Buya Syafii Sebut Politik Uang Penyakit yang Sulit Diberantas Tokoh Nasional Buya Syafii Maarif (tengah) menjawab pertanyaan wartawan usai pertemuan konsultasi dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta,. (Foto: Antara)

MerahPutih.com - Memasuki tahun politik, suhu tahun 2018 diprediksi akan 'memanas'. Politik uang diperkirakan masih akan menjadi masalah klasik yang terjadi selama pesta demokrasi mendatang.

Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif menilai politik uang sulit diberantas. Pasalnya, kegiatan tersebut sudah menjadi kebiasaan umum yang merusak di masyarakat Indonesia.

"Politik uang merupakan penyakit demokrasi yang sulit (diberantas)," ujar Buya Syafii ketika ditemui di Yogyakarta beberapa waktu lalu.

Penegakan hukum tanpa pandang bulu, dirasa bisa menjadi obat penyembuh sementara. Peran aparat penegak hukum dalam memberikan efek jera pada pelaku politik uang amat dibutuhkan selama tahun pesta demokrasi ini.

"Polisi, kejaksaan, Bawaslu, KPU, dan KPK jangan dibiarkan pelanggaran hukum. Peradaban politik kita rendah, tapi harus diperbaiki," katanya.

Ia turut berpesan kepada masyarakat untuk berani menolak tawaran uang atau barang-barang untuk kepentingan politik. Masyarakat diminta tidak memilih pemimpin yang memberikan uang untuk 'membeli suara'.

"Lebih baik terima uang, tapi gak usah pilih orangnya. Biar jera," tandasnya.

Sementara itu, Kapolri Tito Karnavian berencana membentuk Satuan Tugas (Satgas) Anti-SARA dan politik uang (money politic). Satgas ini dibentuk guna menekan kampanye hitam, konten hoax dan konten berisi ujaran kebencian serta tindakan politik uang yang akan timbul selama proses Pilkada 2018 dan Pilpress 2019. (Teresa Ika)



Noer Ardiansjah

LAINNYA DARI MERAH PUTIH