Cak Imin Dorong BGN Prioritaskan Produk Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 05 November 2025
Cak Imin Dorong BGN Prioritaskan Produk Lokal untuk Program Makan Bergizi Gratis

Cak Imin melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al Ittifaq, Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (5/11). (Foto: Dok. Kemenko Pemberdayaan Masyarakat)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, mendorong Badan Gizi Nasional (BGN) agar memprioritaskan penggunaan produk dalam negeri dalam pemenuhan kebutuhan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Dorongan tersebut disampaikan Cak Imin usai melakukan kunjungan kerja ke Pondok Pesantren Al Ittifaq, Rancabali, Kabupaten Bandung, Rabu (5/11). Ia menegaskan bahwa seluruh bahan pangan yang digunakan dalam program MBG harus berasal dari produksi nasional.

“Sebagai pengawas BGN, saya minta BGN memastikan tidak ada satu barang pun yang impor, baik bahan pangan maupun peralatan dapur MBG (SPPG). Semua harus mengandalkan produksi dalam negeri,” tegasnya.

Baca juga:

Pangan Lokal Jadi Kunci Program MBG, BGN Ajak Daerah Ikut Hidupkan Ekonomi Rakyat

Menurut Cak Imin, pada tahap kedua pelaksanaan MBG tahun 2026, pemerintah akan memastikan seluruh kebutuhan dapur MBG dipasok oleh UMKM dan koperasi lokal. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat ekosistem ekonomi nasional agar tumbuh saling menopang.

“Tahap kedua nanti, semua kebutuhan dapur MBG akan dipasok dari UMKM dan koperasi. Itu supaya ekosistem ekonomi lokal tumbuh. Kalau sudah stabil, semua bahan akan kita serahkan sepenuhnya kepada pelaku ekonomi rakyat,” ujarnya.

Baca juga:

Cak Imin Tegaskan Pemerintah Bakal Hapus Tunggakan BPJS Kesehatan, Tapi yang Mampu Wajib Bayar

Dalam kunjungan ke Ponpes Al Ittifaq, Cak Imin menyampaikan apresiasinya terhadap model kemandirian ekonomi pesantren yang dikembangkan lembaga tersebut.

Menurutnya, Al Ittifaq menjadi contoh nyata bagaimana pendidikan, koperasi, dan bisnis bisa bersinergi membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.

“Al Ittifaq menjadi satu ekosistem ekonomi dari koperasi, pesantren, dan lembaga pendidikan. Dari belajar dan praktik, akhirnya menjadi pusat ekonomi. Sekarang berkembang menjadi pusat pelatihan dan bisnis yang lengkap, bahkan menjadi pemasok minimarket dan dapur MBG,” jelasnya.

Cak Imin menilai keberhasilan Al Ittifaq menjadi inspirasi bagi pesantren dan komunitas ekonomi lainnya di seluruh Indonesia.

“Ini prestasi luar biasa sekaligus pembelajaran bahwa kalau ekosistemnya benar, maka akan tumbuh pelaku-pelaku ekonomi yang baik,” pungkasnya. (Pon)

#Makan Bergizi Gratis #Muhaimin Iskandar #Badan Gizi Nasional #Menko Pemberdayaan Masyarakat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Cak Imin Tegaskan Jaminan Kesehatan Nasional Menanggulangi Kemiskinan
Ia mengaku telah melihat langsung manfaat yang dirasakan masyarakat sebagai peserta JKN, dalam kunjungan-kunjungan kerja yang dilakukannya.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 30 Oktober 2026
Cak Imin Tegaskan Jaminan Kesehatan Nasional Menanggulangi Kemiskinan
Indonesia
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Dana operasional sebesar Rp 3.000 menggunakan mekanisme at cost, yakni berdasarkan biaya yang dikeluarkan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Biaya Operasional MBG Dibatasi Rp 3.000 per Porsi, BGN Ungkap Jaminan Kualitasnya
Indonesia
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
BGN membuka ruang pengawasan bagi seluruh pihak, termasuk orangtua siswa, petugas posyandu, dan guru.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Masyarakat Bisa Lihat Langsung Proses Masak MBG
Indonesia
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Efisiensi tersebut dilakukan melalui penataan penggunaan anggaran, evaluasi biaya operasional dapur, serta penguatan pengawasan keuangan.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Klaim Efisiensi Anggaran MBG Capai Rp 44 Triliun dalam 100 Hari
Indonesia
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Salah satu bentuk pelibatan pemerintah daerah yakni inspeksi terhadap operasional SPPG.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Mendagri Keluarkan SE, Kepala Daerah Bantu Awasi Program MBG
Indonesia
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
BGN menghentikan operasional 6.100 dapur MBG karena laporan penggunaan dana harian belum dipenuhi. Sudaryono menegaskan persoalannya bukan kekurangan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 29 Oktober 2026
BGN Hentikan Operasional 6.100 Dapur MBG, Pengelola Belum Laporkan Dana Harian
Indonesia
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
BGN mulai menerapkan MBG prasmanan. Sebanyak 10 ribu SPPG ditargetkan rampung hingga akhir 2026.
Soffi Amira - Kamis, 29 Oktober 2026
MBG Bakal Pakai Sistem Prasmanan, BGN Targetkan 10 Ribu SPPG hingga Akhir 2026
Indonesia
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Sudaryono mengungkapkan kasus keracunan di Bogor disebabkan pembelian bahan makanan jadi.
Dwi Astarini - Rabu, 28 Oktober 2026
Kepala SPPG di Cirebon dan Bogor Dipecat Imbas Keracunan Siswa
Indonesia
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
BGN mengungkap tiga penyebab dana operasional SPPG untuk Program Makan Bergizi Gratis tidak cair, mulai dari pelaporan hingga penggunaan anggaran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
BGN Ungkap 3 Penyebab Dana Operasional SPPG untuk Program MBG Tidak Cair
Indonesia
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
BGN mengembalikan Rp 160,37 miliar ke kas negara atas temuan BPK RI. Hal itu terkait penemuan rekening ganda di 75 SPPG.
Soffi Amira - Kamis, 22 Oktober 2026
BPK Temukan Rekening Ganda di 75 SPPG, BGN Kembalikan Rp 160,37 Miliar ke Kas Negara
Bagikan