).

Logo KPK. Foto: ANTARA

Febri meminta agar soal-soal dan kertas kerja tes wawasan kebangsaan dibuka ke publik. Hal itu demi menjaga transparansi. Ia mengaku tak habis pikir jika benar muncul pertanyaan yang menyinggung harkat dan martabat seorang perempuan.

"Kalaulah benar pertanyaan itu diajukan pewawancara pada pegawai KPK saat tes wawasan kebangsaan, sungguh saya kehabisan kata-kata & bingung apa sebenarnya yang dituju dan apa makna wawasan kebangsaan. Semoga ada penjelasan yang lengkap dari KPK, BKN atau Kemenpan tentang hal ini," kata Febri.

Baca Juga:

WP KPK: Tes Wawasan Kebangsaan Jadi Alat Singkirkan Pegawai Berintegritas

Sebelumnya, Ketua KPK Firli Bahuri menyatakan bahwa ada 75 pegawai KPK yang tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) dalam rangka alih status menjadi ASN. Salah satu yang dikabarkan tidak lolos dalam tes tersebut yakni, penyidik senior Novel Baswedan dan Ketua Wadah Pegawai KPK Yudi Purnomo Harahap.

Kendati demikian, Firli memastikan bahwa tidak ada pegawai KPK yang dipecat. Dia menyebut KPK akan berkoordinasi lebih dulu dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) soal 75 pegawai yang tidak lolos TWK. (Pon)

Tag
LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Berpotensi Bingungkan Penerus Anies, Pengajuan Utang Rp 4 Triliun ITF Sunter Ditolak
Indonesia
Berpotensi Bingungkan Penerus Anies, Pengajuan Utang Rp 4 Triliun ITF Sunter Ditolak

Anies menjelaskan pelunasan utang direncanakan akan dibayar pada tahun anggaran 2022 hingga 2024 secara bertahap

JakPro Minta Warga Bongkar Sendiri Rumah di Area Eksisting Stadion JIS
Indonesia
JakPro Minta Warga Bongkar Sendiri Rumah di Area Eksisting Stadion JIS

Warga yang telah menerima kompensasi diberikan kesempatan untuk mengosongkan area eksisting dan melakukan pembongkaran mandiri dengan jangka waktu maksimal 30 hari sejak dana diterima.

Satgas Siap Pidanakan Warga Yang Gunakan Tes PCR Palsu Saat Bepergian
Indonesia
Satgas Siap Pidanakan Warga Yang Gunakan Tes PCR Palsu Saat Bepergian

Masyarakat agar menggunakan hasil tes resmi yang dikeluarkan lembaga kesehatan. Meskipun melakukan melakukan perjalanan domestik.

Asrama Haji Pondok Gede Jadi Tempat Karantina Jamaah Umrah
Indonesia
Asrama Haji Pondok Gede Jadi Tempat Karantina Jamaah Umrah

Asrama Haji Pondok Gede memenuhi syarat menjadi tempat karantina jemaah umrah.

Peringatan Maulid Nabi, Keraton Surakarta Tiadakan Tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud
Indonesia
Peringatan Maulid Nabi, Keraton Surakarta Tiadakan Tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud

Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat kembali meniadakan tradisi Sekaten dan Grebeg Maulud tahun ini karena Kota Solo masih berstatus PPKM Level 2.

Berkaca dari Kasus Muhammad Kece, Youtuber Diminta Mengindahkan Norma dan Etika
Indonesia
Berkaca dari Kasus Muhammad Kece, Youtuber Diminta Mengindahkan Norma dan Etika

Penting untuk merawat, menjaga keragaman kemajemukan

KPU Usulkan Pemilu 2024 di 21 Februari
Indonesia
KPU Usulkan Pemilu 2024 di 21 Februari

Berkaca pada Pemilu 2019, lebih dari 500 anggota kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) meninggal dunia akibat kelelahan saat bertugas.

[HOAKS atau FAKTA] Swab Test PCR Dapat Merusak Otak
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA] Swab Test PCR Dapat Merusak Otak

Diimbau kepada masyarakat agar tidak perlu khawatir dengan informasi menyesatkan tersebut

PKL Pasar Klitikan Solo Nekat Jualan, Tim Satpol PP Diadang
Indonesia
PKL Pasar Klitikan Solo Nekat Jualan, Tim Satpol PP Diadang

Mereka tetap nekat berjualan di luar pasar dan berkerumun. Hal itu juga membuat jalanan menjadi macet.

Pusat Putuskan UMP DKI Cuma Naik Rp 37 Ribu, Jawaban Kubu Anies 2 Hari Lagi
Indonesia
Pusat Putuskan UMP DKI Cuma Naik Rp 37 Ribu, Jawaban Kubu Anies 2 Hari Lagi

Terkait data Kemenaker, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI, Andri Yansah memastikan pihaknya akan mengumumkan besaran UMP DKI 2022 dua hari lagi.