Buruh Akui Lebih Takut Sama RUU Cipta Kerja Dibanding Corona Koordinator Aliansi Buruh Bekasi, Guntoro. Foto: MP/Kanu

MerahPutih.com - Aliansi Buruh Bekasi Melawan meminta pembahasan RUU Cipta Kerja harus segera dihentikan. Pasalnya, jika terus dilanjutkan maka RUU itu akan menyengsarakan nasib buruh sehingga menimbulkan gelombang protes dari seluruh daerah.

Koordinator massa aksi, Guntoro mengatakan, dalam situasi pandemi COVID-19 seharusnya anggota DPR RI menunda pembahasan RUU Cipta Kerja demi kebaikan bangsa. Sebab, lanjut dia, hal itu bakal menuai protes dan menyebabkan aksi unjuk rasa secara besar-besaran.

"Kalau kaya gini terus dipaksakan akan menimbulkan aksi unjuk rasa, sementara kita dilarang turun, kalau mau DPR setop dan hentikan pembahasan. Nanti dibicarakan setelah PSBB atau pandemi selesai," kata Guntoro kepada wartawan di Jakarta Pusat, Senin (5/10).

Baca Juga

DPR Sahkan UU Cipta Kerja

Menurut Guntoro, buruh tidak akan menggelar aksi unjuk rasa jika DPR menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja. Buruh tidak akan melanggar protokol kesehatan karena tidak ada yang menginginkan terjankit COVID-19.

"Seharusnya anggota DPR fokus kerja membantu pemerintah untuk menyelesaikan pandemi. Kita juga enggak pengen kena," ujarnya.

Namun, karena pembahasan RUU Cipta Kerja terus berlangsung tanpa ada pengawasan dari masyarakat, terutama buruh itu sendiri. Oleh karena itu, agar tidak menyengsarakan nasib buruh di masa depan maka pengawasan itu harus dilakukan. Sebab, kata dia, RUU Cipta Kerja lebih berbahaya dari Pandemi COVID-19.

"Rasa-rasanya tidak hanya Covid-19 yang berbahaya tapi RUU Cipta Kerja lebih berbahaya, karena akan mengancam kita semua (buruh) sampai dengan anak cucu kota semua nantinya," ucapnya.

Ratusan buruh melakukan unjuk rasa dengan memblokade jalan utama Kota Tangerang sebagai wujud penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin, (5/10/2020). Pihak Kepolisian melakukan menyekatan di sejumlah titik pada massa buruh dari Tangerang menuju Gedung DPR RI di Jakarta. Sejumlah buruh memang mengagendakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan DPR selama beberapa hari ke depan, hingga 8 Oktober 2020. Merahputih.com / Rizki Fitrianto
Ratusan buruh melakukan unjuk rasa dengan memblokade jalan utama Kota Tangerang sebagai wujud penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja di depan kantor Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang, Kota Tangerang, Banten, Senin, (5/10/2020). Pihak Kepolisian melakukan menyekatan di sejumlah titik pada massa buruh dari Tangerang menuju Gedung DPR RI di Jakarta. Sejumlah buruh memang mengagendakan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan DPR selama beberapa hari ke depan, hingga 8 Oktober 2020. Merahputih.com / Rizki Fitrianto

Kalangan buruh akan melakukan gerakan mogok nasional Oktober 2020 (demo Omnibus Law 2020) selama tiga hari yang dimulai besok, Selasa (6/10). Hal itu dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap RUU Cipta Kerja.

Sebelumnya, meski sudah menuai protes dari serikat buruh di Tanah Air, pemerintah dan DPR tak bergeming dan terus melanjutkan upaya pengesahan RUU yang masuk dalam paket omnibus law tersebut.

RUU Cipta Kerja sudah disahkan di rapat Paripurna DPR. Hanya dua fraksi menyatakan menolak UU ini yaitu Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat.

Baca Juga

BEM SI Nyatakan Mosi tidak Percaya kepada Pemerintah dan DPR

Sementara sebanyak tujuh fraksi yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan yang setuju UU Ciptaker disahkan (Knu)

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Siap Tampung Informasi Baru Soal Kematian Editor Metro TV
Indonesia
Polisi Siap Tampung Informasi Baru Soal Kematian Editor Metro TV

Saat ini, kepolisian meyakini Yodi meninggal dunia akibat bunuh diri

20 Warga Positif COVID-19, Kawasan Rumah Jokowi Lockdown 10 Hari
Indonesia
20 Warga Positif COVID-19, Kawasan Rumah Jokowi Lockdown 10 Hari

Sebanyak 20 warga dalam satu RT di Kampung Sumber RT 06 /RW 07, Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jawa Tengah dinyatakan positif COVID-19.

Kidsloop Gandeng Rumah Kisah Hadirkan Pendidikan Interaktif Bagi Anak-anak
Indonesia
Kidsloop Gandeng Rumah Kisah Hadirkan Pendidikan Interaktif Bagi Anak-anak

Model pembelajaran online itu pun diyakinkannya harus disempurnakan lewat beragam metode, khususnya bagi anak usia dini hingga tingkat sekolah dasar. Salah satunya lewat produk animasi yang dihadirkan oleh Rumah Kisah, Kreator animasi muslim.

OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Uang Rp420 Juta
Indonesia
OTT Wali Kota Cimahi, KPK Sita Uang Rp420 Juta

Dari OTT ini, Tim Satgas KPK disebut turut menyita uang tunai sebesar Rp420 juta.

Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM
Indonesia
Penangkapan Terhadap Jurnalis saat Meliput Demo UU Ciptaker Dinilai Bertentangan dengan HAM

Sejumlah wartawan dilaporkan mengalami pemukulan bahkan penangkapan oleh kepolisian saat meliput demo tolak UU Omnibus Law Cipta Kerja.

Arab Saudi Hanya Bolehkan Haji Bagi Warganya, PBNU Minta Umat Islam Indonesia Memahami
Indonesia
Arab Saudi Hanya Bolehkan Haji Bagi Warganya, PBNU Minta Umat Islam Indonesia Memahami

Biasanya setiap tahun, sekitar 2,5 juta warga muslim dunia mengunjungi kota suci Mekkah dan Madinah untuk menjalankan ibadah haji.

Kemenparekraf Kembali Gulirkan Dana Bantuan Bagi Pelaku Wisata
Indonesia
Kemenparekraf Kembali Gulirkan Dana Bantuan Bagi Pelaku Wisata

Pada tahun pertama penyelenggaraan, BIP diberikan kepada 34 penerima berasal dari 19 subsektor kuliner dan 15 Aplikasi Digital dan Pengembang Game (AGD) dengan total dana sebesar Rp5,26 miliar.

 3 Kali Sejak Subuh, Awan Panas Merapi Meluncur Sampai 1,5 KM
Indonesia
3 Kali Sejak Subuh, Awan Panas Merapi Meluncur Sampai 1,5 KM

Pertama kali terjadi Selasa (20/4) pagi pukul 04.11 WIB.

[HOAKS atau FAKTA]: Uang Pangkal Mahasiswa Baru Masuk Undip Capai Rp87 Miliar
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Uang Pangkal Mahasiswa Baru Masuk Undip Capai Rp87 Miliar

Undip mengaku, merasa dirugikan atas informasi hoaks di media sosial itu. Pihaknya tengah memikirkan akan mengambil langkah hukum.

Polri Siaga Jelang Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir
Indonesia
Polri Siaga Jelang Bebasnya Abu Bakar Ba'asyir

Mabes Polri bersiaga menjelang bebasnya narapidana teroris Abu Bakar Ba'asyir pada Jumat (8/1) mendatang.