Buya Yahya: Puisi 'Munajat 212' Neno Warisman Tidak Mengancam Allah Neno Warisman. (Foto : Instagram/@nenowarismanofficial)

MerahPutih.com - Neno Warisman membuat kontroversial di acara malam Munajat 212 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (21/2). Ia membacakan puisi berjudul 'Munajat 212' yang dianggap menantang dan mengancam Allah.

Kubu Jokowi-Ma'ruf menilai puisi yang dibacakan Neno sangat tidak pantas. Sebab, di dalamnya terdapat kalimat menantang dan mengancam Allah SWT. Tapi, sebagaian pihak mempersalahkan karya tulis tersebut.

Satu kalimat pada puisi aktivis #2019GantiPresiden yang menuai kontroversi yakni “Dan jangan, jangan Engkau tinggalkan kami, dan menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir ya Allah, kami khawatir ya Allah, tak ada lagi yang menyembah-Mu”.

Buya Yahya

Terkait polemik yang beredar di masyarakat, Yahya Zainul Ma'arif atau Buya Yahya menjelaskan kalimat tersebut. Buya menilai sepenggal kalimat yang dipersoalkan tidak mengancam Allah. Pasalnya, Nabi Muhammad SAW pernah membacakan doa tersebut ketika Perang Badar 17 Ramadhan 2 Hijriah. Hal ini terdapat pada Hadits Riwayat Muslim 3/1384 hadits nomor 1763.

"Tentang kalimat itu, 'jika Engkau tidak memenangkan kami, maka kami khawatir tidak ada yang menyembahMu di muka bumi. Jawabannya adalah, bukan mengancam Allah. Kalau mengancam Allah begini, 'ya Allah, kalau Engkau tidak memenangkan kami, kami tidak akan menyembahMu. Itu kurang ajar. Akan tetapi dia mengatakan, 'ya Allah jika Engkau tidak memenangkan kami, maka kami takut tidak ada yang menyembahMu. Kalimat ini bukan kalimat ancaman, bukan mengancam Allah. Akan tetapi ini rasa khawatir. Kalimat ini siapa yang pertama mengucapkan? Ini yang pertama mengucapkan adalah Baginda Nabi Besar Muhammad waktu di Perang Badar," kata Buya dalam video di Youtube.

Pada video Buya Yahya yang diunggah Al-Bahjah TV, Minggu (24/2), sudah ditonton lebih dari 130 ribu viewer dan like 4,3 ribu orang.

Buya menuturkan saat Nabi Muhammad tengah Perang Badar melawan suku Quraisy jumlah pasukannya hanya 300 orang. Melihat kekuatan yang tak seimbang, Rasullah berdoa dan meminta Allah untuk mengabulkan doanya.

"Nabi mengadu ke Allah, ya Allah penuhi janjiMu. Nabi serius berjuang di jalan Allah, maka sesuai janji Allah, Allah akan menolongnya. Maka Nabi tagih janji Allah. Ini bukan berarti mengancam Allah. Akan tetapi rasa kekhawatiran Nabi, karena Nabi ingin setiap pojok rumah ada orang sujud, setiap sejengkal tanah ada orang sujud. Karena kalau orang Islam kalah, kemudian orang kafir tidak ada yang sujud. Akhirnya bumi ini tempat bermaksiat semuanya," kata Buya.

Neno Warisman (Instagram/Neno Warisan)

Buya menegaskan bahwa penjelasannya hal ingin polemik puisi tersebut selesai. Dirinya tidak ingin dikait-kaitan mendukung atau membenarkan yang satu dan menyalahkan yang lain.

"Ini zamannya zaman fitnah. Dipotong begini, dipikir nanti kita memusuhi ini atau mendukung ini. Kita bicara tentang ilmiah permasalahan. Terlepas siapa yang ngomong. Bapakku, anakku, keponakanku, sama." pungkas Buya. (*)

Tonton video lengkap penjelasan Buya Yahya


Tags Artikel Ini

Andika Pratama

LAINNYA DARI MERAH PUTIH