Bupati Manokwari Hermus Indou Dilaporkan ke KPK terkait Dugaan Korupsi

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Selasa, 23 September 2025
Bupati Manokwari Hermus Indou Dilaporkan ke KPK terkait Dugaan Korupsi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: MP/Dicke Prasetia)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Aliansi Gerakan Pemuda dan Mahasiswa Bersatu (Agpemaru) melaporkan Bupati Manokwari, Hermus Indou, ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan korupsi pada dua proyek di Kabupaten Manokwari.

"Pada hari ini kami datang ke KPK untuk melaporkan Bupati Manokwari. Ada dua laporan yang kami sampaikan," kata Koordinator Agpemaru, Putra, di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (23/9).

Laporan pertama terkait pembangunan Gedung Wanita Manokwari oleh Dinas PUPR Kabupaten Manokwari pada Tahun Anggaran (TA) 2022–2024. Proyek ini terdiri dari beberapa tahapan dengan total anggaran mencapai puluhan miliar rupiah.

Tahap satu TA 2022 dengan kode paket 6262435 dilaksanakan oleh CV. Pigundoni dengan nilai kontrak Rp 8.894.182.902,44. Pengawasan tahap ini oleh CV. Amazing Papua Consultant senilai Rp 199.987.100.

Tahap dua TA 2023 memiliki pagu anggaran Rp 10.000.000.000, dengan pengawasan teknis Rp 250.000.000. Tahap tiga TA 2024 memiliki pagu Rp 10.000.000.000, dengan pengawasan teknis Rp 140.000.000. Selain itu, tahap dua lanjutan TA 2024 dianggarkan Rp 5.993.217.000 dengan pengawasan Rp 199.900.000.

Laporan Agpemaru atas Hermus Indou dan tanda terima laporan KPK. (Foto: Dok. KPK)

Putra menyebut, pada TA 2024 terdapat perencanaan ganda pada pembangunan dan pengawasan Gedung Wanita tahap tiga. Selain itu, Pejabat Pembuat Komitmen tidak melaporkan kegiatan pada TA 2023 dan 2024, sehingga muncul dugaan pengaturan proyek yang berpotensi merugikan keuangan negara.

"Pelaksanaan proyek sampai saat ini belum 100 persen selesai, tapi kami menduga pembayaran sudah dilakukan 100 persen," kata Putra.

Baca juga:

KPK Periksa Bupati Pati Sudewo, Dalami Dugaan Fee Proyek DJKA yang Mengalir ke DPR

KPK Bakal Panggil Anggota DPRD Gorontalo Wahyudin Moridu Buntut LHKPN yang Tak Sesuai

KPK Wanti-Wanti Potensi Korupsi di Balik Rangkap Jabatan Pejabat Negara

Laporan kedua terkait pekerjaan pemeliharaan rutin, pemeliharaan berkala, serta peningkatan/rekonstruksi Jalan Perkebunan 3 Macuan pada TA 2024, yang dikerjakan oleh CV. Cahaya Hazanah Abadi dengan pagu Rp 5.493.436.800 dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

Namun, realisasi anggaran tercatat Rp 53.933.755.000. Putra menduga adanya penggelembungan anggaran sebesar Rp48.540.379.500 atas perintah Bupati Manokwari.

"Ini biasanya melibatkan kerja sama antara Kadis PU dan bupati," ujarnya.

Agpemaru berharap KPK segera menindaklanjuti laporan tersebut. Jika tidak, mereka akan menggelar aksi turun ke jalan.

“Harapan kami KPK bisa cepat tanggap, turun langsung ke lokasi, dan memanggil pihak-pihak yang terlibat, termasuk Bupati Manokwari dan Kepala Dinas PU-nya,” kata Putra.

Jubir KPK, Budi Prasetyo, menyatakan setiap laporan masyarakat akan diverifikasi, ditelaah, dan dianalisis untuk menilai substansi dan kewenangan KPK. Namun, mekanisme penanganan pengaduan bersifat rahasia.

"Pengaduan masyarakat merupakan informasi tertutup, sehingga kami tidak bisa memberikan konfirmasi atas penerimaan laporan, termasuk identitas pelapor dan materi pengaduan," ujar Budi. (Pon)

#KPK #Manokwari #Kasus Korupsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Berita Foto
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) Febrie Adriansyah di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (2/11/2026).
Didik Setiawan - Senin, 02 November 2026
Sidang Lanjutan Eks Jampidsus Febrie Adriansyah di PN Tipikor Jakarta
Indonesia
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
KPK resmi menetapkan Ahmad Dedi alias Dedi Congor sebagai tersangka baru dalam pusaran kasus suap pejabat Bea Cukai Kemenkeu. Simak update selengkapnya di sini!
Angga Yudha Pratama - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Seret Dedi Congor Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai, Siapa Menyusul?
Indonesia
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
KPK menggeledah kantor DLH Klaten pada Kamis (29/10). Penyidik KPK membawa dua koper berisi barang bukti.
Soffi Amira - Jumat, 30 Oktober 2026
KPK Geledah Kantor DLH Klaten Selama 7 Jam, Sejumlah Dokumen Disita
Berita Foto
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Terdakwa kasus dugaan pemerasan dan gratifikasi izin tinggal WNA, Silmy Karim mengikuti sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/10/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 29 Oktober 2026
Eks Wamen Imipas Silmy Karim Jalani Sidang Dakwaan di Pengadilan Tipikor
Indonesia
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Ruwiya mengaku belum memperoleh informasi secara lengkap mengenai barang atau data yang dibawa tim KPK dari kantor tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Hanya Geledah Kantor Bea Cukai Kudus, Tidak Bawa Pegawai
Indonesia
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Di tengah kegiatan penggeledahan, aktivitas pelayanan dan pekerjaan pegawai di kantor tersebut masih berlangsung.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Geledah Bea Cukai dan Pabrik Rokok di Kudus
Indonesia
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
KPK masih merahasiakan jadwal pemanggilan ketiga Menteri ATR/BPN Nusron Wahid terkait dugaan suap HGB Summarecon Bogor. Cek info selengkapnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 28 Oktober 2026
KPK Masih Tutup Rapat Jadwal Panggilan Pemeriksaan Ketiga Nusron Wahid
Indonesia
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Ia menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi di lingkungan BNPB.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
KPK Periksa Sestama BNPB Rustian sebagai Saksi Kasus Dugaan Korupsi
Indonesia
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Sestama BNPB Rustian kembali diperiksa KPK terkait dugaan korupsi dana siap pakai penanganan bencana usai sempat dilepas saat OTT. Cek faktanya di sini!
Wisnu Cipto - Selasa, 27 Oktober 2026
Dilepas Pasca-OTT, Sestama BNPB Rustian Kembali Diperiksa KPK Lagi Hari Ini
Indonesia
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Yusril Ihza Mahendra mengatakan pemerintah mengkaji praktik underinvoicing dalam pemberantasan korupsi. Kerugian negara disebut mencapai ratusan triliun rupiah per tahun.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Yusril Soroti Underinvoicing Pertambangan, Kerugian Negara Disebut Tembus Ratusan Triliun
Bagikan