Buzzer Jokowi Dianiaya, Polisi Garap Pentolan FPI Hari Ini Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI) Munarman (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Merahputih.com - Sekretaris Umum Front Pembela Islam (FPI), Munarman hari ini diperiksa Polisi dalam kasus penganiayaan buzzer Jokowi, Ninoy Karundeng.

Munarman bakal diperiksa sebagai saksi karena diduga meminta rekaman CCTV penganiayaan terhadap Ninoy untuk dihapus.

Baca Juga

Sekjen PA 212 Resmi Tersangka Penganiyaaan Buzzer Jokowi

"Iya agendanya hari ini pukul 10.00 WIB. Tunggu saja," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Rabu (9/10).

Penyidik saat ini masih menunggu kehadiran Munarman. "Belum ada konfirmasi hadir dari dia nih, kita tunggu saja," sambungnya.

Menurut polisi, Munarman disebut salah satu tersangka dalam pemeriksaan. Tersangka itu adalah S yang merupakan Sekretaris Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Falaah, Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat. S melapor kepada Munarman soal laporan usai dugaan penganiayaan itu.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono

Munarman diduga memerintahkan balik S usai menerima laporan itu. S diminta menghapus rekaman kamera Closed Circuit Television (CCTV) masjid. Kemudian diminta untuk tidak menyerahkan semua data kepada pihak kepolisian.

Hingga kini, Polda Metro Jaya telah menetapkan 13 orang sebagai tersangka terkait kasus dugaan penganiayaan terhadap relawan Jokowi, Ninoy Karundeng. Tiga dari belasan orang tersangka itu adalah perempuan.

Baca Juga:

Disebut Polisi Terlibat Dalam Penganiayaan Buzzer Jokowi, Begini Jawaban Munarman

Ketiga perempuan itu dijerat dengan pasal UU ITE karena terbukti merekam dan menyebarkan video saat Ninoy saat diinterogasi orang tak dikenal.

Kemudian untuk tersangka AA, ARS, YY, RF, Baros, S, TR, SU, ABK, IA, R, Fery alias F, dan Sekretaris Persaudaraan Alumni (PA) 212 Bernard Abdul Jabbar dijerat dengan Pasal 170 KUHP dan Pasal 335 KUHP. (Knu)



Angga Yudha Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH