Parenting

Busui, Ketahui Kecukupan ASI untuk Kebutuhan Bayi

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Kamis, 04 Agustus 2022
Busui, Ketahui Kecukupan ASI untuk Kebutuhan Bayi
Para ahli merekomendasikan untuk mencoba menyusui secara eksklusif selama 6 bulan. (Freepik/Freepik)

IBU menyusui atau Busui sering merasa air susu ibu atau ASI-nya kurang. Padahal jumlah produksi ASI selalu berubah mengikuti pertumbuhan bayi. Hukum supply and demand berlaku dalam menyusui.

Beberapa hari setelah melahirkan, payudara akan menghasilkan "susu pertama" yang disebut kolostrum. "Kolostrum bersifat kental, kekuningan, dan jumlahnya tidak banyak, tetapi cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi bayi," tulis webmd.com.

Kolostrum membantu saluran pencernaan bayi baru yang lahir segera berkembang dan bersiap mencerna ASI. Kolostrum adalah fase pertama ASI, yang berubah seiring waktu sesuai perkembangan bayi. Perubahan kolostrum memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi saat mereka tumbuh.

Baca juga:

Masalah dengan Ibu Menyusui, Ketahui Sumbernya

kecukupan asi
Hukum supply and demand berlaku dalam menyusui. (Freepik/Freepic.diller)

Fase kedua disebut ASI transisi. ASI jenis ini terbentuk karena kolostrum secara bertahap diganti dengan fase ketiga ASI, yang disebut ASI matang.

Busui akan mulai membuat susu transisi beberapa hari setelah lahir. Setelah 10 hingga 15 hari melahirkan, kamu akan mengeluarkan ASI matang, yang memberi semua nutrisi yang dibutuhkan bayi.

Sebagian besar bayi kehilangan sedikit berat badan dalam 3 hingga 5 hari pertama setelah dilahirkan. Perlu diingat bahwa pengurangan berat badan ini tidak memiliki hubungan dengan menyusui. Bukan pula karena ASI-mu kurang.

Banyak busui bertanya-tanya, apakah bayinya mendapatkan cukup ASI untuk nutrisi yang baik. Jika bayimu mendapatkan cukup ASI, berikut tanda-tandanya:

- Tidak kehilangan lebih dari 7 persen dari berat lahir mereka dalam beberapa hari pertama setelah dilahirkan.

- Tampak kenyang selama sekitar 1-3 jam di antara jeda waktu menyusui.

- Menghabiskan setidaknya 6 popok sehari akibat basah dari air kencing yang sangat pucat atau jernih pada saat mereka berusia 7-10 hari.

Baca juga:

Beri Kenyamanan, Ini Posisi Terbaik untuk Menyusui

kecukupan asi
Para ahli merekomendasikan untuk mencoba menyusui secara eksklusif selama 6 bulan. (Freepik/Freepik)

Seiring pertumbuhan, bayi membutuhkan lebih banyak susu dan lebih sering menyusu. Payudaramu akan merespons dengan memproduksi lebih banyak susu. "Para ahli merekomendasikan untuk mencoba menyusui secara eksklusif (tanpa susu formula, jus, atau air) selama 6 bulan," terang webmd.com.

Jika kamu melengkapi kebutuhan bayi dengan susu formula, payudara mungkin menghasilkan lebih sedikit ASI. Tak perlu khawatir jika kamu menyusui kurang dari 6 bulan yang direkomendasikan, itu jauh lebih baik daripada tidak menyusui sama sekali.

Kamu dapat menambahkan makanan padat pada usia 6 bulan tetapi juga harus tetap menyusui agar tetap memproduksi ASI. (aru)

Baca juga:

Ayah pun Andil dalam Menyusui

#ASI #Ibu Menyusui
Bagikan
Bagikan