Cakupan Air Bersih 80 Persen, PAM Jaya Minta Zona Bebas Air Tanah Jakarta Diperluas

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 11 Maret 2026
Cakupan Air Bersih 80 Persen, PAM Jaya Minta Zona Bebas Air Tanah Jakarta Diperluas

Kepala Bidang Pembangunan dan Lingkungan Hidup pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah DKI Jakarta, Cipta Aditya (kiri), Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin (tengah), Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Yuke Yurike (kanan). (foto MP/Asropih)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta didorong untuk memperluas zona bebas air tanah seiring meningkatnya cakupan layanan air bersih perpipaan di ibu kota.

Hal tersebut disampaikan Direktur Utama PT PAM Jaya (Perseroda) Arief Nasrudin dalam diskusi Balkoters Talk bertajuk "Implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) Poin 6 Menuju Jakarta Kota Global" di Pressroom Balai Kota DKI, Rabu (11/3).

Arief mengatakan, perluasan zona bebas air tanah menjadi penting karena cakupan layanan air perpipaan di Jakarta kini telah mencapai lebih dari 80 persen.

"Sebenarnya ada satu hal yang memang saya ingin kuatkan, zona bebas air tanah. Ini yang sedang saya mintakan sama Pemprov DKI gitu ya, diperluas zona bebas air tanahnya, karena cakupan kami sudah di 80 persen atau 82 persen nanti sampai di tahun ini," kata Arief.

Menurut dia, gedung-gedung tinggi di Jakarta yang telah mendapatkan suplai air bersih dari PAM Jaya seharusnya tidak lagi menggunakan air tanah.

"Saya sudah harus menyatakan law enforcement bahwasannya gedung tinggi yang sudah airnya tersupai, stop ya. Enggak boleh lagi pakai air tanah," imbuhnya.

Baca juga:

Semua Gedung Jakarta Dilarang Sedot Air Tanah, 100% Wajib Pakai Pasokan PAM Jaya

Arief menjelaskan, eksploitasi air tanah yang berlebihan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan serius, salah satunya penurunan permukaan tanah di sejumlah wilayah.

"Sangat jelas rasanya kalau kita melakukan eksploitasi air tanah, walaupun itu ada pemberian Tuhan gitu ya, bisalah gunakan dengan secara paksa dan maksimal, lihat kejadiannya sekarang sudah banyak banget," ungkapnya.

Ia juga mencontohkan sejumlah daerah di Indonesia yang mengalami penurunan tanah akibat penggunaan air tanah yang tidak terkendali.

"Bahkan sekarang sudah sampai di Semarang, Tegal gitu ya, enggak cuma Aceh yang tiba-tiba ada sinkhole gitu ya, yang kemudian mulai turun, tanah mulai turun, turun, turun, dan terus turun," ucapnya.

Arief menilai ketersediaan air bersih merupakan salah satu faktor penting jika Jakarta ingin menyandang status sebagai kota global.

Menurut dia, tidak masuk akal jika kota dengan ambisi global masih menghadapi persoalan mendasar terkait akses air bersih perpipaan.

"Lucu rasanya kalau misalkan menjadi kota global, tapi belum selesai gitu dengan air bersih, dengan perpipaan," tuturnya.

Ia menyebutkan bahwa cakupan layanan air bersih perpipaan di Jakarta saat ini telah mencapai 80,24 persen.

Jaringan distribusi air tersebut memiliki panjang pipa sekitar 12.835,21 kilometer dengan jumlah pelanggan mencapai 1.178.022 dan distribusi air sebesar 22.583 liter per detik (LPS).

Baca juga:

PAM Jaya Bagikan 2.000 Toren Air Gratis untuk Warga Jakarta hingga 2026

Arief menambahkan, PAM Jaya terus meningkatkan layanan air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, ketersediaan air bersih memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat serta pembangunan kota, mulai dari sektor lingkungan, kesehatan, sosial budaya, hingga ekonomi.

"InsyaAllah target kami di 2029 nanti cakupan layanan sudah mencapai 100 persen dengan panjang pipa 16.234 kilometer dan suplai air 31.563 LPS," pungkas Arief.

Berdasarkan data PAM Jaya, sekitar 92 persen sumber air baku yang digunakan Jakarta berasal dari luar wilayah ibu kota, terutama dari Waduk Jatiluhur di Purwakarta. Sementara itu, hanya sekitar 8 persen yang berasal dari sumber air di Jakarta.

Untuk air olahan, sekitar 88 persen berasal dari luar Jakarta dan 12 persen diolah dari sumber air di dalam wilayah Jakarta. (Asp)

#PAM Jaya #Air Bersih #BUMD
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
PAM Jaya meraih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta Bidang Kearsipan 2026 dengan predikat AA atau Sangat Memuaskan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Oktober 2026
PAM Jaya Raih Penghargaan Gubernur DKI Jakarta 2026 Bidang Kearsipan
Indonesia
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Bank Jakarta dan PAM Jaya bakal IPO. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menegaskan, Pemprov tetap memegang saham mayoritas.
Soffi Amira - Minggu, 11 Oktober 2026
Bank Jakarta dan PAM Jaya Bakal IPO, Pramono Tegaskan DKI Tetap Pemegang Saham Mayoritas
Indonesia
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar 2029
Skor GCG PAM Jaya kini naik menjadi 87,099 dengan prediksi sangat baik pada 2025. Target layanan air pun dikejar pada 2029.
Soffi Amira - Kamis, 08 Oktober 2026
Skor GCG PAM Jaya Naik, Target 100 Persen Layanan Air Dikejar  2029
Indonesia
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Langkah penanganan darurat ini diambil sebagai bentuk respons cepat dalam menghadapi gelombang musim kemarau yang melanda dalam beberapa tahun terakhir.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Tanggap Darurat Kemarau, Kementerian PU Salurkan 48,9 Juta Liter Air
Indonesia
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
PAM Jaya mewakili Indonesia di New York, Amerika Serikat. PAM Jaya menargetkan pengelolaan air Jakarta selesai 2029.
Soffi Amira - Rabu, 23 September 2026
PAM Jaya Paparkan Pengelolaan Air Jakarta di New York, Incar Target 100 Persen pada 2029
Lainnya
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Coway memperkuat kehadiran di Surabaya melalui IndoBuildTech 2026 dan program CSR, sekaligus memperkenalkan Slim Stand dan Yonsu.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 17 September 2026
Gandeng IndoBuildTech dan Masjid Cheng Hoo, Coway Perkuat Kehadiran di Surabaya
Indonesia
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan menjalankan empat strategi utama sebagai antisipasi terhadap kekeringan di sejumlah wilayah Indonesia.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Kekeringan Mengancam Sejumlah Wilayah, BNPB Siapkan 4 Strategi Antisipasi
Indonesia
Krisis Air Bersih Melanda Jaksel, BPBD Kerahkan Mobil Tangki 5.000 Liter
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta Selatan mengerahkan mobil tangki berkapasitas 5.000 liter untuk memasok air bersih kepada warga terdampak.
Yusuf Abdillah - Selasa, 15 September 2026
Krisis Air Bersih Melanda Jaksel, BPBD Kerahkan Mobil Tangki 5.000 Liter
Indonesia
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, PAM Jaya Pastikan Kualitas Air Tetap Terjaga
PAM Jaya memastikan kualitas air perpipaan tetap terjaga dan memenuhi standar Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 di tengah sebaran abu vulkanik Anak Krakatau.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 07 September 2026
Abu Vulkanik Anak Krakatau Capai Jakarta, PAM Jaya Pastikan Kualitas Air Tetap Terjaga
Indonesia
Rayakan Hari Pelanggan, PAM Jaya Beri Layanan Air Minum Gratis untuk Masjid Istiqlal selama Setahun
PAM Jaya memberikan layanan air minum gratis untuk Masjid Istiqlal selama setahun penuh.
Soffi Amira - Sabtu, 05 September 2026
Rayakan Hari Pelanggan, PAM Jaya Beri Layanan Air Minum Gratis untuk Masjid Istiqlal selama Setahun
Bagikan