Buronan Kasus Korupsi Jember Ditangkap di Hotel Berbintang Jakarta Pusat Ilustrasi. (MP/Alfi Rahmadhani)

MerahPutih.com - Tim Tangkap Buronan (Tabur) Kejaksanaan Negeri (Kejari) Jakarta Pusat telah menangkap buronan dugaan korupsi Pasar Manggisan, Jember, Jawa Timur.

Kasi Intel Kejari Jakarta Pusat Nando mengatakan, tersangka Agus Salim (AS) telah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak beberapa tahun lalu.

"Tersangka diduga melakukan tindak korupsi pekerjaan konstruksi Pasar Manggisan, dalam rangka pelaksanaan kegiatan rehabilitasi sedang atau berat bangunan pasar," jelas Nando, saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (24/3).

Baca Juga:

Bongkar Korupsi Asabri, Kejaksaan Agung Periksa 6 Saksi

"Tahun anggaran 2018 pada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jember," lanjutnya.

Nando menyatakan, pihaknya mengamankan AS di hotel kawasan Senen Raya, Jakarta Pusat, pukul 20.40 WIB, pada 23 Maret 2021.

"Selanjutnya tersangka AS dibawa ke Rutan Cabang Salemba Kejari Jakarta Selatan untuk diproses lebih lanjut oleh tim penyidik Kejaksaan Negeri Jember," tambah Nando.

"DPO tersebut dapat diamankan dari hasil koordinasi Kejaksaan Negeri Jember dengan tim Tabur Kejaksaan," tutup Nando.

Dia akan dihadapkan pada proses hukum selanjutnya untuk pengungkapan kasus korupsi yang sempat menjadi bola panas di ujung masa jabatan bupati Jember sebelumnya Faida.

Agus Salim ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan Hadi Sakti pada 7 Januari 2021 lalu. Keduanya sempat beberapa kali mangkir dari panggilan Kejari Jember.

Namun, Hadi Sakti akhirnya memenuhi panggilan pada 8 Februari 2021 dan langsung ditahan. Sedangkan Agus Salim langsung masuk dalam DPO.

Penetapan tersangka untuk Agus Salim dan Hadi Sakti menjadi babak baru dalam pengusutan kasus korupsi rehab pasar tradisional Pasar Manggisan itu.

Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)
Ilustrasi. (MP/Alfi Ramadhani)

Sejak awal 2020, Kejari Jember telah menetapkan empat tersangka, satu di antaranya merupakan Kepala Dinas di Pemkab Jember.

Dari empat tersangka tersebut, satu di antaranya divonis bebas dan sedang diajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Keterlibatan Agus Salim dan Hadi Sakti dalam kasus ini antara lain terkuat dalam amar putusan untuk Edy Shandi Abdurrahman, salah satu terdakwa yang telah diputus bersalah.

Edy Shandi mengerjakan proyek rehab Pasar Manggisan dengan meminjam bendera PT Dita Putri Waranawa milik Agus Salim.

Dalam putusan juga tertera, peminjaman bendera itu salah satunya karena Edy Shandi masih berkerabat dengan Agus Salim.

Perjanjiannya, Agus Salim akan mendapatkan fee 2,5 persen dari nilai kontrak.

Setelah menang tender, Agus Salim kemudian memerintahkan kepada Hadi Sakti selaku kuasa direktur PT Dita Putri Waranawa untuk mencairkan uang yang ditransfer dari Pemkab Jember.

Selanjutnya, pada 3 Desember 2018, Hadi Sakti sempat mencairkan uang muka sebesar Rp1,8 miliar yang diterima dari Pemkab Jember.

Namun, pencairan uang muka oleh Hadi Sakti itu tidak segera dibelanjakan sebagaimana mestinya.

Akibatnya, pengerjaan proyek terlambat. Meski sudah terlambat, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Kadisperindag) Jember saat itu Anas Maruf tidak mengontrolnya melalui rapat pembuktian atau ShowCase Meeting (SCM) sesuai ketentuan Perpres yang berlaku.

Anas Maruf saat itu tetap mencairkan anggaran meski proyek berjalan tidak sesuai jadwal.

Sampai batas akhir (deadline) pengerjaan, yaitu 31 Desember 2018, pengerjaan proyek Pasar Manggisan baru mencapai 55,46 persen.

Setelah macet beberapa bulan, penyelidik Kejari Jember masuk menangani kasus tersebut.

Pada pertengahan 2019, Kejari Jember menetapkan kasus tersebut ke tahap penyidikan, meski belum ada tersangkanya.

Penetapan tersangka baru dilakukan pada awal 2020, yakni beberapa minggu setelah ada pergantian jabatan Kasi Pidana Khusus dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember.

Kadisperindag Anas Maruf menjadi satu-satunya pejabat Pemkab Jember yang terseret kasus ini.

Baca Juga:

Kasus Korupsi Lahan DP 0 Rupiah, KPK Cegah Sejumlah Pihak ke Luar Negeri

Anas yang di persidangan mengaku hanya menjalankan perintah atasannya itu divonis 4 tahun penjara dan denda Rp 200 juta, tanpa kewajiban mengganti kerugian negara.

Hal itu karena majelis hakim menyetujui pendapat JPU yang menyatakan Anas tidak menikmati sepeser pun hasil korupsi.

Kasus ini sempat menyeret nama Bupati Jember saat itu Faida.

Salah satu terdakwa kasus ini, Muhammad Fariz Nurhidayat menyebut ada aliran fee sebesar 10 persen dari setiap proyek fisik yang ada di Pemkab Jember kepada rekening orang dekat Bupati Faida.

Menjelang Pilkada 2020, isu keterlibatan Bupati Faida sempat menjadi bola panas meski dibantah oleh Faida.

Korps Adhyaksa hingga saat ini juga belum pernah sekalipun memeriksa Faida terkait nyanyian salah satu terdakwa tersebut.

Alasannya, selain karena keterangan terdakwa Fariz itu berdiri sendiri, juga saat itu momentumnya menjelang pilkada.

Sesuai arahan Jaksa Agung saat itu, setiap perkara korupsi yang dikaitkan dengan kontestan Pilkada agar ditangguhkan untuk mencegah politisasi hukum. (Knu)

Baca Juga:

KPK Periksa Dirut PD Sarana Jaya Terkait Kasus Korupsi Lahan DKI

LAINNYA DARI MERAH PUTIH
Polisi Persilakan Keluarga Ajukan Permohonan Rehabilitasi Fico Fachriza
Indonesia
Polisi Persilakan Keluarga Ajukan Permohonan Rehabilitasi Fico Fachriza

Pada penggeledahan di rumah Fico, petugas menemukan satu bungkus rokok berisi tembakau sintetis seberat 1,45 gram

1 Juta Ruang Kelas Rusak, PSI Gagas Gerakan Solidaritas Bela Sekolah
Indonesia
1 Juta Ruang Kelas Rusak, PSI Gagas Gerakan Solidaritas Bela Sekolah

Tidak mungkin dibiarkan siswa belajar dalam suasana yang begitu memprihatinkan.

Pengendalian COVID-19 DKI Dapat Nilai E, PSI Minta Anies Tarik Rem Darurat
Indonesia
Pengendalian COVID-19 DKI Dapat Nilai E, PSI Minta Anies Tarik Rem Darurat

"Jakarta perlu mempertimbangkan menarik rem darurat untuk meredam infeksi penularan COVID-19. Sehingga mereka yang baru kembali dari luar Jakarta tidak menularkan virus ke warga yang tidak turut mudik, dan tingkatkan kapasitas jumlah SDM dan anggaran puskesmas hingga kelurahan sebagai garda depan pengendalian corona," tambahnya

Nakes PMI Solo dan Bayinya Gugur Akibat COVID-19
Indonesia
Nakes PMI Solo dan Bayinya Gugur Akibat COVID-19

Kepala Unit Donor Darah PMI Solo, dr. Kunti Dewi Saraswati, membenarkan adanya kabar duka tersebut. Nakes yang gugur tersebut atas nama Risma Dwi Annisa (25).

27 Gerbang Tol Jateng Ditutup, Ribuan Kendaraan Diputar Balik
Indonesia
27 Gerbang Tol Jateng Ditutup, Ribuan Kendaraan Diputar Balik

Sebanyak 6.263 kendaraan diputar balik selama diberlakukannya penutupan 27 gerbang tol di wilayah antar-provinsi.

Semeru Meletus, Seluruh Personil BPBD Dikerahkan Evakuasi Warga
Indonesia
Semeru Meletus, Seluruh Personil BPBD Dikerahkan Evakuasi Warga

Hujan abu vulkanik menyebabkan sejumlah wilayah di Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro gelap seperti malam hari, sehingga Pemkab Lumajang akan membuka posko pengungsian di Kamar Kajang dan Pronojiwo.

Puan Perintahkah Andika Perkasa Jaga Soliditas Internal
Indonesia
Puan Perintahkah Andika Perkasa Jaga Soliditas Internal

Panglima TNI ke depan harus memastikan tugas pokok TNI berjalan baik sebagai alat pertahanan yakni menegakan kedaulatan, mempertahankan keutuhan wilayah NKRI yang berlandaskan Pancasila dan UUD 45.

Wakil Presiden: Santri Selalu Hadir dalam Setiap Langkah Kebangsaan
Indonesia
Wakil Presiden: Santri Selalu Hadir dalam Setiap Langkah Kebangsaan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin memperingati Hari Santri Nasional dan peluncuran logo baru masyarakat ekonomi syariah di Istana Negara, Jakarta, Jumat (22/10).

Sekjen PDIP: Selangkah Lagi Menuju Podium Juara, Ayo Timnas Indonesia
Indonesia
Sekjen PDIP: Selangkah Lagi Menuju Podium Juara, Ayo Timnas Indonesia

"Semoga kali ini Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan di partai final. Seluruh masyarakat Indonesia, terutama pecinta timnas Indonesia mendoakan saat pertandingan final ditiup wasit. Selangkah lagi menuju podium juara. Ayo Timnas Indonesia!," ujarnya.

Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Tembus 91 Persen
Indonesia
Capaian Vaksinasi Dosis Kedua di Jakarta Tembus 91 Persen

DKI menargetkan vaksinasi sebanyak 11 juta orang guna menciptakan herd immunity atau kekebalan komunitas.