Butuh Keajaiban, Petinggi Hanura Bilang Wiranto Jahat Menko Polhukam Wiranto ditemui di Kantor Presiden usai rapat terbatas pada Senin (22/4/2019). (Bayu Prasetyo/Antaranews)

MerahPutih.com - Petinggi Hanura masih berharap ada keajaiban agar partai mereka bisa lolos ke DPR RI, meskipun hasil hitung cepat memprediksi capaian suara mereka hanya 3,8 persen, jauh di bawah ambang batas yang ditetapkan 4 persen dari total suara Pemilu 2019.

Bahkan, Ketua DPP Partai Hanura, Benny Ramdhani sampai mengkritik sikap pesimistis pendiri Hanura Wiranto. Pendiri partai yang kini menjabat Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan itu memang menyatakan ada yang salah dari Hanura sehingga tidak lolos ke DPR dalam pemilu 2019.

“Pernyataan itu tidak etis dan bahkan jahat menurut saya. Apalagi pernyataan itu dilontarkan oleh seorang pemimpin yang mengaku sebagai pendiri partai,” kata Benny, di Jakarta, Jumat (26/4).

hanura
Massa Partai Hanura (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho)

Benny berharap Wiranto seharusnya bisa membangkitkan semangat kader Hanura, bukan malah menyalahkan. Menurut dia, Wiranto sudah membuat para kader Hanura di seluruh Indonesia patah semangat dengan menyebut ada yang salah dari perjuangan Hanura, .

“Pak Wiranto sudah mengeluarkan pernyataan yang secara tidak langsung itu mendowngrade semangat dan militansi kader di bawah yang hingga hari ini sedang berjuang melakukan pengawalan penghitungan suara di semua tingkatan di seluruh tanah air,” sesal Benny.

Oesman Sapta Odang
Ketua Umum Hanura Oesman Sapta Odang (tengah) bersama jajaran anggota partai (Foto: Antara)

Terkait peluang Hanura, Benny menegaskan tidak mau berandai-andai sampai keluar hasil keputusan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Meski demikian, diakuinya, internal Hanura sendiri telah melakukan perhitungan suara partai untuk tingkat DPRD dan DPR RI.

"Kami gak mau berandai-andai, menduga-duga, kita mau menyampaikan ke publik nanti hasil perhitungan suara yang bersifat final. Kemudian akan diumumkan oleh lembaga resmi yaitu KPU sebagaimana perintah UU, dan paling lambat kan waktunya 22 Mei," tutup petinggi Hanura itu. (Knu)


Tags Artikel Ini

Wisnu Cipto

LAINNYA DARI MERAH PUTIH