Buzzer Jokowi Kesal Terhadap Kesaksian Pengurus Masjid Al-Falaah Wajah lebam buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng (Foto: Screenshot youtube.com)

MerahPutih.Com - Buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng menyesalkan kesaksian pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Penjompongan, Jakarta Pusat bernama Iskandar menyebutkan tidak ada penculikan dan penganiayaan terhadap dirinya.

Pasalnya, menurut Ninoy, pernyataan pengurus masjid tersebut cenderung tendensius dan tidak benar.

Baca Juga:

Seusai Diperiksa, Munarman FPI Ngaku Tak Tahu Menahu Soal Penganiayaan Buzzer Jokowi

"Saya mohon Pak Iskandar untuk mencabut, memberikan klarifikasi bahwa apa yang disampaikan tidak benar. Jika tidak dilakukan, saya sebagai orang mengalami pemukulan seperti ini, diancam, dibunuh, saya akan melaporkan ke pihak kepolisian karena penyebaran berita bohong," kata dia kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (10/10).

Masjid Al Falaah Pejompongan Jakarta Pusat
Masjid Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat. (Foto: MP/Kanugrahan)

Buzzer Jokowi ini mengaku tak pernah melihat Iskandar di lokasi saat kejadian. Maka dari itu ia mengaku heran bagaimana bisa Iskandar bilang tidak ada peristiwa ini sementara dirinya tak ada di lokasi saat itu menurut Ninoy.

Ditambah lagi seluruh tersangka yang jumlahnya 13 orang mengaku semua perbuatannya. Maka dari itu dia menyebut Iskandar telah menyebar berita bohong jika menyebut tak ada kejadian itu.

"Berkenan dengan video berededar video yang menyatakan tidak pernah terjadi pemukulan di Masjid Al-Falaah lantai satu, saya sebagai korban, apa yang disampaikan oleh Bapak Iskandar baru saja ya dikonfrontir di Resmob ini. Saya tidak pernah melihat Pak Iskandar di dalam masjid tersebut," katanya.

Sebelumnya, sebuah video menampilkan pegiat media sosial dan pendukung Presiden Joko Widodo yakni Ninoy Karundeng, dengan wajah lebam tersebar luas. Dalam video itu, Ninoy diduga sedang diinterogasi oleh sejumlah pria dalam sebuah ruangan.

Baca Juga:

Diperiksa Lebih dari 10 Jam, Munarman FPI Masih Belum Keluar dari Ruang Penyidikan

Sementara itu, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Jakarta Pusat, membantah bahwa Ninoy Karundeng telah disekap dan dianiaya dalam salah satu ruangan bawah masjid.

Pengurus DKM Al Falaah, Iskandar, mengaku memang mengetahui bahwa Ninoy dianiaya oleh banyak orang di depan pagar masjid. Namun, dia menegaskan, saat terjadi penganiayaan tersebut, pengurus DKM langsung memasukkan Ninoy ke ruang bawah masjid untuk diamankan dan diurus oleh paramedis.(Knu)

Baca Juga:

Anggotanya Terlibat Penganiayaan Buzzer Jokowi, FPI: Kami Tak Pernah Ajarkan Kekerasan



Eddy Flo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH