Butuh Puluhan Tahun untuk Menciptakan Obat Menciptakan obat baru bukan hal yang sepele (Foto: Pixabay/jarmoluk)

MENCIPTAKAN obat untuk menyembuhkan penyakit enggak semudah yang dibayangkan. Butuh puluhan tahun untuk memastikan obat tersebut benar-benar ampuh bagi penderita suatu penyakit. Demikian menurut Prof. Dr. Budi Wiweko,SpOG(K), MPH.

"Jadi untuk menjadi obat perjalanan ya bisa panjang, bisa puluhan tahun. Menciptakan obat bisa 20 tahun," paparnya saat ditemui merahputih.com di Jakarta Pusat, Kamis (15/8).

Baca juga: Minuman Pagi Hari Selain Kopi dan Teh yang Menyehatkan

Menciptakan obat-obatan tidak mudah (Foto: Pexels/pixabay)
Menciptakan obat-obatan tidak mudah (Foto: Pexels/pixabay)

Beruntung, di zaman modern ini meneliti obat juga bisa jadi semakin mudah dan akurat. Hal ini dikarenakan ada teknologi Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI ini akan membantu peneliti menemukan zat-zat berguna pada bahan obat. Misalnya seperti dari tumbuhan. Sehingga penelitian juga bisa dilakukan lebih efisien.

"Kecuali sekarang, kita menggunakan AI kita pasti bisa mengetahui zat pada tumbuhan yang berpotensi jadi obat," tambahnya.

Selain itu, meneliti suatu obat bukan sekadar menemukan zat yang dapat bermanfaat untuk penyakit. Tapi keamanan obat tersebut harus diuji melalui uji klinis. Artinya obat enggak bisa sembarangan masuk ke ranah komersil. "Lalu Kita juga harus uji safetynya," imbuhnya.

Baca juga: Emas Sebagai Masker Wajah? Emang Bisa?

Butuh riset yang panjang (Foto: Pexels/Chokniti Khongcum)
Butuh riset yang panjang (Foto: Pexels/Chokniti Khongcum)

Budi juga menyayangkan masih minimya Universitas di Indonesia yang memiliki fasilitas pusat penelitian. Sebab penelitian seharusnya juga dilakukan di Universitas. "Tidak semua universitas yang punya research center yang baik. Research working group itu harus dibangun," papar Budi.

Satu lagi yang paling penting untuk menunjang hasil penelitian para peneliti. Yaitu dengan adanya Technology Transfer Office (TTO). TTO berperan sebagai perantara antara peneliti dan pihak industri. Sehingga peneliti akan lebih mudah mendapatkan pendanaan dari pihak industri dan memproduksi hasil penelitian untuk didistribusikan ke publik. (ikh)


Tags Artikel Ini

Muchammad Yani

LAINNYA DARI MERAH PUTIH