Cak Imin Desak Pemerintah Lebih Gesit Deteksi Varian Baru Virus Corona Ruang isolasi pasien COVID-19. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Pemerintah harus memberlakuka pengawasan super ketat di setiap pintu kedatangan warga negara asing (WNA) maupun WNI dari luar negeri, baik di bandara, pelabuhan, maupun pintu masuk perbatasan.

Hal ini terkait dengan peredaran varian baru virus corona di Indonesia, seperti varian Delta yang disebut berasal India, varian B.1.1.7 dari Inggris, dan teranyar varian Lambda yang disebut WHO sudah terdeteksi di 29 negara.

Baca Juga:

Seperti di Wuhan, Penularan Berhenti jika PPKM Darurat Berlaku Ketat

"Semua pintu masuk harus dijaga super ketat. Setiap yang masuk ke Indonesia harus betul-betul dicek hasil Swabnya dan karantina 14 hari wajib dioptimalkan," kata Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar dalam keterangannya, Jumat, (1/7).

Ketua Tim Pengawas Penanggulangan Bencana COVID-19 DPR ini mengusulkan pengetatan lebih optimal utamanya bagi WNA dan WNI yang tiba dari negara berpotensi tinggi tularkan COVID varian baru.

"Kuncinya adalah pengawasan di setiap pintu masuk harus diperketat. Kita semua tentu saja tidak ingin tiba-tiba ada penularan lokal varian baru dari luar negeri, padahal nggak tahu kapan masuknya (dan) siapa yang bawa," tegasnya.

Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)
Wakil Ketua DPR Muhaimin Iskandar. (Foto: Antara)

Selain itu, Cak Imin juga mendesak pemerintah Indonesia lebih gesit mendeteksi varian baru virus corona dari luar negeri. Terlebih ada beberapa varian yang disebut lebih cepat menyebar dan berpotensi membuat vaksin jenis tertentu tidak efektif.

Untuk mengoptimalkannya, ia meminta pemerintah Indonesia menambah jumlah laboratorium yang bisa melakukan whole genome sequencing (WGS) untuk mengetahui varian COVID-19.

"Sekarang ini di Indonesia baru ada 17 laboratorium yang bisa mendeteksi varian virus baru. Sudah waktunya itu ditambah biar deteksinya lebih cepat," ujar Ketum PKB ini. (Pon)

Baca Juga:

Persiapkan Kebutuhan Pokok Ini Sebelum PPKM Darurat

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Tenaga Medis Bakal Divaksin Tiga Kali
Indonesia
Tenaga Medis Bakal Divaksin Tiga Kali

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut vaksinasi booster atau vaksinasi dosis ketiga akan segera dilakukan.

Anak Buah Megawati Sebut Kinerja LADI tidak Profesional
Indonesia
Anak Buah Megawati Sebut Kinerja LADI tidak Profesional

Mantan penyiar TV ini menyebut, kinerja yang tidak profesional ini jadi merusak nama baik Indonesia, merugikan timnas dan pemain kita serta membuat kecewa rakyat.

Pimpinan DPD Minta Anak Asuh Shin Tae-yong Waspadai 'Counter Attack' Thailand
Olahraga
Pimpinan DPD Minta Anak Asuh Shin Tae-yong Waspadai 'Counter Attack' Thailand

Menurutnya, kemenangan dramatis atas Singapura justru menyisakan banyak catatan bagi timnas Indonesia

Damkar Tak Ikut Naik ke Lintasan Rel Kereta untuk Evakuasi LRT Jabodebek
Indonesia
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Secara Nasional Lebih dari 4,1 Juta Orang
Indonesia
Jumlah Pasien Sembuh COVID-19 Secara Nasional Lebih dari 4,1 Juta Orang

Jawa Barat menjadi provinsi dengan kenaikan kasus harian tertinggi yaitu 45 kasus

Ini Alasan Jerinx Mangkir Panggilan Polda Metro Jaya
Indonesia
Ini Alasan Jerinx Mangkir Panggilan Polda Metro Jaya

Ia mengaku, selama ini sudah berusaha menjalankan komunikasi

17 Ribu Guru di Yogyakarta Ikuti Vaksinasi Booster
Indonesia
17 Ribu Guru di Yogyakarta Ikuti Vaksinasi Booster

Kepala Disdikpora DIY, Didik Wardaya menjelaskan, total ada 17.000 guru SMA/SMK di DIY. Para guru yang mengikuti vaksinasi booster sudah memenuhi sejumlah persyaratan dan sudah mendaftar via daring melalui google form.

Kemenkes Pantau Perkembangan Deltacron di Eropa
Indonesia
Kemenkes Pantau Perkembangan Deltacron di Eropa

Data Per 12 Maret 2022 untuk vaksinasi nasional, sudah 72,50 persen dari total sasaran vaksinasi mendapatkan dosis lengkap.

Kabar Duka, Mantan Jubir COVID-19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia
Indonesia
Kabar Duka, Mantan Jubir COVID-19 Achmad Yurianto Meninggal Dunia

Kabar duka datang dari dunia kesehatan di tanah air. Mantan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Achmad Yurianto meninggal dunia pada Sabtu (21/5) pukul 18.58 WIB di Malang, Jawa Timur. Kabar tersebut disampaikan Perhimpunan Sarjana dan Profesional Kesehatan Masyarakat Indonesia (Persakmi) di akun Twitter resminya.

41 Napi Tewas di Lapas, Kebijakan Menangani Kejahatan Ringan Harus Diubah
Indonesia
41 Napi Tewas di Lapas, Kebijakan Menangani Kejahatan Ringan Harus Diubah

"Kapasitas penjara yang terbatas dengan jumlah penghuni yang berlebihan adalah akar masalah serius dalam system peradilan pidana di Indonesia," papar Usman.