Caleg PAN Jadi Penipu Pengadaan Barang BNPB Diduga untuk Biaya Kampanye Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi. Foto: MP/Kanugrahan

MerahPutih.com - Polres Metro Pusat menangkap Andi Fajri alias Andi (AF) dan Imam Nurssaida Hussaida (IH) alias Imam. Mereka kasus penipuan dan penggelapan pemenangan tender pengadaan seribu tenda evakuasi Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Menurut Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi, tersangka selaku Direktur PT Della Ulfaira mengaku memenangi tender pengadaan 1.000 tenda dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada awal April lalu.

Kanugrahan
Wakapolres Metro Jakarta Pusat AKBP Arie Ardian Rishadi. Foto: MP/Kanugrahan

"Mereka meminta korban FK Rp 3 miliar dan disanggupi korban tahap pertama senilai Rp 500 juta," kata Arie di Gedung Polres Metro Jakarta Pusat, Kemayoran, Selasa (16/4).

Pelaku dan korban berkenalan secara langsung. Karena mereka mencari-cari pengusaha untuk melakukan tander proyek. Modus yang diakukan pelaku adalah menginvestasikan dana dalam proyek tersebut dan menjanjikan keuntungan sebanyak 77% dari nilai proyek yang diinvestasikan tersangka.

"Korban pun percaya karena tersangka Imam mengaku sebagai penghubung pihak BNPB," jelas Arie.

Tanpa pikir panjang, korban kemudian menyerahkan uang sebesar Rp5 juta sebagai tanda jadi kerjasama. Metode pembayarannya melalui transfer. Setelah menyerahkan uang, korban tak ada kabar dari tersangka atas hasil investasi yang dijanjikan. Korban kemudian memerintahkan saksi untuk mengecek kebenaran tender tersebut ke pihak BNPB.

Namun apa yang dikatakan BNPB, tender tersebut ternyata tidak ada sama sekali, bahkan data pengadaan tender 1000 tenda tersebut tak tercatat di BNPB. Tidak hanya itu, tersangka pun sebelumnya pernah melakukan penipuan dan penggelapan lainnya dengan korban yang berbeda dan mengatasnamakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Ini DPO kami. Janjikan kepada korban ada proyek jalan di Menado, menjanjikan Januari lalu.Korban rugi Rp 350 juta," imbuh Arie.

Usut punya usut, IH adalah seorang caleg PAN di Dapil Banten. Arie belum bisa memastikan apakah pelaku juga menggunakan uang penipuan ini untuk kampanye atau tidak.

"Masih kami lakukan selidiki. Kemungkinan pelaku lain masih kami dalami," jelas Arie.

Ilustrasi
Ilustrasi penipuan

Arie mengimbau masyrakat untuk berhati-hati dengan modus seperti ini. "Sekarang mekanisme tender ketat jadi ikuti aturan yang berlaku," terang Arie.

Sementara itu, pelaku IH mengaku uang ini bukan untuk kampanye. "Gak ada hubungannya dengan itu," kata IH yang mengenakan baju tahanan ini.

Akibat perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal 378 dan 372 KUHP de gan ancaman kurungan diatas 5 tahun. (Knu)


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH