Cak Imin Usul Pemilu Ditunda untuk Tolong Ma'ruf Amin, Nasdem: Ngawur! Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad M Ali. Foto: ANTARA News/Fathur Rochman

MerahPutih.com - Pernyataan Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang mengaku mengusulkan penundaan Pemilu 2024 dalam rangka menolong Wakil Presiden RI, KH Maruf Amin dinilai ngawur.

"Saya juga baca berita, itu sudah ngawur. Ya, masak nolong orang untuk di akhirat, tanggung jawab dia dengan Tuhan," kata Wakil Ketua Umum Partai Nasdem Ahmad Ali kepada wartawan, Selasa (19/4).

Baca Juga

Usul Penundaan Pemilu, Cak Imin Seret Nama Ma'ruf Amin

Anak buah Ketum Nasdem Surya Paloh itu menegaskan bahwa Pemilu sudah diatur oleh konstitusi, yaitu setiap lima tahun sekali.

"Saya pikir begini urusan pemilu ini kan sudah diatur secara konstitusi, terus kemudian 5 tahun sekali memilih presiden, dan presiden dua kali dipilih. itu faktor utama dulu yang tidak bisa diapa-apakan lagi," ujarnya.

Selain itu, kata Ahmad Ali, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga sudah secara tegas menolak usulan penundaan Pemilu yang pertama kali digaungkan oleh Cak Imin tersebut.

"Kemaren presiden secara tegas bahwa dia karena sudah beberapa kali disampaikan secara tegas hari-hari ini dia tidak mau lagi untuk bicara tentang pemilu (ditunda)," ungkapnya.

Baca Juga

Ketua Komisi II DPR Tegaskan Pemilu Serentak Digelar 2024

Untuk diketahui Cak Imin kembali berbicara soal penundaan Pemilu. Ia berdalih mengusulkan penundaan Pemilu 2024 dalam rangka menolong KH Maruf Amin yang baru setahun menjabat Wakil Presiden langsung dihantam pandemi COVID-19.

"Namanya usul masa ngga boleh, emang namanya negara demokrasi nggak boleh usul? kata Cak Imin dalam pidatonya di Harlah PMII ke-62 dikutip Channel Youtube PMII Official, Selasa (19/4).

Cak Imin ini menjelaskan, 2 tahun pandemi melanda Tanah Air membuat ekonomi terpuruk. Banyak program-program pemerintah untuk rakyat tertunda dan tak bisa direalisasikan karena fokus anggaran untuk penanganan pandemi COVID-19.

"Saya itu usul dalam rangka menolong Kiai Ma'ruf Amin, dalam rangka menolong rakyat. Kenapa menolong Kiai Ma'ruf? karena supaya nanti kalau di akhirat ditanya kurang ini, kurang itu. Mesti alasannya ya karena 2 tahun pandemi nggak bisa apa-apa," ujarnya.

Cak Imin menambahkan dua tahun pandemi membuat pemerintah tidak bisa berbuat banyak. Pertemuan dibatasi, anggaran di DPR habis untuk mengurusi pandemi. Program prioritas seperti pembangunan IKN juga belum tergarap maksimal karena 2 tahun pandemi. (Pon)

Baca Juga

AHY Bidik Jawa Barat sebagai Lumbung Suara di Pemilu 2024

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Megawati dan Jokowi Sudah Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo
Indonesia
Megawati dan Jokowi Sudah Bahas Pengganti Tjahjo Kumolo

Hasto mengakui nama-nama calon Menteri PAN-RB sudah dibahas

[HOAKS atau FAKTA]: Pengurus MUI Bingung Makan Apa kalau Kemenag Ambil Pelabelan Halal
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Pengurus MUI Bingung Makan Apa kalau Kemenag Ambil Pelabelan Halal

Akun Facebook Anto Abudhany Java pada (15/03/22) membagikan postingan ke sebuah grup Facebook.

Selama Libur Lebaran, Tak Ada Penambahan Pasien Rawat Inap di Wisma Atlet
Indonesia
Selama Libur Lebaran, Tak Ada Penambahan Pasien Rawat Inap di Wisma Atlet

Selama libur lebaran Idul Fitri, Jumlah pasien yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Khusus COVID-19 (RSDC) Wisma Atlet Kemayoran Jakarta tidak bertambah dan berkurang selama periode libur Lebaran 2022 sejak Selasa (3/5) sampai dengan Kamis (5/5).

15 Kelurahan di Jakarta Belum Miliki Puskesmas
Indonesia
15 Kelurahan di Jakarta Belum Miliki Puskesmas

Usia Jakarta sudah genap ke-495 tahun. Namun, masih ada 15 kelurahan di DKI yang belum mempunyai Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas).

Baleg DPR Setujui 15 Poin Revisi UU PPP
Indonesia
Baleg DPR Setujui 15 Poin Revisi UU PPP

Rapat Pleno Badan Legislasi (Baleg) DPR menyetujui revisi Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (PPP).

Legislator Minta Penggunaan MyPertamina Dihentikan karena Bikin Gaduh
Indonesia
Legislator Minta Penggunaan MyPertamina Dihentikan karena Bikin Gaduh

Menurutnya, langkah korporasi tersebut dinilai belum tepat waktu, ribet dan bikin heboh di masyarakat.

Insiden Ambruknya Pagar Pembatas Tribun Utara JIS Dinilai Memalukan
Indonesia
Insiden Ambruknya Pagar Pembatas Tribun Utara JIS Dinilai Memalukan

"Saya kira ini kejadian memalukan," ujar Gilbert

Fraksi Gerindra Tanggapi Usulan Pembentukan Pansel Penentuan Calon Pj Gubernur DKI
Indonesia
Fraksi Gerindra Tanggapi Usulan Pembentukan Pansel Penentuan Calon Pj Gubernur DKI

Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta menanggapi permintaan PSI yang mengusulkan pembentukan Panitia Seleksi (Pansel) dalam penentuan nama calon Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta pengganti Anies Baswedan.

Pemkot Yogyakarta Siapkan Tempat Vaksinasi COVID-19 untuk Pengunjung Malioboro
Indonesia
Pemkot Yogyakarta Siapkan Tempat Vaksinasi COVID-19 untuk Pengunjung Malioboro

Vaksinasi ini diberikan secara cuma-cuma untuk pengunjung kawasan legendaris tersebut.

Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten
Indonesia
Soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung, PKS Sebut Pemerintah Inkonsisten

Patut diduga menjadi penyebab pembengkakan biaya