Bus Rapid Transit, Moda Transportasi Baru di Cirebon Bus Rapid Trans tidak bersinggungan dengan angkutan dalam kota. (Foto: DKIS Kota Cirebon)

TAK lama lagi, masyarakat Kota Cirebon akan bisa menikmati moda transportasi massal untuk wilayah dalam kota, yakni Bus Rapid Transit (BRT). Rencananya, kendaraan berwarna biru ini akan dioperasikan mulai tahun depan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Cirebon, Ir. H. Yoyon Indrayana, MT., menjelaskan, nantinya keberadaan BRT ini akan menambah wajah baru di Kota Cirebon. Sebab, selama ini belum ada modal transportasi berupa bus untuk melayani angkutan penumpang dalam kota.

Baca Juga:

Bukit Bambu Bisa Jadi Tempat Wisata Alternatif di Cirebon

brt
BRT untuk melancarkan mobilitas warga dan wisatawan di Kota Cirebon. (Foto: DKIS Kota Cirebon)

"Ini akan menjadi wajah tranportasi baru di Kota Cirebon," jelasnya pada Rabu (11/12).

Yoyon melanjutkan, keberadaan BRT ini sebenarnya bukan untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas di Kota Cirebon. Karena memacetan disebabkan banyaknya kendaraan pribadi yang ada saat ini.

Karena itu, keberadaan BRT lebih merupakan suatu solusi atas kebutuhan masyarakat Kota Cirebon terhadap angkutan umum. Sehingga, dengan keberadaan BRT, bisa membuat warga akhirnya beralih menggunakan BRT ketimbang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan online.

"Semoga keberadaannya bisa menggantikan penggunaan kendaraan pribadi dan angkutan online," jelasnya.

Baca Juga:

Berwisata Religi ke Masjid Raya At-Taqwa Kota Cirebon

brt
Bus Rapid Transit akan mulai beroperasi tahun 2020 di Kota Cirebon. (Foto: DKIS Kota Cirebon)

Adapun untuk harga tiket, tambahnya, rencananya akan dibanderol sebesar Rp 5 ribu untuk umum dan pelajar Rp 3 ribu. Total ada 9 unit BRT yang diluncurkan untuk beroperasi melayani penumpang di tahun depan.

Untuk trayeknya, akan melayani 2 trayek di Kota Cirebon ini dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 40 menit. Masing-masing trayek utara yang dimulai dari Pertigaan Tiga Berlian - By Pass - Kedawung - Pilang - Krucuk - Kesenden - Pegambiran. Sedangkan trayek kedua mulai dari Argasunya hingga ke Kota Tua.

"Trayeknya kita atur sebaik-baiknya sehingga tidak ada singgungan dengan angkot," pungkasnya. (*)

Baca Juga:

Menikmati Wisata di Desa Wisata Kopi Cibeureum Kuningan


Tulisan dari Mauritz kontributor merahputih.com untuk wilayah Cirebon dan sekitarnya.

Kredit : mauritz


Paksi Suryo Raharjo

LAINNYA DARI MERAH PUTIH