Buzzer Jadikan Penghargaan Diskotek Colloseum Untuk Serang Anies Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: MP/Asropih)

MerahPutih.com - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) membela keputusan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang memberikan penghargaan Anugerah Adikarya Wisata 2019 terhadap tempat hiburan malam Colloseum.

Ketua Umum GNPF, Yusuf Muhammad Martak mengatakan bahwa pemberian penghargaan kepada diskotek di Jakarta juga dilakukan oleh gubernur-gubernur sebelum Anies.

Baca Juga

PA212: Umat Islam yang Beriman Keberatan Tempat Maksiat Dapat Penghargaan

"Informasinya program (penghargaan) tersebut di jalankan setiap 2 tahun sekali, dan sudah berjalan sejak gubernur-gubernur sebelumnya," kata Yusuf Martak melalui keterangan tertulis, Senin (16/12).

Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak. Foto: Net
Ketua Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama, Yusuf Muhammad Martak. Foto: Net

Yusuf mengatakan, bahwa ada sebanyak 31 perusahaan bidang jasa pariwisata yang mendapatkan Anugerah Adikarya dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI, salah satunya diskotek Colloseum yang merupakan tempat hiburan malam Hotel 1001.

"Ternyata setelah saya dapatkan informasi yang akurat bahwa pemberian anugrah itu di berikan pada sekitar 31 perusahaan," papar dia.

Ia pun mengaku heran dengan kelompok yang kontra dengan Anies yang hanya mempermasalahkan pemberian penghargaan bagi Colloseum bukan 30 perusahaan lainnya.

"Tapi yang dijadikan hot isu oleh kelompok pendendam/Buzzer yang masih susah move on atas kemenangan gubernur Muslim dalam pilkada DKI hanya satu perusahaan tempat usaha diskotek," jelas dia.

Baca Juga

FPI Anggap Anies Lukai Perasaan Umat Islam Terkait Penghargaan Diskotek Colosseum

"Sedangkan bagi tempat usaha lain nya yang berjumlah 30 perusahaan terdiridari lembaga pendidikan kejuruan, perguruan tinggi hingga BUMN tdk di kritisi apalagi di puji," sambung.

Meski demikian, GNPF menyayangkan langkah Gubernur Anies yang memberikan penghargaan bagi tempat hiburan malam di Jakarta. Karena menurut dia, diskotek merupakan tempat maksiat yang dapat merusak iman dan taqwa manusia.

"Insya Allah saran dan masukan segera akan kita berikan langsung pada DKI bila program tersebut tetap akan di lanjutkan agar menyeleksi lebih hati hati dan tidak memberi anugerah pada perusahan atau tempat hiburan yang bertentangan dengan norma-norma agama," tutup.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI memberikan penghargaan kepada tempat hiburan Colloseum Jakarta dalam Anugerah Adikarya Wisata 2019 sebagai nominasi Hiburan dan Rekreasi.

Acara Anugerah Adikarya Wisata 2019 itu diselenggarakan pada (6/12) di JW Marriott Hotel, Kuningan, Jakarta Selatan.

Pemberian penghargaan kepada tempat hiburan malam Colloseum sendiri menuai kontroversi di dunia maya setelah akun Twitter @ayudh69 memposting plakat penghargaan kepada Colloseum Jakarta dari Pemprov DKI Jakarta yang ditandatangani oleh Anies Baswedan.

"Selamat utk diskotek Colloseum Jakarta, mendapat penghargaan Adikarya Wisata dari Gubernur," tulis akun tersebut sembari menandai akun Anies dan memberikan emoticon jempol.

Penghargaan Diskotek
Penghargaan Adikarya Wisata untuk diskotek Colosseum. Foto: Twitter @ayudh69

Postingan tersebut menuai banyak komentar pro dan kotra, ada yang mempertanyakan kepada Anies soal wisata halal. "Ini dia yang namanya wisata syariah lan halal," tulis @FPurwatmo

Baca Juga

FPI Sebut Penghargaan untuk Diskotek Colloseum Tidak Ada Manfaatnya

Sementara itu, ketika ditanyakan kepada Plt Disparbud DKI, Alberto Ali mengenai rekomendasi Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk menutup tiga diskotek karena terbukti ada penyalagunaan narkoba salah satunya Colloseum.

Tapi Alberto enggan menjawab hal tersebut. Ia menyarankan menayakn kepada BNN "Tanya sana dulu (BNN)," singkat dia. (Asp)

Kredit : asropih

Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH